ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 25



cukup lama Devano menunggu Adriana bangun sendiri bahkan bergerak sedikitpun Devano tidak karena takut Tidur Adriana terusik.


akhirnya Adriana membuka matanya, orang pertama yang dia lihat adalah suami tampan nya yang tengah sibuk sendiri dengan handphone nya karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan.


"morning Dev." ucap Adriana dengan suara khas bangun tidur miliknya yang membuat Devano candu.


"morning honey." Devano mengecup bibir Adriana sebagai morning kiss.


"ayo mandi, kamu harus sarapan." dengan suara lembut Devano mengelus lembut rambut Adriana.


"kita Dev bukan aku saja."


"hmmm."Devano berdiri lalu menggendong Adriana ke kamar mandi.


"Dev apa waktu sarapan masih ada? kenapa mama tidak membangun kan kita?" tanya Adriana saat Devano membantu nya duduk dan mulai menyalakan shower.


"mungkin dia tidak mau membangun kan menantu kesayangan nya karena jika aku sendiri dia akan menghancurkan isi rumah agar aku segera bangun." canda Devano sambil membantu Adriana keramas.


"kalau begitu besok aku akan tidur dengan mama dan membuat mama membangun kan mu." tawa Adriana yang membuat Devano berhenti sejenak karena takjub.


meski sudah dua tahun menikah Devano selalu takjub jika melihat Adriana tersenyum apa lagi tertawa, suara khas bangun tidur milik Adriana selalu menjadi candu nya, apapun yang di lakukan Adriana meski sedang mengeksekusi mainannya pandangan nya tidak akan lepas dari Adriana.


"kamu memang akan tidur dengan mama nanti malam." kata Devano membuat Adriana mendongak menatap nya.


"aku akan pergi ke negara B honey proyek yang sedang aku tangani dan bekerja sama dengan Randi farm itu mengalami masalah para vendor keberatan dan ingin bertemu dengan ku secara langsung." jelas Devano hati-hati takut Adriana marah mengingat mood Adriana yang sedang hamil sekarang.


"aku ikut." Adriana memeluk Devano membuat baju Devano basah.


"jika kamu tidak hamil aku akan menyuruh mu ikut sebelum kamu meminta tapi kali ini aku tidak bisa honey aku sudah membaca beberapa soal kehamilan di internet dan kehamilan trimester pertama rentan jika kamu berpergian jauh."


"hmm baiklah."


"apa kamu tidak marah?"tanya Devano.


"tidak." ucap Adriana.


"kenapa aku harus marah jika aku bisa pergi menyusul mu sendiri."sambung Adriana dalam hati lalu tersenyum.


Devano akhirnya melanjutkan aktivitas nya membantu Adriana mandi hingga selesai berpakaian baru dia mandi.


setelah mereka berdua siap akhirnya mereka keluar kamar pergi menuju meja makan yang ternyata ada Sintia di sana.


"ah kalian sudah bangun, sini sayang duduk di sini." Sintia menarik kursi untuk Adriana.


"tidak perlu sampai seperti itu ma."senyum Adriana.


"tidak apa, oh iya ini mama buatkan bubur untuk kamu mama juga tidak lupa membuat kan kmu salat buah tadi malam mama tidak sengaja mendengar jika kamu ingin memakan anggur mama sudah menaruh banyak anggur di dalam nya." Sintia memegang pundak Adriana.


"terimakasih ma mama memang yang paling mengerti." sebenarnya Adriana sedang menyindir Devano mengingat kejadian semalam dan sekarang dia kesal lagi.


"makanan untuk mana ma?"tanya Devano.


"ya ampun mama lupa membuat kan untuk mu." Sintia memegang kepalanya.


"Desi tolong buatkan tuan nasi goreng omlet."


"tidak-tidak aku hanya butuh salat sayur."


"hmm baiklah Desi tolong ya."


"baiknya."


"mama ini bagaimana sih anaknya sendiri tidak di urus."gerutu Devano.


"kamu sudah besar dan punya istri jadi jangan menggerutu seperti anak kecil."


"hmm anak kecil." sindir Adriana.


"honey." kata Devano.


tiba-tiba Riza datang dan langsung menemui Devano yang sedang sarapan bersama Adriana.


"Riza kamu datang, ayo sarapan."ajak Sintia yang duduk di samping kiri Adriana.


"sudah nyonya terimakasih."


"apa kamu yakin? kamu terlihat semakin kurus pantas saja sampai sekarang tidak ada yang mau dengan mu." sarkas Sintia.


"ekhem maaf nyonya seperti nya saya tersinggung."


"bagus jika kamu tersinggung jadi cepat mencari istri atau kamu akan hidup sendiri sampai mati."


"kenapa kamu datang sekarang? bukan kah sudah ku bilang kita akan berangkat nanti siang?"tanya Devano.


"maaf tuan para vendor semakin mendesak karena terdapat beberapa korban akibat kecelakaan kerja."


"aishh sialan." kesal Devano.


"hubungi penanggung jawab proyek itu suruh mereka berkumpul aku akan mengadakan rapat, selidiki juga bahan-bahan yang mereka gunakan."


"baik tuan akan saya lakukan." Riza pergi ke ruang kerja Devano.


"honey, aku akan pergi sekarang dan mama tolong jaga istri ku." Devano mencium dua wanita kesayangannya itu.


"apa kamu tidak akan membawa baju?"tanya Sintia.


"tidak aku bisa membelinya nanti."


"terserah kamu saja." kata Sintia menghelai nafas.


setelah kepergian Devano Adriana masih setia menatap punggung suami nya yang pergi ke ruang kerjanya itu untuk menyiapkan berkas-berkas yang akan dia bawa.


"ada apa sayang?"tanya Sintia.


"seperti nya aku mengidam ma." ucap Adriana sedih.


"apa kamu menginginkan sesuatu? apa itu mama akan Carikan sekarang.


"aku juga ingin ikut ke negara B ma tapi Devano pasti tidak akan mengijinkan ku." wajah Adriana semakin di buat sedih.


"kamu tenang saja sayang kita akan pergi ke sana, mama akan menghubungi papa mu kita bisa mengenakan jet pribadi papa mu."


"benarkah ma?"Adriana antusias.


"tentu saja, apapun untuk mu dan untuk cucu mama."


"ah mama memang yang terbaik." Adriana memeluk Sintia.


sedangkan di negara B Randi dan Rindi tersenyum bahagia karena sebentar lagi umpan yang mereka lempar akan di makan mangsa tanpa mereka ketahui mangsa mereka adalah milik wanita yang di juluki iblis cantik berhati dingin.


"sebentar lagi Devano akan menjadi milikku sepenuhnya kak,dan kamu bisa memiliki wanita itu."


"ya kamu bisa memiliki Devano selama nya tapi aku tidak mau memiliki wanita itu untuk menemani ku selama nya karena kamu tahu aku tidak ingin terikat dengan satu wanita mencicipi nya lalu membuangnya akan sangat menyenangkan." Randi sedang membayangkan hal gila bersama Adriana.


"ah kamu memang hebat kak." puji Rindi.


mereka pun tertawa bahagia.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁