
Agus yang melihat Adriana pergi membawa pistol pun mengikuti Adriana,Agus sangat khawatir jika sesuatu nanti akan terjadi pada adik kesayangannya itu.
"kamu mau kemana Anya?"gumam Agus khawatir dan terus mengikuti Adriana hingga mobil Adriana berhenti di gedung kosong.
Adriana turun dari mobilnya dengan tersenyum smrik.
"aku akan mengikuti permainan kalian dan menambahkan sedikit bumbu."kata Adriana.
Agus masih setia melihat Adriana dari dalam mobil yang tidak jauh dari mobil Adriana.
Adriana masuk kedalam gedung tersebut dengan santai dan dia menemukan Andinia disana.
"apa mau mu?"tanya Adriana to the poin.
"sekarang aku tidak perlu memakai topeng di hadapan mu kak."kata Andinia.
"yayayaya."kata Adriana.
"kamu tahu aku sangat membenci mu bahkan aku sangat ingin membunuhmu agar papa dan mama hanya menyayangi ku kak."kata Andinia emosi.
"bunuh saja aku jika kamu bisa."kata Adriana enteng.
"hahaha tapi maaf kak aku seperti nya berubah pikiran aku akan mengambil semua yang kamu sayangi dan miliki agar kamu menderita."kata Andinia.
"ambillah jika kamu bisa."kata Adriana santai.
"apa kamu tidak takut?"tanya Andinia.
"haaah adik ku tersayang ternyata otak mu tak sepintar yang aku bayangkan."kata Adriana
"kamu tahu? sejak kamu mencoba untuk membunuhku pertama kali aku sudah mulai tidak mempercayai semua orang jadi jika kamu mau mengambil nya silahkan saja tapi kamu harus ingat orang yang benar-benar menyayangi mu tidak akan pernah pergi meski banyak yang memaksanya meninggalkan mu."kata Adriana.
"dan aku pasti bisa merebut semua nya." kata Andinia mencoba menyerang dan ingin melukai wajah Adriana.
Adriana terus menghindar tanpa mau melawan hingga akhirnya Andinia melihat Devano dan Gilang datang,dia melukai dirinya sendiri dengan pisau yang dia bawa dan memberikan nya cepat pada Adriana.
Adriana mengambil nya itu membuat devano dan Gilang segera mendekati Adriana dan Andinia.
"Adriana apa yang kamu lakukan disini?"tanya Devano.
Adriana hanya diam tanpa mau memberi penjelasan sedikit pun.
"kak kamu hanya punya masalah dengan ku tapi tolong lepaskan teman ku,bunuh saja aku jangan sakiti Annabelle."kata Andinia menangis.
"Adriana apa maksud dari perkataan nya?"tanya Devano.
"menurut mu?"tanya Adriana.
"aku tidak habis pikir kamu orang seperti ini."kata Devano.
"dimana Annabelle cepat lepaskan dia."bentak Devano dan itu berhasil menyakiti hati Adriana.
"kenapa tanya pada ku cari saja sendiri."kata Adriana ingin pergi namun Devano menahan dan menggenggam tangan Adriana dengan sangat keras.
"jangan membuat ku kehilangan kesabaran."kata Devano menahan suaranya dan menatap Adriana tajam.
"kenapa ingin tahu?"tanya Adriana.
"kamu...."kata Devano ingin memukul Adriana namun di tahan oleh Gilang.
"seperti nya situasi ini ada kesalahpahaman."kata Gilang memperingati Devano.
"diam."kata Devano menatap Gilang tajam.
"hahahaha lucu sekali."tawa Adriana.
"cepat katakan dimana Annabelle."kata Devano membentak Adriana.
Adriana menghempaskan tangan Devano yang menggenggam nya dengan kuat hingga terlepas.dan saat itu Adriana juga mengambil pistolnya dan menembak salah satu pintu dengan sangat berutal hingga pintu itu rusak dan terbuka.
setelah terbuka Adriana ingin pergi namun lagi-lagi Devano menahan nya.
"kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya."kata Devano.
"kamu tentu masih ingat perkataan ku sebelumnya kan?"tanya Adriana mulai menghajar Devano hingga pertarungan di antara keduanya benar-benar sengit.
Gilang sudah mencoba memperingati Devano namun Devano tidak mendengarkan nya,Gilang memilih tidak ikut campur dan pergi membebaskan Annabelle.
sedangkan Suga masuk kedalam gedung kosong tersebut setelah gelang nya bergetar hebat dan tertulis nama Adriana yang artinya saat ini Adriana dalam bahaya.
setelah masuk Agus melihat Adriana dan Devano sedang bertarung dengan sengit dan Andinia yang tersenyum puas melihat Adriana dan Devano bertarung.
Agus langsung menyerang Devano dan melindungi Adriana yang membuat Adriana kaget dengan kedatangan Agus.
"kak jangan ikut campur."kata Adriana.
karena pada dasarnya Devano lebih kuat dari Agus, Agus kalah dan memuntahkan seteguk darah.
"dasar bajingan."kata Adriana ingin menyerang Devano namun Devano dengan cepat menembak Adriana.
Adriana memegang perutnya yang tertembak dan melihat darah yang ada di tangan nya.
"ANYA."teriak Agus berusaha menghampiri Adriana.
dengan tenaga yang tersisa Adriana mengambil pistolnya tanpa sepengetahuan Devano dan menembak Devano namun tembakan Adriana meleset mengenai lengan Devano.
"yang aku tahu kamu hanya seorang pria yang tidak bisa di percaya."kata Adriana sebelum pingsan.
Agus berhasil menghampiri Adriana dan berusaha membangunkan Adriana.
"Anya,Anya aku mohon bangun lah."kata Agus menitikkan air mata.
"aku pasti akan membalas mu sialan."kata Agus pada Devano yang sudah pergi dengan Gilang, Annabelle dan Andinia.
Agus menghubungi Jimi dan Jordi, setelah Jimi dan Jordi datang mereka membawa Adriana menuju rumah sakit.
"aku mohon bertahan lah."kata Jimi pada Adriana.
"aku tidak akan pernah membiarkan bajingan itu mendekati Adriana lagi."kata Jordi marah.
sesampainya di rumah sakit Jordi segera menggendong Adriana ala ***** ***** sedangkan Jimi memapah Agus yang terluka juga.
Adriana pun segera di bawa ke UGD dan Jordi menunggu nya dengan cemas.
setelah di obati Agus langsung pergi ke UGD meski keadaan nya belum sepenuhnya pulih dan Jimi berusaha mengejar Agus.
"bagaimana? bagaimana keadaan Anya?"tanya Agus dengan penampilan yang benar-benar berantakan dan terlihat beberapa luka lebam diwajahnya.
"aku belum tahu dia masih di operasi dan dokter belum keluar."kata Agus menggelengkan kepalanya tampak kegelisahan di wajahnya.
"ini semua salahku."kata Agus menangis.
"andai saat itu aku mencegah nya."kata Agus menyalahkan dirinya sendiri.
"tidak ini salah ku kak andai aku tidak membiarkan nya mengikuti permainan dua wanita ular itu."kata Jimi.
"sudah jangan salah kan diri kalian sebaiknya kita berdoa semoga tidak terjadi hal yang tidak kita ingin kan."kata Jordi.
"ya,aku akan menelpon paman triyas untuk memberitahukan keadaan Anya."kata Jimi.
"sebaiknya kamu juga harus dirawat."kata Jordi pada Agus.
"tidak aku akan menunggu Anya."kata Agus tegas yang membuat Jordi menggelengkan kepalanya.
"huuh dasar keras kepala."gumam Jordi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋