ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 35



sesampainya di Disney Adriana merasa takjub sendiri entah ini karena bawaan bayi atau memang Adriana sendiri yang merasakannya.


Dulu saat ingin pergi ke tempat bermain Adriana bahkan sembunyi-sembunyi dari mama dan neneknya agar bisa pergi meski terkadang dia ketahuan dan di marahi habis-habisan.


tiba-tiba Adriana tersenyum entah apa arti dari senyum itu.


"kenapa? apa ada permainan yang menarik perhatian mu?"tanya Devano.


"hmm tidak hanya saja aku ingin memakan gulali itu." Adriana menunjuk penjual gulali dengan antrian yang sangat panjang.


"Anya kamu tidak boleh terlalu mengonsumsi gula."tegur Jidan.


"ayolah kak hanya hari ini aku janji." Adriana mengeluarkan puppy eyes nya.


tanpa berkata apapun Agus langsung berjalan ke penjual gulali itu dan ikut mengantri.


saat Agus datang semua orang yang sedang mengantri memperhatikan nya tak terkecuali wanita yang mengantri bersama pasangan mereka.


Agus memanfaatkan wajahnya untuk menerobos antrian hingga tak butuh waktu lama Adriana sekarang sudah menikmati gulali nya.


"Agus kenapa kamu membeli kannya Anya tidak bo..."


"apa kakak bisa mengabaikan permintaannya?"Agus memotong perkataan Jidan.


"haaah sudahlah jangan berdebat lihat gulali nya sudah mau habis."lerai Tirta.


"kamu mau kemana setelah ini?"tanya Jordi mengelus rambut Adriana.


lalu pandangan Adriana beralih menatap beberapa orang yang cosplay menjadi princess.


"apa kamu ingin menjadi princess?"tanya Jimi.


"tidak boleh." Devano dengan cepat melarang Adriana sebelum Adriana sempat menjawab.


"ada apa dengan mu? biarkan saja jika Anya menginginkan nya apa kamu sekarang sudah tidak punya uang untuk membelikan anya gaun princess itu?"ucap Agus dengan wajah datar.


"aku bahkan bisa membeli toko bajunya jika Adriana menginginkannya tapi untuk mengenakannya di sini, di tempat banyak orang seperti ini aku tidak akan membiarkan nya."


"bukankah itu terlalu berlebihan?"kata Agus.


"cih dia pikir dia tidak memperlakukan Adriana berlebihan."Jimi mencibir Agus dalam hati.


"kamu tidak akan mengerti bagaimana rasanya karena kamu tidak memiliki istri."Devano menjawab perkataan Agus.


"yak kenapa kamu selalu membahas itu."Agus kesal.


"me...."


"diam."Adriana sedikit berteriak membuat Agus dan Devano diam.


"aku tidak mengatakan jika aku ingin mengenakan pakaian itu jadi diamlah."kesal Adriana.


"lalu kenapa kamu melihat orang-orang itu dengan mata yang berbinar?"tanya Jordi.


"iya katakan saja jika kamu ingin."ejek Jimi.


"aku tidak,tapi aku ingin kalian yang mengenakan nya."


"hah."semua orang terkejut dan menatap Adriana tidak percaya.


"Anya jangan bercanda dalam hal ini."kesal Jimi, membayangkan nya saja Jimi tidak bisa. bagaimana jika ada yang mengenali nya mengenakan pakaian princess itu image nya menjadi pria sejati dan playboy akan hilang apalagi jika ada media yang melihat nya.


"aku tidak bercanda, ayolah aku ingin melihat kalian mengenakan nya." rengek Adriana.


"tidak bisa."ucap Jimi cepat saat melihat kakak-kakaknya ingin mengiyakan kemauan Adriana.


"lihat lah baby uncle mu tidak mau menuruti keinginan mu."Adriana mengelus perutnya seakan mengadu pada anak-anak nya.


"tidak-tidak bukan seperti itu baby tapi uncle benar-benar tidak bisa, kamu tahu uncle adalah aktor terkenal dengan bayaran paling tinggi dan di juluki pria sejati apa kamu tega mencemarkan nama baik itu baby tolong mengertilah." Jimi dengan cepat berjongkok dan mengelus perut Adriana.


"Dev."Adriana mulai berkaca-kaca.


"iya apapun itu."Devano akhirnya menyetujui permintaan Adriana.


"Dev kamu gila."teriak Jimi tidak terima.


"sudahlah kamu terlihat seperti benar-benar perempuan karena terlalu banyak bicara." ucap Jordi menepuk pundak Jimi.


"diam dan turuti saja, lihat tatapan kak Agus."ucap Tirta lalu Jimi menatap Agus.


"haaah reputasi ku." Jimi berjalan gontai.


setelah keterpaksaan Jimi dan ketulusan ke lima orang lainnya akhirnya setelah satu jam berganti pakaian dan makeup mereka semua sudah siap.


mata Adriana benar-benar berbinar saat melihat keenam laki-laki kesayangannya berdandan seperti princess.


"ayo kita pergi jalan-jalan."ucap Adriana antusias.


"Anya tolong stop sampai di sini."ucap Jimi terdengar pilu.


namun tidak di dengan Adriana dan yang lain melihat hal tersebut jimi mau tidak mau mengikuti mereka.


"awas saja bocah-bocah nakal itu."gerutu Jimi dalam hati.


akhirnya mereka benar-benar jalan-jalan hingga semua mata tertuju pada mereka tapi kali ini berbeda jika sebelumnya yang lebih memperhatikan mereka adalah perempuan sekarang sebaliknya para laki-laki memperhatikan mereka dengan tidak mengedipkan mata sama sekali.


namun kelima laki-laki tersebut seolah tidak peduli berbeda dengan Jimi dia benar-benar sangat malu sekaligus khawatir jika ada yang mengenali nya lalu menyebarkan di media.


"haaah kalian benar-benar cantik aku ingin mengabadikan momen ini." puji Adriana lalu mengeluarkan ponsel nya.


"ayo kita foto."


"Anya."ucap Jimi lirih.


"hanya sekali aku janji kak Jimi bisa melepaskannya setelah ini."mendengar hal tersebut membuat Jimi senang dan lega.


setelah seharian pergi bermain dan menuruti permintaan Adriana di luar nalar akhirnya mereka semua pulang.


sesampainya di mansion semua masuk ke kamar masing-masing tak terkecuali Devano dan Adriana.


"apa kamu baik-baik saja?"tanya Devano.


"iya aku baik-baik saja, rasanya aku sangat bahagia."Adriana memeluk Devano.


"syukurlah."


"akh..." Adriana meringis setelah merasakan perutnya keram.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁