
Adriana dan Devano kembali ke villa di sana terlihat triyas yang masih mondar-mandir di pintu depan dengan raut wajah yang khawatir.
saat suara mobil terdengar triyas bergegas keluar karena dia tahu itu suara mobil Devano.
"are you ok Anya?"tanya triyas pada Adriana yang sudah turun dari mobil.
"seperti yang paman lihat."kata Adriana.
"ada apa dengan wajah mu?."tanya triyas.
"tidak apa-apa."kata Adriana.
"anyaaa."kata Triyas.
"aku ok paman,aku mau istirahat."kata Adriana.
triyas menatap Devano ingin meminta jawaban namun Devano mengangguk.
"paman akan mengantar mu ke kamar."kata Triyas yang mengantar Adriana kekamar nya.
setelah mengantar Adriana, triyas menemui Devano di ruang tengah.
"devano apa yang sebenarnya terjadi?"tanya triyas.
"dia sudah terbebas dari penderitaan nya."kata Devano.
"apa dia sudah membunuh Andinia?"tanya triyas.
"iya."jawab Devano.
"haaah apa kamu yakin dia akan terbebas atau ini menjadi penyesalan yang tidak dia inginkan?"tanya triyas.
"aku yakin pada Adriana."jawab Devano.
"aku hanya tidak ingin dia lebih menderita dari ini."kata Triyas.
"paman tenang saja,aku tidak akan membiarkan dia merasakan penderitaan lagi walau sekecil apapun."kata Devano.
"kamu tahu Dev, dulu adijaya kakek Adriana dia adalah sahabat ku, keluarga nya telah membantu ku terbebas dari keluarga yang tidak menginginkan ku,dia menjadikan aku sebagai asisten nya dan setelah dia menikah dia melepas semua harta yang dia miliki dan memilih pergi bersama Renata nenek dari Adriana.
dia meninggalkan orang tuanya demi wanita yang sangat ia cintai dan menyuruh ku menjaga mereka lalu beberapa tahun sebelum dia meninggal dia menghubungi ku bahwa dia ingin aku menjaga Adriana seperti aku menjaga orang tuanya setelah dia tinggalkan."kata Triyas flashback.
Devano masih diam mendengarkan cerita dari triyas.
"dan waktu itu aku sangat heran karena setahu ku, adijaya memiliki dua orang cucu tapi kenapa dia menyuruhku untuk menjaga Adriana saja,tapi sekarang aku tahu."kata Triyas.
"berjanjilah pada paman Dev, kalau kamu tidak akan pernah menyakiti Adriana,jika kamu hanya ingin menyakiti nya tolong berhenti sampai disini."kata Triyas memperingati Devano.
"paman tenang saja aku benar-benar serius dengan Adriana,aku tidak akan membiarkan dia terluka."kata Devano.
"ya sudah sebaiknya kamu istirahat dulu paman sudah menyuruh pelayan menyimpan kamar."kata Triyas.
"tidak paman aku masih ada urusan,aku pergi dulu."kata Devano.
"baiklah hati-hati."kata Triyas.
devano pergi dari villa keluarga AZ entah kemana tujuan namun saat ini Adriana masih diam dan menampilkan wajah yang sama saat dia menembak Andinia.
"kenapa kamu memilih jalan ini Andinia?"tanya Adriana.
"aku berharap di kehidupan selanjutnya,kamu tidak melakukan kesalahan yang sama."kata Adriana mengambil kunci mobil dan pergi dari villa menuju apartemen Andinia.
sesampainya disana dia mengetuk pintu apartemen milik Andinia dan terlihat Renata membuka pintu dengan keadaan yang masih duduk di kursi roda.
"kenapa kamu kesini?"tanya Renata dengan wajah benci.
"apa salahnya?"kata Adriana santai.
"jangan basa-basi Adriana, kenapa kamu kesini?"tanya Renata.
"hanya ingin melihat apartemen yang sudah beberapa hari di tinggalkan pemiliknya."kata Adriana.
"Adriana jangan bilang kamu menculik Andinia?"kata Renata menatap Adriana tajam.
"oooh tenang lah jangan menatap ku seperti itu."kata Adriana.
"apa kamu sekhawatir itu pada Andinia?"tanya Adriana.
"apa kamu juga mengkhawatirkan aku saat aku pergi dari rumah kalian?"tanya Adriana.
"apa sedikit saja kamu tidak punya rasa khawatir untuk ku?"tanya Adriana.
"cepat katakan dimana Andinia."kata Renata.
"aku sudah membunuh nya."kata Adriana lantang yang membuat Renata terbelalak kaget.
"tidak... tidak...kamu tidak boleh membunuh anak ku,dasar pembunuh."kata Renata pada Adriana.
"hahahaha."tawa Adriana menyeramkan.
"kamu pembunuh, kembalikan anak ku.."kata Renata menangis histeris.
"anak mu? bukankah aku juga anak mu? kenapa kamu dan keluarga mu tidak pernah menganggap aku sebagai seorang anak? kenapa kamu tidak semenderita ini saat Andinia mencoba menyelakai ku? kenapa kamu tidak seperti ini saat dulu papa dan nenek mengusir ku? kenapa kamu juga ikut mengusir ku? apa tidak ada sedikit pun rasa sayang untuk ku?"kata Adriana yang kini mengeluarkan apa yang selama ini dia tahan dan pendam.
"aku juga anak mu ma,aku darah daging mu juga tapi kenapa kamu tidak pernah memperlakukan aku sama seperti Andinia,aku selalu mengalah padanya aku selalu menjauhi dunia luar karena aku tahu Andinia tidak suka jika aku punya banyak teman,aku tidak menjadi model karena Andinia tidak mengijinkan ku padahal kalian tahu itu adalah impian terbesar ku,saat papa memukuli,tidak memberi ku makan,dan bahkan mengurung ku di gudang yang gelap dan dingin karena kesalahan yang tidak pernah aku lakukan kenapa kamu tidak membela ku seperti kamu yang selalu membela Andinia walau jelas-jelas dia memiliki kesalahan."kata Adriana.
"kamu tidak akan mengerti, Andinia sakit dan dia hanya punya waktu tiga tahun untuk hidup dan dengan mudahnya kamu membunuhnya."kata Renata.
"bukan aku yang tidak mengerti tapi kalian yang sudah di bodohi oleh anak kesayangan kalian."kata Adriana melempar amplop yang berisi bahwa keadaan Andinia baik-baik saja,dia tidak mengidap sakit apapun.
Renata membuka amplop tersebut dan melihat isi dari kertas yang ada di amplop tersebut.
"apa? andinia...."kata Renata.
"tapi tetap saja kamu telah membunuhnya dengan kesalahan kecil seperti ini."kata Renata masih membela Andinia.
Adriana tersenyum kecut.
"dan sampai akhir pun mama masih tetap membelanya."kata Adriana.
"aku berharap ini terakhir kali kita bertemu,dan aku berharap di kehidupan selanjutnya aku tidak pernah bertemu lagi dengan mu atau keluarga mu."kata Adriana pergi dari apartemen milik Andinia.
Adriana terus berjalan,kali ini tidak ada lagi air mata yang keluar dari matanya,dia sudah benar-benar melepaskan semua yang membuat nya menderita selama ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
maaf yah up nya lama author sibuk banget😭
tapi author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋