ADRIANA

ADRIANA
part 65



Adriana melihat makanan yang Devano berikan dia mengambil sendok dan mulai memakan nya.


"kalian juga makanlah."kata Adriana hingga keluarga AZ dan Devano juga ikut makan.


namun saat sedang menikmati makanan mereka seorang tamu tak di undang mendatangi mereka.


"hai tuan Devano?"sapa wanita cantik yang berprofesi sebagai aktris tersebut.


semua orang menoleh pada wanita yang bernama Vivi itu.


tanpa di persilahkan duduk Vivi duduk di dekat Devano dan semua orang merasa geram kecuali Adriana.


Adriana hanya melanjutkan makannya.


"syukur lah kita bertemu disini,apa kamu kesini ingin menemui ku?"tanya Vivi tidak tahu diri melingkar kan tangan nya di tangan Devano.


"lepaskan."kata Devano dingin.


"kenapa? aku sangat merindukan mu."kata Vivi semakin tidak tahu diri.


Devano melihat Adriana dan yang lain sedang menikmati makanan mereka dan tidak menghiraukan Vivi dan dia padahal saat ini triyas dan yang lain sudah geram kecuali Adriana.


"aku bilang lepaskan."bentak Devano yang membuat semua orang m menghentikan makan mereka bahkan saat ini semua yang ada di ruang VIP itu sedang melihat ke arah Devano.


"tuan Devano."kata Vivi ketakutan.


"pergi sebelum aku benar-benar marah."kata Devano dengan tatapan dingin.


"tapi aku merindukanmu dan kamu pasti kesini untuk menemui ku kan?"kata Vivi mencoba merayu Devano dengan tidak tahu malunya.


"cih dasar tidak tahu malu."kata Adriana.


"siapa kamu berani bilang begitu?"kata Vivi.


"lepaskan tangan kotor mu dari kekasih ku."kata Adriana tanpa sadar.


semua orang termasuk Devano sangat terkejut.


"dia mengakui ku di hadapan banyak orang."gumam Devano tersenyum.


"apa? itu tidak mungkin tuan Devano tidak mungkin menyukai wanita seperti kamu."kata Vivi tidak percaya.


"tapi sayang dia menyukai ku dan sekarang menjadi kekasih ku."kata Adriana nyolot.


"tuan itu tidak benar kan?"kata Vivi memastikan.


"asihh kamu benar-benar memuakkan."kata Adriana mendorong Vivi hingga terjatuh, Agus dan yang lain tertawa keras.


"ka...kamu..."kata Vivi mencoba bangkit namun Adriana menginjak kaki Vivi dengan sangat keras.


"awww sakit..."kata Vivi meringis kesakitan.


"apa benar sakit?"tanya Adriana.


"dasar gilaa."teriak Vivi.


"bahkan aku bisa lebih gila dari ini."kata Adriana menggores wajah Vivi dengan pisau kecil milik nya yang selalu ia bawa.


"awwwww."teriak Vivi memegang wajahnya yang sudah berdarah.


"wajah berharga ku..."kata Vivi menangis.


"cepat panggil polisi wanita ini benar-benar gila."teriak Vivi.


semua orang sudah memegang ponselnya ingin menelpon polisi namun dengan cepat Devano memberi ancaman.


"silahkan saja jika polisi datang kalian akan mati mengenaskan."kata Devano membuat semua orang mengenaskan.


"tuan Devano kenapa kamu membela wanita gila ini?"tanya Vivi masih tidak tahu malu.


Devano menampar Vivi dengan keras.


"wanita yang kamu sebut gila ini adalah kekasih ku."kata Devano Dingin.


"a...apa?"tanya Vivi kaget.


"aku pastikan karier mu cukup sampai detik ini."kata Devano.


"ti...tidak tolong jangan."kata Vivi histeris.


"lagi pula siapa yang ingin menggunakan mu setelah wajah mu seperti ini."kata Adriana memegang dan menghempaskan dagu Vivi.


"sudahlah ayo kita pergi."kata Devano vpada Adriana dan yang lain.


semua pergi dan sengaja menginjak kaki dan tangan Vivi dengan keras kecuali triyas.


kini giliran Dea,Dea hanya diam menatap Vivi bukan karena kasihan tapi Dea mencari di mana dia akan memberikan sedikit goresan buat orang yang telah menghina dan berani menggoda kekasih dari saudara nya kini.


akhirnya Dea menemukan tempat yang bagus,dia menggoreskan garpu pada tangan Vivi dari atas sampai bawah, goresan tersebut seperti garis-garis lurus yang panjang.


"awwwww....sa...kiiit...."kata Vivi meringis kesakitan.


"ini hanya luka kecil Untung saja kakak ku tidak membunuh mu saat ini juga."kata Dea pergi mengejar yang lain.


pihak dari lestoran tersebut menelepon ambulance dan Vivi pun dibawa ke rumah sakit.


keesokan paginya pun telah beredar di semua sosial media bawah Vivi artis yang tengah naik daun dan sedang berada di puncak kepopuleran sedang berada di rumah sakit akibat telah mencoba menyinggung kekasih dari Devano Triya Kusuma,beberapa brand dan film yang sedang bekerja sama dengan vivi pun membatalkan kontrak mereka.


"bukan kah dia hanya artis pendatang baru? berani-beraninya dia menyinggung Devano Triya Kusuma."netizen1.


"aku juga sangat tidak suka dengan wanita itu dia benar-benar pantas menerima semua ini."netizen2.


"tapi apa kalian tidak penasaran dengan wajah dari kekasih tuan Devano?"netizen3.


"aku yakin dia pasti sangat cantik."netizen4.


begitulah beberapa komentar netizen tentang kasus Vivi dan masih banyak lagi komentar yang meng hate Vivi.


sedangkan saat ini Adriana, Devano dan keluarga AZ lainnya masih berada di kamar mereka masing-masih.


Adriana sudah rapi dengan pakaian nya, dia bersikap-siap untuk pergi ke suatu tempat.


saat membuka pintu kamar hotel Adriana bertemu dengan Tirta.


"Anya kamu mau kemana?"tanya Tirta.


"menyiapkan kado berikutnya."Jawab Adriana.


"apa perlu aku temani?"tanya Tirta.


"tidak perlu kak aku sudah menyiapkan nya hanya tinggal mengemas nya saja."kata Adriana.


"baiklah kalau begitu,tapi sebaiknya kamu sarapan terlebih dulu."kata


"aku tidak punya waktu kak."kata Adriana pergi namun dia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Tirta.


"jika kak Agus bertanya bilang saja sebelum pergi aku sudah sarapan."kata Adriana pergi.


Tirta hanya menggelengkan kepalanya.


benar saja tak berapa lama saat kepergian Adriana Agus datang ingin pergi kekamar Adriana tapi menemukan Tirta.


"kenapa?"tanya Agus.


"Anya sudah pergi."kata Tirta.


"kemana?"tanya Agus.


"entah tapi dia sudah sarapan."kata Tirta berbohong.


"huuuh baiklah ayo kita sarapan."ajak Agus.


Adriana saat ini sedang berada di dalam mobil dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti biasa menuju salah satu gedung kosong di daerah yang lumayan sepi.


setibanya di sana dia sudah di sambut oleh dua anggota redfox.


"selamat pagi nona muda."sapa Hendry dan will


"semua sudah ada didalam nona muda."kata Hendry.


Adriana langsung masuk kedalam dan di ikuti oleh Hendry sedang kan Will tetap berjaga di pintu masuk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong