
mendengar ucapan Devano membuat Tirta dan Jidan saling tatap.
"maaf tuan Devano apa maksud nya ini?"tanya Jidan.
"aku mencintai Adriana."jelas Devano sekali lagi.
"tidak sebaiknya kau mencari wanita lain."kata Jidan dingin.
"tapi aku menginginkan Adriana."kata Devano.
"sebaiknya kau mencari wanita lain dan aku rasa tidak akan ada yang menolak mu."kata Tirta.
"yaaa semua wanita tidak ada yang bisa menolak ku kecuali Adriana."kata Devano.
"apa kalian tidak merestui ku?"tanya Devano.
"tentu kami tidak akan merestui mu,apa kau lupa telah melukai dia."bentak Tirta tidak bisa mengendalikan emosi nya.
"tenang lah kakak ipar aku mengaku salah untuk itu tapi sekarang aku menyukai Adriana."kata Devano yang anehnya tidak marah saat Tirta membentak nya berbeda jika orang lain.
"apa kau pikir kami percaya, kau benar-benar mencintai adik kami? sudahi obsesi mu tuan Devano karena kali ini kau tidak akan mendapatkan nya."kata Jidan.
Devano berdiri dari duduknya.
"maaf kakak ipar kurasa kalian keliru,aku Devano Triya Kusuma selalu mendapatkan apa yang ku mau,aku akan buktikan ini bukan sekedar obsesi ku."kata Devano pergi dari ruangan Tirta dan Jidan.
setelah Devano pergi Tirta dan Jidan prustasi dan memukul tembok.
"kita tidak bisa membiarkan Anya dengan Devano ta."kata Jidan pada Tirta.
"ya aku tidak mau Anya kita semakin dalam bahaya."jawab Tirta.
"bagaimana jika kak Agus tahu?"tanya Tirta pada Jidan.
"ini tidak baik,kamu tahu sendiri dia bisa nekat dan membahayakan dirinya sendiri untuk melindungi Anya."kata Jidan.
"sebaiknya kita kembali bekerja,kita bahas masalah ini dirumah nanti."sambung Jidan.
Tirta dan Jidan pun kembali mengerjakan pekerjaan nya.
sedangkan di loby AZ crop sedang heboh karena Devano.
banyak karyawan tidak percaya itu Devano.
"waah apa itu tuan Devano?"tanya karyawan 1.
"ya ku rasa itu memang dia."jawab karyawan 2.
"kurasa AZ crop bekerjasama dengan Kusuma crop."kata karyawan 3.
"wah ini akan menjadi kabar bahagia buat semua. kita bisa sering melihat tuan Devano."kata karyawan lain.
sedangkan saat ini di kediaman keluarga AZ Adriana tengah bersiap-siap untuk keluar ntah kemana kali ini dia pergi.
"paman, kak Jordi,kak Agus,kak Jimi aku pergi dulu."kata Adriana.
"mau kemana?"tanya Agus.
"jalan-jalan."jawab Adriana berjalan keluar namun Agus mengejarnya.
"tunggu."teriak Agus.
"kenapa?"tanya Adriana.
"aku akan menemanimu."kata Agus.
"aku bukan anak kecil kak."kata Adriana merengek.
"aku tahu tapi aku akan menemanimu kita berangkat sekarang."kata Agus mengambil kunci mobil.
setelah di dalam mobil Agus dan Adriana hanya diam.
"kamu mau kemana?"tanya Agus.
"kerumah kalian yang dulu."kata Adriana.
"apa?"tanya Agus.
"ya aku ingin memberikan sedikit hadiah untuk wanita ular itu."kata Adriana.
"hadiah?"tanya Agus.
"yaaa hadiah yang merupakan kenyataan dan pukulan terbesar bagi wanita ular itu."kata Adriana.
"apa itu?"tanya Agus.
"kenyataan bahwa anaknya transgender dan menyukai laki-laki."kata Adriana.
"apa?"teriak Agus.
"hahahaha takdir yang bagus."kata Agus tertawa.
"yaa kita lihat reaksinya jika tahu anak yang dia banggakan adalah seorang transgender."kata Adriana.
"yaa dan ku rasa kecepatannya harus ditambah."kata Agus mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Agus tidak sabar melihat ekspresi wanita yang telah menghancurkan keluarga nya itu, sesampainya di kediaman keluarga Allen dia ingin langsung masuk namun ada beberapa bodyguard yang berjaga dan membuat nya harus menutupi wajah dengan topi.
"aku ingin bertemu dengan nyonya dalbalbara."kata Adriana.
"apa anda sudah memiliki janji?"tanya bodyguard tersebut.
"belum tapi aku ingin masuk."kata Adriana mengeluarkan kepalanya dari kaca mobil dan terlihat kalung yang merupakan pemimpin redfox.
melihat kalung Adriana bodyguard tersebut membiarkan Adriana masuk dan memanggil kan nya dalbalbara.
"maaf nyonya di luar ada tamu."kata bodyguard tersebut pada dalbalbara.
"usir saja aku tidak memiliki janji temu dengan siapapun hari ini."kata dalbalbara.
"tapi dia adalah pemimpin dari redfox mafia yang sekarang paling ditakuti ke dua di dunia setelah black wolf."jelas bodyguard tersebut.
"apa?"teriak dalbalbara keluar dan menemui Adriana.
"maaf nona telah membuat anda menunggu silahkan masuk."kata dalbalbara mempersilahkan Adriana masuk.
"saya tidak ingin masuk kedalam rumah yang sebentar lagi akan hancur."kata Adriana.
"apa maksud anda?"tanya dalbalbara tidak terima dengan ucapan Adriana.
"yaa aku kesini hanya ingin memberikan hadiah,ini silahkan di buka sekarang."kata Adriana.
dalbalbara bingung dengan Adriana pasalnya dia tidak pernah menyinggung wanita tersebut.
dalbalbara pun membuka map yang di berikan Adriana dan kemudian membacanya.
dalbalbara kaget dengan isi kertas tersebut dan menjatuhkan.
"aa...apa maksud nya ini?"tanya Adriana.
"anda bisa membacanya bukan."kata Adriana.
"sebenarnya apa mau mu kurasa aku tidak pernah mengusik mu."kata dalbalbara masih gemetar dan kaget dengan hadiah yang di berikan Adriana.
"hai."sapa Agus membuka topinya.
"aaaa....buuu...bukan kah kau sudah mati."kata dalbalbara semakin kaget.
"sepertinya kau tidak senang jika aku masih hidup IBU."kata Agus menekan kata ibu dan berjalan mendekati dalbalbara sedang kan dalbalbara melangkah mundur.
"a...apa yang mau kau lakukan?"tanya dalbalbara takut.
Agus tetap berjalan mendekati nya dan dia semakin takut.
"pengawal....pengawal..."teriak dalbalbara memangil pengawal namun setiap pengawal yang mendekat di tembak oleh Adriana.
dalbalbara semakin takut dan Agus semakin senang saat dalbalbara takut,Agus mengambil pestol dari balik bajunya dan mengarahkan nya pada dalbalbara.
"ti...tidak..tidak jangan tembak aku."teriak dalbalbara.
Agus pun menekan pelatuk pistol tersebut namun dalbalbara tidak apa-apa karena memang pistol tersebut belum di isi peluru.
dalbalbara kaget dan jatuh pingsan tak sadarkan diri.
"hahaha lihatlah kak orang yang telah membunuh seseorang sangat takut jika di bunuh."kata Adriana tertawa.
"hahaha kamu benar Anya biar ini menjadi awal buat dia,kita pergi sekarang"kata Agus.
sebelum benar-benar pergi Adriana melempar aksesoris berbentuk rubah berwarna merah tepat di samping dalbalbara pingsan dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Allen.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐