
mendengar jawaban Riza membuat Adriana penasaran dengan cepat dia membuka pintu dan ternyata di dalam Devano tengah meeting bersama seorang wanita dengan penampilan sangat terbuka.
Adriana menghembuskan nafasnya kasar melihat reaksi Devano yang biasa saja saat dia membuka pintu.
"apa meeting nya penting?"tanya Adriana.
"penting."jawab Devano singkat karena dia masih marah pada Adriana.
"apa penting?"tanya Adriana tegas sekali lagi membuat Devano menatap Adriana
"kamu tahu aku sangat tidak suka mengulang perkataan ku Devano Triya Kusuma." kata Adriana membuat perempuan yang meeting bersama Devano menatap Adriana tidak suka.
"lalu kamu mau apa?"tanya Devano.
"haaah."Adriana keluar dari ruangan Devano karena mungkin emosi nya bisa meledak di sana.
sebenarnya Adriana tidak begitu peduli pada perempuan yang meeting bersama Devano itu namun hari ini benar-benar menguras emosi nya.
biasa saja perempuan itu mati di sana jika Adriana tidak segera pergi, padahal itu yang di inginkan Devano dia muak melihat perempuan yang ada di depan nya itu dia terlihat seperti ******.
Devano tidak mengejar Adriana karena berpikir Adriana mungkin pulang padahal tidak Adriana pergi ke markas Redfox untuk menenangkan dirinya.
sekarang pembahasan masalah anak sangat sensitif di pendengaran nya di tambah lagi Devano pasti akan marah jika dia membahas masalah anak.
setelah sampai di markas Redfox Adriana merebahkan dirinya di kamar kosong yang lama dia tinggalkan.
kamar yang masih terawat tidak berubah sedikitpun, Adriana merasa pikiran nya sedikit tenang di sana.
hingga suara ketukan pintu terdengar.
tok...tok..tok...
"Anya."panggil Agus dari luar kamar tersebut.
"aku sedang tidak ingin di ganggu kak."kata Adriana yang di denger Agus.
"apa kamu baik-baik saja?"tanya Agus yang akhirnya membuat Adriana keluar kamar mau tak mau.
"tidak."Adriana menyenderkan kepalanya pada dada bidang kakak nya itu.
"siapa?"tanya Agus.
"hanya pikiran ku."jawab Adriana.
"istirahat lah jika kamu ingin istirahat."Agus mengelus rambut adik kesayangannya itu.
"apa ada yang sedang di eksekusi?"tanya Adriana.
"kenapa?"tanya Agus.
"hanya ingin."jawab Adriana.
"apa kamu yakin setelah sekian lama?"tanya Agus.
"hmm." Adriana pergi ke ruang penyiksaan.
ternyata di sana ada Maxim yang sedang mempersiapkan semuanya.
"max."panggil Adriana.
"nona Adriana."Maxim menatap Adriana tak percaya.
setelah dua tahun dia tidak melihat Adriana di ruangan ini sekarang dia melihat nya lagi.
"apa dia orang nya?"tanya Adriana yang di angguki Maxim.
"kak aku mengambil mainan mu hari ini."Adriana tersenyum.
"Anya."panggil Agus tidak yakin.
Maxim melihat agus mencari jawaban atas tanda tanya di kepalanya dan Agus mengangguk sebagai jawaban.
"haaah malang sekali nasib mu bertemu dengan nona Adriana."Maxim melihat orang yang tengah terduduk di lantai dengan tangan dan kaki di rantai itu.
"apa kesalahannya?"tanya Adriana.
"it...."
sebelum Maxim sempat menjawab Adriana sudah mencambuk orang itu tanpa perasaan membuat nya berteriak kesakitan.
Maxim mengalihkan pandangannya saat melihat Adriana mencambuk dengan wajah tanpa ekspresi.
"apa dia pembunuh bayaran?"tanya Adriana sekali lagi mencambuk orang itu hingga ruangan tersebut penuh dengan suara rintihan yang menyakitkan.
Maxim tidak menjawab dia masih mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Maxim apa sekarang kamu tuli?"tanya Adriana mengambil kucing yang ada di atas meja sebelah nya.
lalu Adriana membuka rantai yang mengikat kaki dan tangan orang itu membuat Agus refleks mengangkat pistolnya.
"aku tidak suka melawan manekin." Adriana melempar pedagang pada orang tersebut.
"Anya apa yang kamu lakukan?"tanya Agus.
"jadilah penonton yang tenang aku tidak suka keributan." Adriana mengambil pedang untuk dirinya sendiri.
"aku tidak tahu siapa yang kamu targetkan,tapi sekarang aku butuh pelampiasan jika kamu berhasil mengalahkan ku kamu bisa pergi dari sini tapi jika tidak maaf sepertinya ikan peliharaan ku belum makan seharian." kata Adriana mendekati orang yang di eksekusi tadi.
"dasar gadis bodoh." hina orang tersebut yang membuat Adriana tertawa mengerikan.
"hahahaha rasanya sudah lama."
orang tersebut langsung menyerang Adriana namun sayang Adriana adalah Adriana dia masih tetap sama hanya saja sekarang dia bisa mengontrol emosi nya sedikit karena dendam pada dirinya sudah tidak ada.
"cih kamu tidak seru." Adriana tanpa aba-aba memotong kepala orang tersebut hingga bergelinding tepat di bawah kaki Maxim.
Maxim yang menyadari itu merasa semakin ngeri,sudah lama dia tidak melihat hal semacam itu jika biasanya Agus atau keluarga AZ yang lain hanya menusuk orang yang merasa eksekusi sampai mati atau mencambuk bahkan menyiksanya secara mental tidak dengan Adriana dia sangat suka memenggal kepala orang yang dia eksekusi setelah nya dia pasti memotong-motong bagian Tubuh orang tersebut lalu memberikannya pada hewan peliharaan nya.
dan benar saja Adriana melakukan nya sekarang tubuh orang tadi benar-benar terpisah sekarang.
"Maxim berikan ikan kesayangan ku makan."Adriana mendekati Agus yang bersandar di dinding sambil bersedekap menatap nya.
"apa sudah puas?"tanya Agus,Adriana tersenyum memeluk Agus sebagai jawaban.
"bersihkan dirimu kamu seperti habis mandi darah sekarang."Agus mengacak-acak rambut Adriana.
Adriana pergi di ikuti Agus dari belakang sedangkan Maxim tengah tertekan menatap orang yang baru beberapa menit yang lalu masih hidup dan utuh kini sudah tidak berbentuk lagi.
"seperti nya nona Adriana mengetahui target mu siapa."Maxim menggelengkan kepalanya.
sedangkan di mansion Devano sekarang sudah pulang, dia mencari Adriana di setiap sudut mansion namun dia tidak menemukan nya karena Adriana belum pulang.
Devano mencoba menghubungi Adriana namun tidak di angkat hingga suara mobil membuat nya keluar.
ya itu adalah Adriana yang di antar oleh Agus.
"hati-hati kak."Adriana melambaikan tangan nya saat Agus pergi mengendarai mobil nya keluar mansion.
"honey kamu habis dari mana?"tanya Devano.
"main."jawab Adriana masuk ke dalam di ikuti Devano.
"apa kamu marah?"tanya Devano lagi.
"untuk apa aku marah?"tanya Adriana masuk setelah sampai di kamarnya.
"honey."panggil Devano.
"hmm."
"mama sudah menceritakan semuanya." ujar Devano yang membuat Adriana menatap nya.
"tapi aku masih tetap pada pendirian ku, kamu istri ku mama tidak akan merasakan sakit yang akan kamu alami nanti nya jika hamil."Devano masih dengan pendiriannya.
"mama sudah merasakan nya Dev dan mama baik-baik saja sekarang bukan?"tanya Adriana.
"tetap saja, kamu bukan pabrik pembuat anak,aku juga tidak membutuhkan nya kita bisa mengadopsinya bukan? itu pilihan yang tepat untuk kamu tidak merasakan rasa sakit."ujar Devano.
"Dev aku ingin memiliki nya karena aku mampu,aku bisa menahan rasa sakit nya." Adriana benar-benar merasa lelah dengan sikap Devano yang terlalu over protective pada nya.
"tapi ak..."
"Dev kamu hanya perlu menemani ku dan selalu ada di sisiku, mungkin sekarang anak tidak begitu penting di mata mu tapi itu penting untuk masa depan kita."Adriana memegang pipi Devano mencoba memberikan nya pengertian.
"kita tidak selamanya akan seperti ini Dev,aku ingin seorang bayi yang keluar dari rahim ku sendiri aku sangat ingin merasakannya." ujar Adriana bersungguh-sungguh.
"baiklah tapi hanya satu kali saja."akhirnya Devano mau mendengarkan Adriana.
"terimakasih."Adriana memeluk Devano dan Devano membalasnya dengan erat.
"tapi mereka harus bertanggung jawab atas rasa sakit hati mu hari ini."ujar Devano tiba-tiba.
Adriana mengerutkan alisnya tidak mengerti.
"jangan berpikir aku tidak tahu apa saja yang kamu lakukan dan kamu bertemu siapa saja dan membicarakan apa saja hari ini."kata Devano dan Adriana hanya tersenyum.
"Dev kamu seperti nya terlalu kejam pada perempuan itu."kata Adriana Kini yang membuat Devano sekarang mengerutkan alisnya.
"kenapa membuat perusahaannya hancur?"tanya Adriana.
"seharusnya dia bersyukur karena aku tidak membunuhnya seperti kamu mengeksekusi orang hari ini." jawab Devano.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉