ADRIANA

ADRIANA
part 44



Melihat uang yang di berikan Adriana membuat pemilik butik tersebut kalap dan dengan tak tahu malunya mengambil uang yang di lempar Adriana.


"ciih ternyata hanya seekor anjing."kata Adriana yang dapat di dengar semua orang yang ada di butik tersebut.


"apa kau bilang? kau mengatai ku anjing ini sudah termasuk pencemaran nama baik kau bisa saja ku tuntut."kata pemilik butii itu kesal.


Adriana melemparkan uang lagi kearah pemilik butik tersebut.


"apa itu cukup?"kata Adriana.


melihat uang yang di lempar Adriana lagi membuat pemilik butik tersenyum sekali lagi tanpa malu dia mengambil uang tersebut.


"hahaha ku pikir kau se ekor anjing tapi ku rasa anjing jaman sekarang cukup mahal harganya bukan? tapi kenapa kau sama sekali tak punya harga diri."kata Adriana nyelekit.


"ka...kau...."kata pemilik butik benar-benar kesal.


"aku sudah memberi kalian uang tapi kalian masih memiliki hutang pada ku."kata Adriana melangkah ke arah pemilik dan pelayan butik tersebut.


"a....apa maksud mu."kata pemilik dan pelayan butik tersebut gugup.


"sudah ku katakan aku tidak suka di usik dan kau tahu, karyawan mu ini...."Adriana menjambak dan menarik rambut pelayan butik itu hingga melihat Adriana.


"sudah mengusikku dan bodohnya kau sama seperti karyawan mu ini."lanjut Adriana menghempaskan kepala pelayan tersebut.


melihat yang di lakukan Adriana membuat pemilik butik dan pelayan itu benar-benar ketakutan.


"ke...kenapa kalian malah diam menonton? dia wanita gila cepat tangkap dia."teriak pemilik butik tersebut kepada polisi.


namun polisi hanya diam karena baru sadar jika dihadapan mereka sekarang adalah ketua dari redfox.


"apa kau takut?"tanya Adriana kepada pemilik butik dengan senyum smrik.


"tolong maafkan aku,aku salah."kata pelayan itu meminta maaf kepada Adriana.


"ooh sayang sekali,aku bukan orang pemaaf."kata Adriana.


Adriana kemudian mengedarkan penglihatan nya ke arah semua sudut dan dia mulai menembak apapun yang ia lihat.


"aku mohon maafkan aku,aku janji tidak akan mengusik mu lagi tapi tolong jangan hancurkan butik ku."kata pemilik butik tersebut.


"upss sorry semuanya sudah hancur."kata Adriana.


pemilik toko tersebut hanya bisa menyesal dan menyalahkan karyawan nya.


"Henry."panggil Adriana.


seorang pemuda masuk kedalam butik dia adalah Henry salah satu anggota redfox.


"kau bereskan sisanya aku mau hingga akar."kata Adriana pergi dari butik tersebut di ikuti oleh Dea.


Adriana mulai menjalankan mobilnya.


"Anya kau menyeramkan hahahaha."kata Dea tertawa.


Adriana diam tidak peduli dan fokus menyetir.


"sekarang kita kemana lagi?"tanya Dea karena ini bukan arah ke mansion.


"makan."jawab Adriana.


"ooooh."kata Dea ber oh ria.


Adriana dan Dea akhirnya sampai di depan lestoran setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit.


"kita duduk disini saja."kata Dea.


Adriana dan Dea akhirnya duduk dan tak lama pelayan datang.


"maaf nona ini menunya silahkan."kata pelayan tersebut ramah.


"terimakasih."jawab Dea.


"kamu mau apa?"tanya Dea ke Adriana.


"saya mau pesan steak dengan potongan tenderloin dengan tingkat kematangan medium rare, minum nya jus delima."kata Adriana pada pelayan.


"saya mau spaghetti carbonara, minumannya jus lechy."kata Dea.


"iya."jawab Dea.


"kalau begitu mohon ditunggu ya nona saya permisi."kata pelayan tersebut pergi.


"Anya."panggil Dea


"hmm.."kata Adriana


"besok aku sudah mulai masuk kuliah."kata Dea.


"baguslah."jawab Anya.


"tapiii..."kata Dea ragu.


"tapi apa? kau hanya tinggal duduk manis belajar agar pintar apa susahnya?"tanya Adriana.


"keluarga ku."kata Dea


"saudara tiri ku kuliah disana."sambung Dea.


"bagus lah kau bisa memulai balas dendam mu."kata Adriana.


"hmmm apa boleh?"tanya Dea.


"siapa yang bilang tidak boleh?"tanya Adriana balik.


"tapiii...."


"asihhh kau masih percaya takdir?" tanya Adriana.


"apa kau mau terus diinjak-injak takdir?"tanya Adriana lagi.


namun Dea hanya diam.adriana akhirnya meletakkan ponselnya di atas meja.


"dengarkan aku, jangan pernah mengasihani orang yang tidak punya hati seperti ibu dan saudara tiri mu, cukup kasihani dirimu sendiri karena sejatinya orang yang paling dekat dengan mu adalah orang yang berpeluang besar menyakiti mu sama seperti ayah mu."kata Adriana.


"ayahku tidak salah Anya."kata Dea.


"dia bahkan tidak tahu jika ibu dan saudara tiriku memperlakukan aku dengan begitu kejamnya."kata Dea.


"ya setidaknya dia telah menghadirkan takdir buruk dalam keluarga kalian."kata Adriana.


"sekarang belajarlah agar pintar jadilah hebat agar tidak mudah ditindas."kata Adriana.


"iya Anya."jawab Dea.


dan akhirnya makan pun datang. setelah menghabiskan makanan,mereka akhirnya pulang ke mansion.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹