ADRIANA

ADRIANA
part 14



pagi pun menjelang Adriana bangun dari tidurnya entah kenapa pagi ini Adriana merasa lebih tenang meski banyak yang harus dipikirkan dan di lakukan hari ini.


Adriana beranjak ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk sarapan sebelum memulai aktifitas nya.


"tok...tok.. Anya bangun lah sarapan." ucap Triyas dari luar kamar Adriana.


"hmm." jawab Adriana membuka pintu.


Adriana berjalan dan di ikuti Triyas dari belakang. sesampainya di meja makan seorang pelayan menarik kursi untuk Adriana.


"paman duduk lah temani aku sarapan." kata Adriana dengan sikap datarnya.


"tapi Anya..."kata Triyas


"jika paman masih menyayangi kepala paman duduklah." kata Adriana datar.


"baiklah.." kata Triyas pasrah.


Adriana dan Triyas makan dengan keadaan hening hinggap Adriana selesai memakan sarapannya.


"aku akan pergi keluar,paman boleh istirahat setelah ini." kata Adriana datar.


"kau mau kemana Anya? biar paman yang mengantar mu." kata Triyas


"tidak paman diam lah di rumah, jika aku mengetahui paman mengutus seseorang untuk mengikuti ku orang itu akan jadi makanan kita malam ini." kata Adriana datar.


"iya baiklah, kamu harus hati-hati." kata Triyas


Adriana tidak menanggapi kata-kata Triyas dia pergi menggunakan mobil sport yang ada di bagasi mansion nya.


"huuh tidak ku sangka cucu kesayangan tuan adijaya yang di ceritakan nya lemah lembut ternyata seorang psikopat." kata Triyas bergidik ngeri.


dijalan Adriana melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang dia melihat-lihat isi kota ini pandangan nya tertuju pada markas yang terlihat seperti gudang tua. dia menghentikan mobilnya dan berjalan ke gudang tersebut.


Adriana mengintip gudang tersebut ternyata ada 5 orang laki-laki tengah meminum minuman keras.


"menarik."kata Adriana memperlihatkan senyum smriknya.


Adriana membuka ponselnya dan mengotak Atik ponsel tersebut entah apa yang sedang ia lakukan namun setelah 10 menit dia mematikan ponselnya dan masuk kedalam gudang tersebut.


"hallo." kata Adriana


"siapa kamu?" tanya lelaki tampan 1.


"hallo jidan." kata adriana memanggil nama lelaki tersebut.


"kenapa kamu bisa tau nama kakak pertama." kata lelaki tampan 2.


"aku juga tau namamu Agus." kata Adriana datar.


"dan nama kalian Tirta,Jimi dan Jordi." sambung Adriana.


mereka berlima terkejut dengan segera kelima lelaki tampan tersebut mengambil sikap waspada.


"apa mau mu." kata jidan.


"ikutlah dengan ku." kata Adriana


"kami tidak mau." kata Tirta.


"apa maksudmu?" tanya Agus.


"aku sudah tau tentang kalian, kalian adalah anak dari seorang pengusaha, ibu kalian dibunuh oleh ibu tiri kalian dan ayah kalian membuang kalian karena hasutan ibu tiri kalian."


"kak dia mengetahui semuanya." kata Jimi berbisik pada kakak-kakaknya.


"aku hanya ingin membantu jika kalian tidak mau aku akan pergi." kata Adriana hendak pergi meninggalkan gudang tersebut.


"baik lah kami ikut dengan mu." kata jidan.


mendengar ucapan jidan Adriana tersenyum penuh arti.


"baik lah ikut lah dengan ku kita akan ke suatutu tempat." kata adriana berjalan


"iya." kata jidan,Tirta,Agus,Jordi,dan Jimi, bersamaan.


.


.


.


.


.


.


.


**hai readers πŸ‘‹


jangan lupa dukung author dengan cara like,komen, dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😊


jidan putra Allen**



Agus Putra Al



Jordi Putra Allen



Tirta Putra Allen



Jimi putra Allen



**sampai ketemu di up selanjutnya


annyeong πŸ‘‹**