
sementara itu saat ini keadaan Devano sangat kacau setelah melukai Adriana,Gilang hanya melihat nya tanpa ingin menenangkan atau bahkan menyalahkan.
"apa yang aku perbuat sudah benar?"tanya Devano pada Gilang.
"aku tidak yakin,tapi kenapa kamu sekacau ini? Devano yang aku kenal tidak pernah menyesal telah melukai seseorang."kata Gilang menyindir Devano.
"apa aku terlihat menyesal?"tanya Devano.
"sudahlah aku pergi."kata Gilang menepuk pundak Devano dan pergi.
"Adriana.... bagaimana keadaannya sekarang."kata Devano frustrasi.
devano menelpon seseorang untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya.
sedangkan Andinia dan Annabelle sekarang sedang merayakan kemenangan mereka, mereka sangat bahagia telah memisahkan Devano dan Adriana.
"hahahaha kita berhasil."tawa Annabelle.
"ya kita berhasil membuat Devano dan Adriana saling benci sekarang kita tinggal membunuh Adriana saja."kata Andinia.
"apa rencana mu selanjutnya?"tanya Annabelle.
"aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri."kata Andinia.
"aku penasaran,kenapa kamu sangat membenci Adriana?"tanya Annabelle.
"ya aku sangat membencinya,aku benci dia karena dia mendapat perhatian dari semua orang termasuk keluarga ku,aku benci dia karena dia pintar,aku benci dia karena dia bisa mendapatkan laki-laki manapun,aku benci dia karena dia lebih segalanya dari aku,aku benci dia karena dia hidup."kata Andinia penuh emosi.
"wah...wah... tenang lah tidak perlu emosi seperti itu."kata Annabelle.
"kamu lebih cantik darinya, bahkan karier mu lebih bagus dari dia,di negara A dia hanya pengangguran yang numpang hidup di keluarga AZ."kata Annabelle.
"benarkah?"tanya Andinia.
"iya,aishhh sudahlah aku harus pergi aku ada meeting sekarang."kata Annabelle.
"hati-hati."kata Andinia.
di rumah sakit dokter baru saja keluar dari ruangan UGD, Agus,Jimi dan Jordi pun langsung menghampiri dokter tersebut.
"bagaimana keadaan adik saya?"kata Agus.
"pelurunya sudah berhasil kami keluarkan tapi saat ini pasien mengalami koma."jelas dokter, Agus yang mendengar hal tersebut langsung lemas terduduk di lantai,Jordi dan jimi langsung terdiam dengan wajah pucat.
"tidak mungkin, Adriana tidak boleh koma."kata agus menangis.
"tenangkan hati dan pikiran kalian saat ini adik kalian hanya butuh doa."kata dokter tersebut menepuk bahu Suga dan pergi.
"bagaimana jika Anya...."kata Jimi tergantung menangis.
"jangan pernah mengucapkan kata yang tidak mungkin terjadi."bentak Agus langsung memukul Jimi.
Jordi yang melihat hal tersebut langsung melerai dan mencoba menenangkan mereka meski dia juga tidak bisa tenang, pikiran nya kemana-mana.
"adikku yang malang."kata Jordi.
"Tolong tetaplah bertahan meski di dunia ini tidak ada yang menyenangkan."kata Agus.
"aku benar-benar akan membalas wanita ular itu."kata Jimi mengambil ponselnya dan meretas perusahaan milik keluarga Annabelle dan mencuri data dan mulai membocorkan nya pada perusahaan lain.
"aku yakin sebentar lagi perusahaan itu akan bangkrut di tambah lagi aku akan menyebar kan skandal milik jalang sialan itu."kata Jimi.
"kerja bagus."kata Jordi dan Agus.
"untuk Andinia apa yang akan kita lakukan?"tanya Jimi.
"aku akan membuat dia tidak punya muka di hadapan semua orang bahkan karier nya akan hancur."kata Jordi.
"dan aku akan membunuhnya bahkan mayatnya akan ku berikan pada lion."kata Agus.
"siapa lion?"tanya Jimi dan Agus serentak.
"sebenarnya lion adalah hadiah untuk Adriana."kata Agus.
"apa singa?"tanya Jimi.
"harimau."jawab Suga.
"apa aku boleh melihat nya?"tanya Jimi.
"jangan macam-macam Jim."kata Agus menatap Jimi tajam.
"baiklah-baiklah."kata Jimi.
"mungkin jam tiga pagi karena dia berangkat sekarang."kata Jimi.
"baiklah."kata Jordi.
"sebaiknya kamu istirahat kak keadaan mu benar-benar tidak baik-baik saja.kali ini tolong jangan membantah!!"kata Jordi tegas dan itu berhasil membuat Agus menyetujui nya.
sementara itu Jordi masih tetap menunggu di depan ruang UGD.
"Anya aku mohon jangan menyerah ingat kamu harus membalas mereka yang menyakiti mu."kata Jordi dalam hati sambil terus melihat pintu ruang UGD.
didalam ruang UGD di bawah alam sadar Adriana saat ini dia sedang berada di sebuah taman yang indah.
Adriana tampak melihat sekeliling nya dan terus berjalan menyusuri taman.
"aku dimana? apa aku sudah mati?"tanya Adriana.
Adriana melihat kakek nya yang sedang berjalan menghampiri nya dan tanpa sadar dia meneteskan air mata dan berlari memeluk kakeknya.
"kakek."panggil Adriana dan menangis di dalam pelukan adijaya.
adijaya melepaskan pelukan cucunya tersebut dan menghapus air mata Adriana.
"jangan menangis,kamu terlihat jelek."kata adijaya tersenyum.
"kek aku benar-benar merindukan mu."kata Adriana.
"kakek juga."jawab adijaya.
"kenapa kakek meninggalkan adriana di dunia yang kejam ini kek? hiks...hiks."kata Adriana menangis.
"karena kakek tahu jika cucu kesayangan kakek adalah wanita yang kuat dan hebat."kata adijaya.
"tapi Adriana capek kek, Adriana lelah Adriana ingin ikut dengan kakek."kata Adriana.
"belum waktunya,kamu harus mencapai apa yang kamu inginkan dan kamu harus bahagia di dunia yang kejam ini."kata adijaya.
"apa kakek tidak marah jika aku telah...."kata Adriana.
"kakek tidak marah karena kamu melakukan nya untuk melindungi dirimu sendiri dan membalas orang yang telah menyakiti mu."kata adijaya.
"maafkan aku kek,tapi terimakasih karena kakek selalu mendukung ku."kata Adriana.
"sebaiknya kamu kembali keluarga barumu sedang mengkhawatirkan mu sekarang."kata adijaya.
"tapi...."kata Adriana tertahan.
adijaya perlahan-lahan hilang dan tangan Adriana di kehidupan nyata bergerak, Jordi yang berada di ruangan tersebut kaget dan langsung memanggil dokter.
dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Adriana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋