ADRIANA

ADRIANA
part 47



setelah triyas selesai menceritakan semua tentang masa lalu Adriana membuat Jidan,Tirta,Jimi,Jordi,Agus,dan Dea merasa sedih.


"ternyata Anya lebih menderita dari aku."kata Dea menangis,Jordi dan Jimi berusaha menenangkan Dea.


"apa itu yang membuat Anya menjadi seperti ini?"tanya Jidan.


"iya,itu sebabnya aku tidak pernah menghalangi apa yang ingin dia lakukan dan aku juga sudah berjanji pada adijaya untuk selalu menjaga nya."jawab triyas.


"ku pikir hanya ada satu keluarga yang gila di dunia ini,tapi ada beberapa dan sialnya kita yang jadi korban mereka."kata Tirta dingin.


"aku tidak bisa membayangkan perlakuan mereka pada Anya kita."kata Agus menunduk.


"sudahlah, jika Anya tahu kita seperti ini dia pasti akan marah sebaiknya kita istirahat sebentar lagi waktu makan malam tiba."kata Jordi dan semua akhirnya pergi kekamar masing-masing.


di kamar Adriana saat ini dia sedang sibuk dengan laptopnya untuk memajukan perusahaan nya karena dia harus cepat.


dia mulai mengirim email pada beberapa perusahaan terkenal untuk menjalin kerjasama dan dia juga menanam saham di sana.


tentu ada beberapa perusahaan yang meremehkan perusahaan nya karena baru hari ini di buka namun Adriana sedikit bermain licik.


dia mengancam akan membocorkan rahasia perusahaan mereka jika tidak mau bekerja sama, hal itu di lakukan Adriana karena ada beberapa perusahaan yang melakukan hal yang curang dalam berbisnis.


namun ada satu perusahaan yang tetap kekeh tidak mau menjalin kerja sama dan tetap meremehkan Adriana.


"hahahaha lucu sekali,kita lihat saja apa yang akan terjadi besok pagi, aku yakin kau pasti akan mengemis pada kakak ku."kata Adriana membocorkan skandal dari direktur utama perusahan Cleo.


"sudah cukup pekerjaan hari ini, kurasa aku butuh udara segar."kata Adriana pergi berganti pakaian dan siap keluar mansion.


Adriana mengendarai mobilnya menuju bar terbesar di kota tersebut, entah apa yang akan di lakukan.


sesampainya disana Adriana turun dari mobil dan memasuki bar dengan elegan,dia berjalan ke arah bartender.


"aku ingin minuman yang kadar alkoholnya tidak terlalu tinggi."kata Adriana.


"tunggu sebentar nona."kata bartender sersebut.


Adriana menunggu minumannya dengan menikmati musik dan suasana yang ada di dalam bar.


****


di mansion keluarga Kusuma saat ini Devano dan Gilang sudah bersiap-siap untuk pergi.


Devano keluar dari kamar nya dan bertemu dengan Gilang.


"kita jalan sekarang."kata Devano.


"kalian mau kemana?"tanya Sintya.


"main."jawab Gilang dan Devano bersamaan.


"aishhh kalian ini,mama suruh kalian nikah.saat ini bukan waktu nya kalian untuk bermain main lagi."omel Sintya.


"sudahlah ma."kata Devano.


"kami pergi dulu ma."kata Devano dan Gilang mencium Sintya bergantian dan berlay keluar.


"dasar anak-anak nakal."gerutu Sintya.


Devano dan Gilang akhirnya pergi dan butuh waktu 40 menit untuk sampai bar yang mereka tuju.


sesampainya disana Gilang duduk di tempat biasa dia dan Devano duduk namun Devano memilih ke bartender.


"minuman kadar alkohol tinggi."kata devano.


"tunggu sebentar tuan muda."kata bar tender tersebut.


devano menunggu minumannya dengan memainkan ponsel dan tidak sadar jika perempuan yang ada di sebelahnya adalah Adriana.


hingga ada beberapa pria menghampiri Adriana.


"hai cantik sendirian aja."goda pria satu yang di ketahui bernama Rangga.


Adriana tidak menghiraukan nya dia masih sibuk dengan ponselnya.


Rangga mengambil ponsel Adriana yang membuat Adriana menatap nya tajam.


"hahaha jangan menatap ku seperti itu cantik."kata Rangga


"kembalikan ponselku."singkat Adriana.


"kamu mau ponsel mu?"tanya Rangga.


Adriana hanya menatap Rangga malas.


"jika kau ingin ponselmu temani aku malam ini."kata Rangga songong.


"aku tidak punya banyak waktu.kembalikan ponselku."kata Adriana ingin merebut ponselnya tapi Rangga melempar nya ke temannya begitu seterusnya.


"kamu lelah cantik? menyerahkan dan temani aku."kata Rangga ingin menyentuh Adriana namun Adriana menghindar dan menampar Rangga.


"dasar jalang kurang ajar."bentak Rangga tidak terima karena di tampar.


"kembalikan ponselku atau kau akan menyesal."kata Adriana.


"sekali lagi kembalikan."kata Adriana.


"kamu mau ini?" Rangga akhirnya membanting ponsel Adriana hingga hancur.


"kauuuu."geram Adriana berjongkok mengambil ponselnya yang sudah hancur.


Rangga menggunakan itu sebagai kesempatan,dia menarik baju Adriana hingga robek yang membuat kesabaran Adriana benar-benar habis.


Adriana ingin bangkit namun teman-teman Rangga lebih dulu memegang kedua tangan Adriana.


"dasar bedebah sialan lepaskan aku."bentak Adriana.


namun teman-teman Rangga tidak mendengarkan Adriana.


Rangga pun mendekati Adriana dan ingin merobek sisa baju Adriana.


namun satu gelas melayang kearah kepala Rangga yang membuat Rangga marah.


"sialan,siapa itu?"kata Rangga marah.


"aku."kata Devano.


"dasar b******n."kata Rangga menyerang Devano.


aksi serang menyerang pun di mulai hingga Rangga terjatuh dengan keadaan babak belur.


"kau bukan lawan ku."kata Devano menghampiri Adriana.


namun Rangga tidak terima dan menyuruh semua menyerang Devano karena bar ini merupakan bar milik papanya Rangga.


semua orang menyerang Devano.melihat hal itu Gilang langsung menolong Devano.


"sial kenapa kau harus membuat masalah."teriak Gilang di sela-sela perkelahiannya.


"habisi saja mereka."teriak Devano.


melihat yang terjadi Rangga mengambil kesempatan untuk menyerang Adriana namun dilihat oleh Devano.


Devano akhirnya menyerang Rangga dan melindungi Adriana di belakang nya.


saat ini Adriana tidak bisa melawan karena baju yang ia kenakan hampir robek semua dan dia sedang berusaha menutupi tubuhnya.


pertempuran di dalam bar tersebut terus terjadi hingga pertempuran di menangkan oleh Devano dan Gilang.


"dengarkan aku, aku Devano Triya Kusuma akan Pastikan bar ini dan Dirly crop akan hilang besok pagi."kata Devano dingin.


semua orang yang masih sadar mendengar kata-kata Devano gemetar ketakutan ternyata yang mereka hadapi adalah Devano Triya Kusuma begitupun Rangga.


"tuan Devano tolong maaf, maaf kan aku."kata Rangga memegang kaki Devano.


Devano tidak menjawab dia malah melempar koin dan itu berhasil membuat semua orang berusaha keluar dari bar tersebut karena mereka tahu sebentar lagi bar tersebut akan meledek.


melihat Adriana sedang kesusahan menutupi tubuhnya Devano memakai kan Adriana jasnya.


"kita pergi sekarang."kata Devano membawa Adriana pergi dan di ikuti oleh Gilang.


bar terbesar di kota tersebut meledak setelah Devano Adriana dan Gilang keluar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong ๐Ÿ‘‹