
waktu makan malam sudah tiba satu persatu orang di kediaman Adriana keluar dari kamar masing-masing dan yang pertama mereka lihat adalah Adriana yang sedang duduk-duduk menunggu mereka di meja makan.
"Anya..."kata Agus berlari ke arah Adriana.
Adriana hanya diam memperhatikan Agus yang sedang berlari menuju ke arahnya.
"aku sudah bilang kau istirahat dikamar aku yang akan mengantar makan malam kekamar mu."omel Agus.
sedangkan yang lain sudah duduk di meja makan memperhatikan Agus dan Adriana.
"duduklah."Adriana menyuruh Agus duduk.
Agus hanya diam tidak mau mendengarkan Adriana,hingga triyas memegang tangan nya mengisyaratkan untuk duduk.
"sebaiknya kita mulai makan."singkat Adriana yang membuat semua orang mulai menikmati makan malamnya.
Adriana menghabisi makan malam nya lebih dulu dari semua orang.
"aku menunggu kalian semua di ruang keluarga."kata Anya pergi.
setelah kepergian Anya semua orang saling menatap satu sama lain seolah-olah bertanya Adriana kenapa.
"sudahlah habiskan makanan kalian jangan menduga-duga kita akan tahu jawabannya setelah ini."kata Triyas.
semua orang akhirnya kembali memakan makanan mereka hingga habis dan bergegas keruang keluarga.
terlihat Adriana sedang memainkan ponselnya saat semua orang sudah datang.
"kenapa berdiri duduklah."kata Adriana.
"paman apa semua sudah siap?" tanya Adriana pada triyas.
"sudah Anya kau tinggal meresmikan nya."jawab triyas.
"kak Tirta apa anggota baru sudah kamu handle?"kata Adriana beralih ke Tirta.
"aku,Jimi,dan Dea sudah menghandle semua nya."jawab Tirta.
"terimakasih kalian semua sudah membantu ku."kata Adriana
"dan sepertinya aku akan selalu merepotkan kalian mulai sekarang."kata Adriana.
"kenapa berterimakasih?bukan kah kita keluarga."kata Jidan.
"ya kamu adik kami,kamu juga tidak merepotkan kami."kata Jordi.
"baiklah mulai sekarang aku tidak akan sungkan lagi."kata Adriana.
"paman kita akan meresmikan perusahaan kita satu hari lagi,dan aku tidak mungkin membiarkan paman terus bekerja untuk ku. paman akan diam disini karena aku ingin paman selalu ada jika aku pulang."kata Adriana.
"baiklah Anya apapun keputusan mu."kata Triyas.
"kak Jidan dan kak Tirta kau yang akan jadi wakilku di perusahaan,aku tidak ingin memperlihatkan diriku pd semua orang cukup mereka mengenalku pemilik perusahaan dan adik kesayangan kalian."kata Adriana.
"baiklah Anya."kata Tirta dan Agus.
"kak Jordi dan kak Agus aku mempercayakan redfox pada kalian."kata Adriana.
"hmm terserah kau saja."kata Agus.
"kak Jimi,kau akan menjadi pencari informasi.karena aku hanya mengandalkan mu untuk itu."kata Adriana.
"dan kau Dea kau hanya harus fokus pd kuliah mu,aku sudah mendaftarkan mu di universitas terbaik negara ini."kata Adriana memberikan berkas tentang kampus yang akan menjadi kampus Dea.
"tapi aku..."kata Dea terhenti.
"cukup jadi adik kami yang pintar agar kami tidak malu memiliki mu di keluarga ini."kata Adriana.
"adik? tapi umur ku sama dengan mu."kata Dea tidak terima.
"kau lupa kita berbeda 5 bulan? aku lebih tua 5 bulan dari mu."kata Adriana acuh tak acuh.
"huuh kau menyebalkan."kata Dea.
"dan aku akan mengerjakan semuanya."kata Adriana.
"Anya bukan kah kamu adik kami? seharusnya tugas mu hanya bermanja-manja kepada kami,kami tidak mau jika kamu Samapi terluka lagi."kata Agus.
"aku janji tidak akan terluka lagi."kata Adriana.
Adriana berjalan meninggalkan semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"selamat malam semua."kata Adriana sebelum menaiki tangga.
"dasar keras kepala."kata Agus.
"yaa dan itu menurun dari mu."kata semua orang meninggal kan Agus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โบ๏ธ
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐