
Adriana melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga dia dan kelima lelaki tampan tersebut masuk ke mansion mewah milik Adriana.
"turunlah kita sudah sampai." kata Adriana
"kita dimana? untuk apa kita kesini?"kata Jimi
"welcome to my mansion." kata adriana merentangkan tangannya dengan wajah yang masih terlihat datar.
"siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu mau menolong kami?" kata Agus
"namaku Adriana Zevanya,alasan ku menolong kalian karena aku juga butuh kalian." kata adriana.
"membutuhkan kami? tidak mungkin kamu membutuhkan orang seperti kami."kata Tirta
"aku mau membuat geng mafia dan perusahaan jika kalian tidak mau membantu maka kalian akan mati sekarang." kata adriana acuh tak acuh.
"jangan bercanda dengan kematian seseorang, karena banyak yang ingin hidup namun mati duluan." kata jordi.
"ha..ha.. kamu memang seperti malaikat namun kamu salah mengucapkan itu didepan iblis." kata Adriana memperlihatkan smriknya.
"aku hanya butuh satu jawaban kalian iya atau tidak, jika tidak mau membantu ku maka jangan salahkan aku membunuh kalian." kata Adriana.
"kau memang gadis pemberani,kami akan membantu mu." kata Agus yang di iya kan oleh saudaranya yang lain.
"bagus kita bisa memulai dari membuat geng mafia terlebih dahulu." kata Adriana tersenyum.
"aku akan menjadikan geng kita menjadi geng mafia terkuat dan tak terkalahkan namanya adalah red fox." kata Adriana tersenyum mengerikan.
"kenapa kamu memilih kami?" tanya jidan.
"Karen masing-masing dari kalian menguasai 3 jenis bela diri dan beberapa senjata IQ kalian juga diatas rata-rata." kata adriana.
3 jenis beladiri yang di miliki kelima bersaudara itu adalah karate,judo,dan taekwondo.
tak lama datanglah Triyas menghampiri mereka.
"dari mana saja kamu Anya? kau membuat ku khawatir, kakek mu sudah menitip kan mu pada ku." tanya Triyas khawatir.
"Uuuh paman sekarang aku tidak ingin berdebat aku lelah aku ingin istirahat." kata Adriana.
"tolong antar kan mereka ke kamar mereka masing-masing mereka adalah kakak ku." kata Adriana membuat kelima bersaudara tersebut tersentuh.
Adriana berjalan ke kamarnya tidak memperdulikan tatapan 6 pasang mata yang melihatnya.
"maaf kan sifat dan sikap Anya yang seperti itu,saya harap kalian bisa memahami nya." kata Triyas.
"tidak apa-apa paman"kata Tirta tersenyum.
"nama saya jidan,mereka adik-adik saya, yang ini namanya Agus,yang ini Jordi,ini Tirta,dan yang ini Jimi." kata jidan memperkenalkan dirinya dan adik-adiknya.
"baik lah kalian bisa memanggil ku paman Triyas seperti Anya, aku bertugas mengatur semua keperluan Anya dan menjaga Anya." kata Triyas memperkenalkan diri.
"iya paman." kata 5 bersaudara tersebut serentak.
"aku akan mengantar ke kamar kalian masing masing mari." kata Triyas
"ini adalah deretan kamar kalian, kalian bebas memilih kamar yang mana." kata Triyas.
"baik paman."kata mereka serentak.
"kalian istirahat lah sebelum makan malam kita akan makan malam bersama." kata Triyas pergi meninggalkan mereka.
dan kelima bersaudara tersebut membagi kamar mereka masing-masing dan istirahat.
sedangkan didalam kamar Adriana sedang bergulat dengan laptopnya dia mencari informasi mengenai mafia yang akan di serang nya besok malam.
Adriana akan memulai semuanya besok malam karena waktunya hanya tiga tahun. setahun ke depan dia akan fokus untuk membuat geng mafia dan 2 tahun kemudian dia akan fokus membangun perusahaan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers π
dukung author ya dengan cara like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian π
maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author.
annyeong π