
"pasien sudah melewati masa kritisnya,dan kemungkinan akan segera bangun."jelas dokter.
"Anya...."kata Jordi memegang tangan Adriana.
"dia wanita kuat tuan tidak perlu khawatir,saya permisi."kata dokter menepuk bahu Jordi dan keluar dari UGD.
"terimakasih, terimakasih telah kembali."kata Jordi memegang dan mencium dahi Adriana.
jam besuk pun sudah habis, jordi keluar dan sudah menemukan triyas, Tirta, Jidan,dan Dea tampak khawatir.
"kalian sudah sampai."kata Jordi menghapus air matanya yang membuat semua jadi salah paham.
"Jordi bagaimana? bagaimana keadaan Anya? kenapa kamu menangis?"tanya triyas.
"paman dan semua nya tenang lah Anya sudah melewati masa kritis nya,kata dokter ini hal yang sangat luar biasa setelah dinyatakan koma selama 3 jam dia berhasil melewati masa kritisnya."jelas Jordi.
"haaaah syukurlah."kata Dea memegang dadanya.
"ini semua gara-gara Devano bajingan itu,aku benar-benar akan membalas nya."kata Jidan.
"ya termasuk dua ular itu."kata Tirta.
"kalian tenang saja,Jimi sudah menjalankan aksinya dan besok pagi perusahaan itu akan benar-benar bangkrut bahkan Annabelle kemungkinan besar bunuh diri."kata Jordi.
"bagaimana bisa?"tanya triyas.
"lihat saja di internet."kata Jordi.
Jidan, Tirta, triyas,dan Dea melihat apa yang Jimi lakukan pada Annabelle dan keluarga nya.
"Jimi memang sangat di andalkan jika berkaitan tentang merusak psikis seseorang."kata Tirta.
"ya dia bahkan tahu semua gosip."kata Dea.
"bukankah dia terlihat seperti ibu-ibu rempong."kata Jidan mengejek.
"siapa seperti ibu-ibu rempong?"kata Jimi datang.
"siapa lagi jika bukan kamu."kata Tirta.
"yaaak dasar pria penghancur."kata Jimi kesal.
"sudah-sudah jangan ribut si sini."lerai Triyas.
"oh iya sebaiknya kita tinggal di villa sementara waktu untuk menghemat pengeluaran."kata Triyas.
"menghemat?"tanya Jordi.
"apa perusahaan kita bangkrut?"tanya Jimi panik.
"dasar ibu-ibu rempong."kata Tirta menjitak kepala Jimi.
"kenapa harus menghemat? paman bahkan harta kita tidak akan habis tujuh turunan."kata Jidan sombong.
"paman sudah membeli villa mewah disini kita bisa menempati nya,lagi pula Anya sedang sakit kita tidak bisa membawanya ke hotel setelah di pulang nanti."jelas triyas.
"aku juga sudah bosan tidur di hotel."kata jordi.
sedangkan saat ini Devano sedang murka dia sudah tahu jika semua ini adalah rencana Annabelle dan Andinia.
dia sudah menangkap Andinia dan Annabelle dan kini dia sedang duduk menunggu Andinia dan Annabelle bangun karena obat bius.
devano terus memainkan pelatuk pistol nya hingga Annabelle dan Andinia bangun.
"di mana ini?"tanya Andinia ingin melepaskan ikatan nya namun sayang rantai yang mengikat nya sangat erat dan mengakibatkan tubuh nya memerah.
"de...Devano."kata Annabelle terbata.
devano menatap mereka tajam bahkan tatapan nya menandakan seakan-akan menusuk jantung Annabelle dan Andinia.
"devano aku bisa menjelaskan semuanya."kata Annabelle mencoba melepaskan diri nya.
"kalian ingin di siksa seperti apa?"tanya Devano to the poin.
"Devano aku bisa menjelaskan semuanya, Andinia yang telah merencanakan semua ini dan dia yang menyuruh ku memfitnah Adriana."kata Annabelle panik.
"apa?dasar wanita tidak tahu malu aku telah membantu mu dan sekarang kamu menusuk ku dari belakang."teriak Andinia.
"iya itu semua rencana mu."kata Annabelle tidak mau kalah.
"kamuuuuu."kata Andinia kesal.
"cukup."kata Devano membentak Annabelle dan Andinia.
"aku menyuruh mu memilih bukan berdebat."kata Devano.
"kalian berani-beraninya membuat masalah dengan ku.bukan kah kamu tahu konsekwensinya Annabelle?"kata Devano.
"haaah mau bagaimana lagi,jika kamu membunuh kami pun Adriana akan tetap membenci mu."kata Andinia tidak tahu malu.
"diam bodoh."kata Annabelle marah pada Andinia.
"waaah sepertinya lidah mu sangat tidak berguna."kata Devano dan menghampiri Andinia.
"mau apa kamu? kamu dengar Devano selama nya Adriana tidak akan memaafkan mu dan bahkan dia pasti akan membunuh mu kamu akan mati."teriak Andinia di sela-sela rasa takutnya.
anggota black wolf tersebut mengeluarkan lidah Andinia dengan paksa dan Devano dengan pelan menyayat-nyayat lidah Andinia hingga putus.
melihat hal tersebut Annabelle gemetar ketakutan.
"de... Devano aku mohon maaf kan aku ini semua salahnya."kata Annabelle membela diri dan melihat Andinia menangis kesakitan hingga tak berdaya.
"kamu juga salah Annabelle,kamu pikir aku akan memaafkan mu semudah itu setelah membuat Adriana membenci ku? tentu tidak."kata Devano.
"aku mohon maafkan aku."kata Annabelle meminta maaf.
"hahaha lucu sekali."tawa Devano.
"lagi pula kamu juga sangat gampang di bodohi, kenapa kamu lebih mempercayai ku dari Adriana dan ini salah mu sendiri kamu yang menembak nya."kata Annabelle mengumpulkan semua keberanian yang dia miliki.
devano menjambak rambut Annabelle dengan keras hingga Annabelle meringis kesakitan.
"ya aku memang salah tapi kamu lebih salah, sebagai orang yang salah aku akan memberikan pelajaran pada orang yang lebih salah dari ku,tapi ku pikir kamu tidak bisa mempraktekan nya kecuali di alam baka."kata Devano mulai mencabuti kuku tangan Annabelle.
Annabelle benar-benar kesakitan hingga tidak mampu berbicara lagi.
"obati lukanya jangan biarkan dia mati terlalu cepat."kata Devano pada salah satu anggota black wolf dan pergi.
kali ini dia menuju rumah sakit tempat Adriana dirawat Devano benar-benar merasa bersalah dan khawatir, Devano tidak peduli keluarga Adriana akan membunuhnya atau tidak yang jelas dia harus tahu keadaan Adriana sekarang.
setibanya di rumah sakit Devano langsung pergi ke ruang tempat Adriana di rawat setelah keluar dari UGD.
namun dia bertemu Jordi,Jimi, Tirta, Jidan,Dea dan triyas, Jidan yang melihat Devano langsung marah dan memukul Devano, Devano pun tidak melawan atau menghindari pukulan Jidan dia menerima nya.
dia berfikir bahwa pukulan yang Jidan berikan tidak sesakit yang Adriana rasakan.
melihat aksi Jidan. Jimi,Jordi,Tirta dan triyas langsung melerai mereka.
"ini rumah sakit."kata Triyas memperingati Jidan.
"sebaiknya kamu pergi."kata Jordi dingin.
"tidak,aku mau melihat keadaan Adriana."kata Devano dengan wajah yang kini lebam.
"apa kata mu?"kata Jidan penuh emosi dan ingin memukul Devano namun triyas mencegahnya.
"pergi dari sini dan jangan pernah temui Adriana lagi."kata Tirta.
AUTHOR ****POV****
author: "***kek nya cogan baru perlu nih?"
Devano: "Thor jangan macem² sama gue."
author: "suka² gue lah masalah buat loh."
Devano: "gue bunuh lu."
author: "gue matiin lu di part selanjutnya baru tahu rasa lu."
Devano: " ampun Thor🙏."
"author: "makanya Jan macem² sama gue***."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋