
Di rumah Adriana tengah sibuk dengan laptopnya karena dia harus segera menyelesaikan skripsinya agar bisa segera bekerja.
dia yakin keluarga nya cepat atau lambat akan mengusir nya dari rumah, dia berpikir seperti itu karena Andinia semakin hari semakin membuat keluarga mereka membencinya.
tak terasa hari semakin sore dan skripsi Adriana akhirnya selesai Adriana yakin kali ini skripsinya akan langsung diterima.
Adriana menutup laptopnya dan hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri namun diluar kamar dia mendengar keributan serta ketokan pintu dari luar kamarnya.
Adriana mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi dia menuju pintu kamar dan membukanya, saat pintu dibuka sudah berdiri seorang asisten rumah tangga dengan keadaan panik.
"Ada apa bi? kenapa bibi terlihat panik?" tanya Adriana.
"iya nona muda itu tuan besar pingsan." jawab pelayan.
"apa? bagaimana bisa bi?" kata Adriana mulai panik .
"saya juga tidak tau nona muda, saat saya masuk tuan besar sudah ada dibawah tempat tidur dalam keadaan pingsan." jawab pelayan menjelaskan.
Adriana langsung pergi meninggalkan pelayan tersebut berlari kekamar kakek nya.
"ooh tuhan.. tolong siapapun bawa kakek ku ke rumah sakit."kata Adriana teriak yang sudah terisak tangis.
"mobil sudah saya siapkan nona muda ayo kita pergi." kata supir pribadi kakek Adijaya.
terlihat beberapa penjaga membopong tubuh kakek Adijaya masuk dalam ke mobil.
didalam mobil Adriana terus terisak dalam tangisnya melihat kondisi sang kakek.
dia takut kakek nya tidak akan tertolong karena kakeknya lah yang dia punya dan menyayangi nya saat ini.
"Tuhan tolong selamatkan kakek ku karena hanya dia yang menyayangi ku di dunia ini." doa nya dalam hati.
"bisa lebih cepat pak?!" kata Adriana.
"iya nona muda." kata supir mempercepat laju kendaraan.
"aku harus segera menelepon nenek." kata Adriana.
dia kemudian mencari ponselnya dan mencari nomor neneknya. tak berapa lama netta mengangkat telpon dari Adriana.
"hallo nek... kakek... kakek pingsan dan sekarang aku sudah dalam perjalanan membawanya ke rumah sakit." Adriana memberi tahu nenek nya dengan susah payah karena dia terus saja terisak dalam tangisnya.
"apa? bagaimana bisa?" kata Netta dengan suara panik diseberang sana.
"aku juga tidak tau nek tiba-tiba pelayan menemukan nya tergeletak di samping tempat tidur." kata Adriana terus menitikkan air mata.
"baik lah aku akan segera kesana bersama mamamu, kamu kirimkan alamat rumah sakit nya." kata Netta.
"iya nek." kata Adriana mengakhiri telponnya dan segera mengirimkan alamat rumah sakit yang akan dituju kepada netta.
"tunggu disini nona, anda tidak boleh masuk." kata sister menutup pintu.
Adriana akhirnya menunggu diluar. didalam hatinya dia terus berdoa agar kakeknya baik-baik saja.
tak lama Netta, Renata, Surya, dan Andinia datang dengan wajah panik.
"bagaimana? bagaimana keadaan kakek mu?" tanya netta menangis.
Meski memiliki sifat yang kurang baik namun Netta sangat menyayangi dan mencintai Adijaya.
"Dokter sedang memeriksa keadaannya nek." kata Adriana menghapus air mata nya.
"huuh kenapa bisa begini." kata Surya sedih dan khawatir.
"tenang lah ma. aku yakin papa baik-baik saja." kata Renata menenangkan mama mertuanya.
"semoga kakek baik-baik saja. aku sangat menghawatirkan nya." kata Andinia.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers π
Maaf ya author jarang up
semoga kalian tidak bosan menunggu π₯Ί
do'akan author semoga dapat ideΒ² luar biasa buat novel ini.
**JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE KOMEN DAN JADIKAN NOVEL INI MENJADI NOVEL FAVORIT KALIAN π
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR π π
annyeong π**