ADRIANA

ADRIANA
part 39



"keluarlah semua sudah selesai."kata Adriana.


Sintya dan Dea keluar dari bawah kursi melihat situasi yang sudah berubah.


Sintya melihat ke arah Adriana khawatir.


"apa kamu baik-baik saja."tanya Sintya.


"hmm."jawab Adriana.


tak berapa lama polisi datang karena laporan salah satu pengunjung.


polisi yang datang sedang memeriksa pembunuh bayaran yang tewas dan melakukan pemeriksaan. awalnya polisi tersebut ingin menangkap pelaku penembakan namun polisi itu melihat Devano dan mengurungkan niatnya.


"sebaiknya kita pergi ma."kata Devano.


"tapi.."kata Sintya.


"kita ketempat yang lain."kata Devano tegas.


akhirnya Sintya dan Devano pergi meninggalkan cafe sedangkan Dea dan Adriana masih disana.


"apa kamu tidak apa-apa?"tanya Dea panik.


"seperti yang kamu lihat." singkat Adriana.


"huuh syukur lah jika tidak aku akan mati oleh kak Agus."kata Dea.


"kita pulang."kata Adriana berjalan terlebih dahulu dan di ikuti oleh dea.


sedangkan saat ini Devano dan Sintya pergi ke salon Devano sengaja mengajak mamanya ke salon karena dia tahu mamanya akan lama di sana dan dia bisa mengurus urusannya.


"Lang kamu cari tau sekarang siapa orang yang mau membunuh ku di mall tadi"kata Devano tanpa basa-basi.


"aku bukan asisten mu."jawab Gilang acuh.


"ckh..10 Menit aku tunggu."kata Devano mematikan telfonnya.


kurang dari 10 menit Gilang sudah mengirimkan data orang yang ingin membunuh Devano dan ternyata orang itu adalah ketua dari geng mafia nomor tiga yang bernama blacky.


"siap-siap untuk malam nanti." kata Devano mengirimkan Gilang pesan.


sedangkan Gilang saat ini sedang menggelengkan kepalanya membaca pesan dari Devano.


"kamu benar-benar tidak bisa membuat lawan mu mati begitu saja Dev."kata Gilang.


yaa Devano dan Adriana sangat lah berbeda jika Adriana tak ingin bermain lama-lama dan membereskan permainan itu saat itu juga berbeda dengan Devano dia tidak akan menyelesaikan permainannya dengan cepat karena melihat lawannya kesakitan hingga tak berdaya adalah hiburan baginya.


Adriana dan Dea sudah sampai di mansion mereka tidak tahu keadaan mansion saat ini tegang karena semua orang sedang melihat berita jika mall yang di datangi Adriana sedang terjadi penembakan.


dan yang paling gelisah saat ini adalah Agus.


namun setelah melihat Adriana dan Dea sudah pulang semua orang termasuk Agus sedikit lega.


"apa yang sebenarnya terjadi?"tanya triyas.


"apa kau baik-baik saja Anya."tanya Agus.


"ya apa kalian baik-baik saja?"tanya Jidan.


"tenanglah kami baik-baik saja."kata Adriana duduk di samping Tirta dan bersandar di bahunya.


mendengar jawaban Adriana semua kini merasa lega.


"tapi sebenarnya apa yang terjadi?"tanya Jordi.


"iya apa yang sebenarnya terjadi Anya?"tanya Tirta lagi.


"aku lelah Dea jelaskan."kata Adriana.


Dea mulai menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya hingga Adriana yang tiba-tiba mengangkat pestol nya dan menembak seseorang yang ternyata adalah pembunuh bayaran.


"siapa yang ingin di bunuh?" tanya Jimi.


"itu..."kata Dea gantung karena di sela Agus.


"apa dia mau membunuh Anya? dimana pembunuh nya?" kata Agus emosi.


semua hanya menghelai nafas kasar.


"bukan Anya kak tapi Devano."kata Dea.


"Devano?" kata Jidan.


"ya kami tidak sengaja bertemu dengannya dan mamanya menghampiri kami ingin berterimakasih sekaligus meminta maaf." jelas Dea.


"iya."kata Jordi dan Jimi bersamaan.


"bukan Devano tapi mamanya dia mewakili anaknya untuk meminta maaf." jelas Dea.


"sudah ku duga.seharusnya waktu itu ku habisi dia."kata Agus menggenggam sopa yang ia duduki.


"kita belum cukup kuat untuk melawannya,tenang lah."kata Tirta menepuk bahu Agus.


"sudah-sudah syukur lah Anya dan Dea tidak apa-apa sebaiknya kamu dan Anya istirahat."kata Triyas pada Dea dan Adriana.


"baik paman."kata Dea pergi kekamar nya.


sedangkan Adriana ternyata dia tertidur di pundaknya Tirta.


"Anya..."panggil Tirta namun Adriana tidak bangun.


"haaah sepertinya dia tertidur."kata Tirta.


"sebaiknya kita gendong dia kekamarnya sepertinya dia kelelahan."kata Jordi.


akhirnya yang menggendong Adriana adalah Jidan yang lain mengikuti dari belakang.


Adriana kali ini sangat beruntung bisa bertemu dengan keluarga baru yang benar-benar menyayangi nya.


*Dea



*Adriana



*Jidan



*Tirta



"Jordi



*Jimi



*Agus



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹