ADRIANA

ADRIANA
part 69



Surya pergi dari perusahaan Andre menuju rumahnya,dia masuk dengan tergesa-gesa mencari Andinia.


"Andinia"teriak Surya kencang memanggil Andinia.


"Surya ada apa teriak-teriak Renata lagi istirahat."kata netta.


"dimana Andinia?"tanya Surya.


"ada apa pa."kata Andinia turun dari tangga menghampiri Surya dan netta.


"papa mau kamu jahui Andre mulai dari sekarang."kata Surya.


"ap...apa? Ng...nggak aku gak mau pah, sekarang kak Andre tunangan aku."kata Andinia.


"Andinia."bentak Surya.


"papa mau kamu jauhi Andre,dia sudah mengkhianati kamu,dia selingkuh dengan jalang,papa gak mau kamu bersama laki-laki brengsek seperti dia."kata Surya.


"Ng...nggak mungkin pah kak Andre gak mungkin kaya gitu papa pasti berbohong."kata Andinia menangis.


"papa tidak berbohong,tadi papa datang ke perusahaan berniat meminta bantuan namun apa yang papa dapatkan dia selingkuh,dia sudah mengkhianati kamu."kata Surya.


"dasar laki-laki kurang ajar, benar kata papa kamu kamu harus jauhi dia mulai dari sekarang nenek tidak mau tahu."kata netta yang kini geram.


"tap...tapi pah nek aku sangat mencintai kak Andre.... hiks...hiks."kata Andinia menangis.


"buang rasa cinta mu pada nya, sebaiknya sekarang kamu dekati tuan Devano Triya Kusuma dan buat dia bertekuk lutut pada mu sehingga dia tidak jadi membatalkan kerjasama perusahaan kita."kata Surya.


"pah aku mencintai kak Andre."kata Andinia.


"dasar bodoh,tuan Devano Triya Kusuma jauh lebih baik dan kaya dari Andre brengsek itu kamu bisa mendapatkan apapun yang kamu mau setelah menjadi istri tuan Devano."kata netta.


"benar kata nenek mu."kata Surya meyakinkan Andinia.


andinia berpikir sejenak sebelum menyetujui Surya dan netta.


"jika aku bisa mendapatkan tuan Devano maka aku akan semakin Menang dari kak Adriana."gumam Andinia dalam hati.


"baiklah pa,nek aku akan berusaha mendekati tuan Devano."kata Andinia dengan penuh tekat.


"lihatlah kak Adriana aku pasti bisa merebut semua yang kamu punya termasuk orang-orang yang kamu sayangi."kata Andinia.


di tempat lain Adriana tengah bersiap-siap untuk makan malam bersama Agus, Jordi,Jimi,dan Devano.


seseorang menekan kamar Adriana dan ternyata orang itu adalah Agus.


"ayo makan."ajak Agus setelah Adriana membuka pintu.


"ayo."kata Adriana menggandeng tangan Agus dan Agus mengelus Kepala Adriana.


saat Adriana dan Agus datang sudah ada Jimi, Jordi dan Devano yang menunggu mereka.


akhirnya Adriana, Devano,Agus,Jimi, Jordi makan malam dengan hening hingga selesai.


"kak Jordi."panggil Adriana.


"hemm?"tanya Jordi.


"apa kakak sudah menjalankan yang aku pinta?"kata Adriana.


"sudah dan kurasa papa mu...."kata Jordi di potong Agus.


"jangan pernah menyebut bajingan itu papanya Adriana."kata Agus yang masih kesal dengan Surya.


Adriana menatap Agus dan memeluk manja.


"baiklah baiklah aku rasa Surya sekarang sangat marah dengan Andre dan pasti dia membatalkan pertunangan Andinia dan Andre."jelas Jordi.


"hmm kak Jimi bagaimana?"tanya Adriana.


Jimi memutar suara dari percakapan Surya yang marah kepada Andre hingga menyuruh Andinia mendekati Devano.


"cih jalang kecil itu."kata Agus geram.


"saat memutar suara Surya Devano tidak mendengar nya karena sedang mengangkat telpon.


"baguslah ini juga berguna untuk ku."kata Adriana.


Agus,Jimi dan Jordi memasang wajah penuh tanya.


"ya ini bagus untuk ku menguji pria arogan dan mesum itu."kata Adriana mengatai Devano.


"apa?"teriak Agus,Jimi dan Jordi.


"dia melakukan apa pada mu?"kata Agus,Jimi, Dan Jordi secara bersamaan.


"Anya jangan membohongi kami."kata Agus.


"dia tidak melakukan apapun kak,aku berbicara seperti itu karena kakak tahu sendiri kan sebelum dia bersama ku dia pria seperti apa."kata Adriana.


"hmmm untung saja dia tidak melakukan apapun pada mu jika tidak aku benar-benar akan membunuhnya."kata Agus.


"cuma kamu yang tidak takut untuk membunuh monster seperti dia kak."kata Jimi bergidik ngeri.


"sudahlah sebaiknya kita istirahat, terutama kamu Anya besok kamu harus pergi ke perusahaan bajingan itu."kata Agus.


semua orang pergi ke kamar mereka masing masing untuk istirahat.


sedangkan Devano saat ini sedang menerima telepon dari asistennya bahwa ada seseorang yang berani menyabotase perusahaan nya.


"tuan orang itu berasal dari negara F."kata asisten Devano.


"kamu lacak orang itu sekarang sisanya biar aku yang urus.kata Devano.


setelah memutuskan telpon dengan asisten nya dia mendapat telpon lagi dari Gilang.


"Dev ada yang coba bermain main dengan black wolf."kata Gilang.


"aku tahu sebaiknya kamu ke negara F sekarang aku sudah tahu dimana orang itu."kata Devano.


"ya aku akan kesana sekarang."jawab Gilang.


"cepatlah kita selesaikan malam ini juga."kata Devano.


"apa kamu tidak bisa sabar aku ingin ke negara F bukan ke rumah mu."kata Gilang kesal.


Devano mematikan telfonnya sepihak.


"dasar orang-orang bodoh."kata Devano.


"maaf honey aku ada urusan malam ini jadi tidak bisa menggangu mu."kata Devano mengirimkan Adriana pesan.


"hmmm."jawab Adriana.


"aku hanya bermain sebentar ada beberapa tikus yang harus aku musnahkan."balas Devano.


"y."jawab Adriana.


"haisshhh... gadis ini,ini bahkan pertama kalinya aku seperti nya ini pada seorang perempuan."kata Devano menggelengkan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong