
"honey aku rasa kamu tidak harus melakukannya." Devano menatap Adriana.
"benarkah?"
"hmm biarkan Maxim yang melakukannya, kamu bisa memberinya instruksi."
"bagaimana jika kamu saja." Adriana memberikan pendapatnya.
"apa kamu mau aku?"tanya Devano.
"hmm kamu harus melakukannya untuk ku, aku akan memberikan mu instruksi nanti." ujar Adriana terlihat bersemangat.
"tentu apapun itu untuk mu."
setelah beberapa menit menempuh perjalanan dari rumah sakit ke markas baru milik Redfox yang berada di tengah hutan akhirnya mereka sampai.
(gambar hanya contoh)
"sebaiknya kamu istirahat dulu."ujar Devano saat sampai di ruang tengah markas.
(gambar hanya sebagai contoh)
"kenapa tidak langsung saja?"tanya Adriana.
"honey aku tidak ingin kamu kelelahan di tambah lagi sekarang kamu sedang hamil."
"yang melakukannya kamu bukan aku jadi lakukan sekarang aku sudah tidak sabar."
"apa kamu tidak lelah?"tanya Devano khawatir.
"tidak,anak kita pintar dia sama sekali tidak nakal." Adriana mengelus perutnya.
Maxim pun datang menyapa mereka sekaligus memberitahukan jika persiapan sudah selesai.
"ayo Dev."Adriana menarik tangan Devano berlari kecil.
"honey tunggu...."Devano menghentikan Adriana.
"ada apa cepatlah."
"jangan berlari kita jalan saja kamu bisa tersandung dan jatuh."
"yayaya baiklah."
akhirnya mereka berdua berjalan di ikuti Maxim dari belakang yang sudah menggelengkan kepalanya melihat keposesifan suami nona nya itu.
saat sampai di ruang eksekusi Devano membawa Dea duduk di sofa yang sudah di siapkan Maxim.
"kamu mau aku mulai dari mana?"tanya Devano.
"lepaskan aku sialan."teriak boy memberontak.
"hmmm ah iya aku baru menemukan pisau cantik di restoran dekat rumah sakit."Adriana mengeluarkan pisau yang dia bawa dari restoran bintang lima di dekat rumah sakit.
"aku tidak suka melihat kuku nya tolong lepas menggunakan ini."Adriana memberikan pisau itu pada Devano.
"dengan senang hati." Devano mulai mencukil satu persatu kuku dari boy dari tangan hingga kaki.
Adriana tertawa bahagia yang membuat siapa saja mendengar nya akan merasa ngeri di iringi teriakan kesakitan boy saat satu persatu kukunya di paksa lepas.
"selesai."
"honey itu pasti sakit, tolong siram dengan air garam itu."Adriana menunjuk air yang ada di botol dekat kaki Devano dengan wajah mengejek.
Devano pun mulai menyirami luka boy dengan perlahan tapi pasti yang membuat boy semakin berteriak saat merasakan perih di tangan dan kakinya.
dan Adriana tertawa lagi.
boy menatap Adriana yang tertawa membuat Devano yang melihat hal tersebut sangat marah tanpa aba-aba dia langsung menusuk kedua mata boy dengan pisau yang di gunakan untuk mencukil kuku boy tadi.
"awww Dev dia mungkin bisa buta selama nya." tawa Adriana melihat sikap posesif suaminya itu.
"mungkin jika dia bisa hidup keluar dari sini." kata Devano dingin.
"haaah ini sudah tidak menyenangkan lagi Maxim ikat dia lalu kuliti dan rendam di air garam." kesal Devano lalu mencium tangannya sebelum mengajak Adriana pergi dari ruangan tersebut.
"ingin sekali aku mengurung mu di kamar saja agar tidak ada yang bisa melihat wajah cantik mu." ujar Devano saat sudah berada di dalam kamar milik Adriana di markas itu.
"kalau begitu kurung aku."Adriana memeluk lalu mencium bibir Devano.
entah kenapa saat ini dia ingin bermanja-manja pada Devano.
di tempat lain akhirnya Gilang berhasil mendapatkan maaf dari Dea setelah berbagai cara dia coba.
"aku memaafkan mu untuk kali ini saja tidak ada lain kali."kata Dea bersandar di lengan Gilang.
sekarang mereka berdua tengah duduk di taman rumah sakit.
"iya aku janji tidak akan mengulangi nya lagi." Gilang mengelus kepala Dea sayang.
"tapi kamu juga harus berjanji jangan pernah berbicara kita tidak mungkin bersama itu menyakitkan."
"tapi aku berkata benar."
"tap...."
"tidak akan percaya pada ku untuk hal ini."
suara perut Gilang menghentikan percakapan mereka.
"apa kamu belum makan?"tanya Dea.
"ya aku belum makan bahkan aku melewati sarapan ku."
"haaah kamu pasti sangat kelaparan ayo pergi makan."
akhirnya mereka berdua pergi makan di restoran dekat rumah sakit.
saat tengah asik menikmati makanan mereka seseorang datang tanpa rasa malu meminta nomor ponsel Gilang dan duduk di sebelah Gilang.
"apa aku boleh meminta nomor ponsel mu?"tanya wanita tersebut.
"apa kamu buta tidak melihat dia sedang makan dengan seorang wanita?"tanya Dea ketus.
"apa kamu bisa di anggap wanita?"tanya wanita tersebut.
"ah waaaaah." wajah Dea benar-benar kesal sedangkan Gilang hanya tersenyum melihat wajah kesal Dea.
"jadi bagaimana tuan tampan? apa aku bisa meminta nomor ponsel mu?"tanya wanita itu lagi.
"apa alasan aku harus memberikan mu?"tanya Gilang.
"karena aku cantik tubuh ku bagus aku bisa memberikan hari-hari mu lebih berwarna."
"cih pd sekali." kata Dea.
"apa kamu manusia?"tanya Gilang.
"tentu saja aku manusia tuan jangan bercanda."
"tapi aku melihat mu seperti binatang."sarkas Gilang.
"aku bisa menjadi binatang menggemaskan untuk mu dan aku pastikan hidup mu akan penuh dengan warna." ujar wanita tersebut tanpa rasa malu.
"aku buta warna jadi cepat pergi kamu semakin menyakiti mata ku." usir Gilang yang mulai jengah karena di sentuh wanita tersebut.
"tuan kenapa mengusir ku jelas-jelas aku lebih cantik dan seksi dari dia."
Dea yang sudah benar kesal berdiri lalu mendekati wanita tersebut.
Dea mulai merobek baju wanita tersebut membuat nya semakin seksi hingga dalaman wanita itu terlihat.
"kamu sangat ingin terlihat seperti ****** bukan maka aku akan membantu mu." kata Dea.
"hey yaaaaak kamu merusak baju ku yang mahal dasar ****** sialan." teriak wanita tersebut membuat semua orang menatap ke arah mereka.
lalu tanpa pikir panjang Dea mengambil uang dari dalam tasnya lalu melemparnya tepat di wajah wanita tersebut.
dea menarik tangan Gilang lalu pergi dari restoran tersebut dengan wajah yang masih sangat kesal.
Gilang memberi kode pada anak buah nya yang ada di sana untuk membereskan kekacauan yang ada beserta wanita itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉