ADRIANA

ADRIANA
part 54



pagi pun tiba semua orang yang berada di mansion AZ sudah terbangun dan sudah siap untuk sarapan tapi berbeda dengan Adriana.


saat ini Adriana masih tertidur dan enggan untuk bangun namun suara ketukan pintu terdengar membuat tidurnya pun terusik.


tok...tok...tok...


"Anya bangun..."kata Jordi mengetuk pintu.


"aku masih ngantuk kak kalian sarapan duluan aja."kata Adriana sambil memejamkan mata.


"Anya jika aku kembali ke ruang makan sekarang tanpa mu yang akan membangun kan mu kak agus dan kamu pasti tahu apa yang akan terjadi."teriak Jordi.


mendengar perkataan Jordi Adriana langsung bangun dan duduk.



"ya aku akan keluar sebentar lagi."kata Adriana.


"Baguslah."kata Jordi pergi dari depan kamar Adriana.


Adriana pun turun dari tempat tidurnya berjalan ke arah kamar mandi, setelah mandi dan rapi Adriana turun ke ruang makan. disana sudah ada triyas, Tirta, Jidan, Jordi, Agus, Jimi,dan Dea.



"morning."sapa Adriana.


"morning."sapa semua orang.


acara sarapan pun dimulai dengan hening hingga selesai.


Adriana ikut ke depan mengantar Jidan, Tirta dan Dea.


"apa kamu akan pergi?"tanya Jidan.


"seperti nya iya tapi nanti aku hanya ingin mengantar kalian ke sini."kata Adriana.


"kak mulai rencana kita hari ini aku sudah membuka jalan untuk kita bekerja sama dengan perusahaan kalian yang sekarang di pegang wanita ular itu."


"ya aku dan Tirta semalam juga sudah berhasil mengendalikan beberapa pemegang saham di perusahaan itu."kata Jidan.


"tapi jika perusahaan itu hancur apa tidak apa-apa?"tanya Adriana.


"tentu tidak apa-apa Anya. kami juga sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini selain kamu,paman triyas dan Dea."kata Tirta.


"tapi yang membangun perusahaan itu adalah papa kalian."kata Adriana.


"biar ini menjadi karma buat papa kami yang di buatkan cinta kepada wanita ular itu sehingga keluarga nya sendiri harus menderita seperti sekarang."kata Tirta.


"baiklah kalau begitu, semangat untuk hari ini karena hari ini adalah hari yang menyenangkan buat kalian setelah semalam kak Jordi dan kak Agus bersenang-senang."kata Adriana.


"ya Anya kami berangkat dulu."kata Jidan.


Jidan dan Tirta mengelus Kepala Adriana dengan lembut sebelum naik mobil.


"Dea kamu mau kemana?" tanya Adriana.


"kampus."kata Dea.


"berjalan?"tanya Adriana.


"iya."jawab Dea polos.


"kita sekarang menjadi mafia nomor dua di dunia dan sekarang dunia tengah heboh karena kita sedangkan kamu salah satu anggota dari redfox dan keluarga AZ jalan kaki ke kampus?"kata Adriana.


Dea diam mendengar Adriana.


"jangan seperti orang susah Dea,mobil di garasi banya kamu bisa menggunakan nya."kata Adriana.


"apa boleh?"tanya Dea polos.


"Dea ingin sekali aku mencincang tubuh mu dan membuat nya Sop."kata Adriana kesal.


Dea berlari ke bagasi sebelum Adriana benar-benar mencincang tubuh nya.


"haisss dasar anak kecil."gerutu Adriana masuk kedalam rumah.


sekarang Adriana menuju ruang rahasia yang ada di kamarnya.


sesampainya di sana dia duduk di kursi kerjanya dan mulai menyalakan laptop nya.


dia membantu Jidan dan Tirta karena sebentar lagi akan ada rapat penting mengenai proyek yang cukup menjanjikan.


selain untuk menjatuhkan Allen group Adriana juga menggunakan proyek yang sedang di perebutkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang ada di beberapa negara tersebut menjadi ajang untuk membuat AZ crop lebih disegani dan patut di perhitungkan di dunia bisnis.


saat ini di restoran bintang lima yang ada di negara A beberapa direktur utama perusahaan ternama dunia di antaranya AZ crop,Kusuma crop,dan Allen group sedang bersaing.


banyak perusahaan yang ingin bermain licik namun gagal dan sekarang tersisa AZ crop, Kusuma crop,dan Allen group.


setelah Kusuma crop dan Allen group sudah menjelaskan konsep proyek yang mereka buat sekarang giliran AZ crop.


Tirta mulia menjelaskan konsep dari perusahaan nya namun di tengah jalan ada yang meretas laptop dan presentasi nya hampir gagal namun dia tetap tenang dan mencoba memperbaiki nya.


Adriana yang sudah menduga apa yang akan terjadi pun membantu tirta dan presentasi nya berjalan lancar.


dan proyek yang di perebutkan kali ini di menangkan oleh AZ crop.


semua orang yang mengikuti rapat keluar dari ruang VIP lestoran tersebut termasuk Devano, Tirta,dan Levin.


Levin adalah saudara tiri dari Tirta, Jidan, Jordi, Agus,dan Jimi.


"ternyata kamu masih hidup."kata Levin menghadang Tirta.


"seperti yang kau lihat."kata Tirta dingin.


Tirta tidak menjawab Levin dan terus berjalan.


namun Levin sekali lagi menghadang nya.


"kamu jangan senang dulu karena memenangkan proyek ini."kata Levin.


"apa maksudmu?"tanya Tirta.


"bagaimana jika orang-orang tahu jika kamu adalah anak yang tidak di harapkan oleh ayah mu."kata Levin.


"tidak masalah."kata Tirta masih bersikap tenang.


"benarkah tapi jangan lupa rumor kalau kalian yang telah membunuh ayah kalian."kata Levin.


"hahahaha bukan kah itu ibu mu?"kata Tirta meledek.


"apa?"teriak Levin.


"jangan berpikir jika aku atau pun saudara ku tidak tahu jika ibu mu dan kau telah membunuh ayah ku. ooh satu lagi kau juga ingin membunuh ku bersama saudara-saudara ku."kata Tirta.


"hahaha ternyata kamu tahu,tapi sayang nya tidak akan ada yang percaya ucapan mu."kata Levin.


"benarkah kita lihat saja nanti."kata Tirta pergi meninggalkan Levin.


"sial."kata Levin marah dan menendang bunga yang ada di dekatnya.


Devano yang melihat dari kejauhan tersenyum dan pergi dari lestoran tersebut kali ini dia pergi ke AZ crop.


Tirta sudah sampai di AZ crop dan langsung pergi ke ruangan nya tak berselang lama Devano pun sampai dan turun dari mobilnya.


dia menuju ke resepsionis dan menanyakan letak ruangan Jidan dan Tirta.


namun resepsionis itu melongo tidak mengedipkan mata saat melihat Devano begitu pun beberapa karyawan yang ada disana.


Devano menjentikkan jarinya kepada resepsionis tersebut yang membuat nya seketika sadar.


"aku ingin bertemu dengan tuan Jidan dan tuan Tirta bisa kau beri tahu aku diamkan ruangan nya?"tanya Devano dingin.


"iii...iya dia akan mengantar anda tuan."kata resepsionis menunjuk rekan kerjanya.


"hmm."jawab Devano mengikuti orang yang akan mengantar nya.


sesampainya di ruang kerja Tirta dan Jidan Devano di persilahkan masuk oleh sekertaris dari Tirta dan Jidan.


Devano masuk dan di sambut oleh Tirta dan Jidan.


"selamat siang tuan Devano."sapa Tirta dan Jidan.


"selamat siang tuan Tirta dan tuan Jidan."sapa Devano menjabat tangan Tirta dan Jidan.


"silahkan duduk."kata Jidan.


mereka bertiga akhirnya duduk dan Devano berbicara terlebih dahulu.


"sebelumnya selamat telah memenangkan proyek tadi."kata Devano.


"ya terimakasih


"kata Jidan dan Tirta.


"kedatangan saya kesini ingin meminta restu kalian."kata Devano.


"restu?"tanya Jidan dan Tirta bersamaan.


"ya aku menyukai Adriana."kata Devano.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong ๐Ÿ‘‹