
Adriana tetap terjaga hingga pagi, dia terus mengawasi perkembangan Agus dari mansion nya lewat Maxim.
semalam Agus tidak mau di tangani dokter hingga Adriana memutuskan untuk memberi tahu Tirta dan Jidan.
Tirta dan Jidan langsung datang ke markas saat itu juga untuk mengecek keadaan Agus.
setelah bujukan dan ancaman dari Tirta dan Agus akhirnya Agus pasrah dan ingin di tangani dokter.
Tirta dan Agus juga mempersiapkan diri mereka untuk berjaga-jaga jika Devano dan Gilang benar-benar akan menyerang Agus.
"dasar bodoh." maki Tirta.
"aku menyesal menyerahkan Adriana pada orang bodoh seperti Devano."kesal Tirta.
"ingat ini hanya salah paham jangan tersulut emosi dulu, Devano Adalah orang yang sangat Adriana cintai kita hanya harus memberitahu nya jika ini adalah salah paham." Jidan berusaha meredam emosi adiknya.
"kamu juga sangat bodoh Agus."maki Tirta kini beralih melihat Agus yang santai memainkan ponselnya seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"ya aku akui, tapi jika aku tidak melakukan nya Adriana bisa saja terluka."jawab Agus santai.
"seharusnya kamu memberitahu kami atau kamu memberi tahu Devano untuk berjaga-jaga."ujar Tirta.
"waktu ku tidak banyak,aku hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk menghentikan semuanya sebelum Adriana terluka, apa menurutmu Devano akan sempat mempersiapkan diri?."
"itu pun jika aku terlambat satu menit saja salah satu dari mereka akan menghubungi sekutu mereka untuk siap menyerang." jelas Agus tidak ingin di salahkan Tirta.
"sudahlah Tirta posisi Agus sangat mendesak, kita hanya perlu menjelaskan nya pada Devano." ujar Jidan.
"apa dia bisa menerima penjelasan kita begitu saja? tentu itu tidak mungkin."kata Tirta.
di markas Dragon saat ini Gilang dan Devano mempersiapkan anak buah mereka yang akan ikut menyerang markas Redfox.
suasana hati mereka berdua sedang tidak baik karena mendapat informasi dari Aron jika bukan hanya lima anggota nya yang di bunuh Agus ternyata empat puluh lima anggota nya juga menghilang yang dapat di pastikan Agus dan Redfox adalah pelaku nya.
"Agus benar-benar ingin cari mati."kata Devano marah.
"kali ini kita tidak bisa diam dia sudah mengibarkan bendera perang." Gilang juga sama marah nya dengan Devano.
"tapi tuan Nyonya Adriana juga bagian dari mereka jika dia tidak terim...."
"diam Aron jika kamu masih menyayangi kepala mu." ujar Devano dingin.
"persiapkan diri kalian kita akan menyerang markas Redfox nanti malam." Devano pergi meninggalkan ruang pertemuan menuju ruangan nya di markas tersebut.
Devano mengambil ponselnya di Atas meja lalu menghidupkan nya kembali setelah dia matikan semalam karena Adriana menelpon nya.
Devano tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada Adriana jika dia menjawab panggilan dari Adriana tersebut.
sekarang dia menghubungi Riza untuk memastikan Adriana tetap di mansion hingga semua nya selesai.
"hal...."
"tetap pastikan Adriana berada di mansion." potong Devano.
"iya tuan, penjagaan di mansion anda juga di perketat, nyonya Adriana juga tidak pernah keluar kamar dari semalam." jelas Riza.
"apa dia sudah sarapan?"tanya Devano.
"Maid mengantar sarapan ke kamar karena nyonya Adriana tidak keluar."
"baguslah tetap awasi dia." kata Devano memutuskan telpon nya sepihak.
"haaaah aku tidak tahu habis ini nasib ku akan seperti apa."keluh Riza di sebrang sana karena yakin dia tidak bisa menahan Adriana meski penjagaan di mansion sudah dia perketat.
sedangkan Adriana sekarang tengah sibuk dengan laptopnya, setelah mendengar penjelasan dari Maxim tadi malam dia mencari tahu siapa sekutu dari anak buah Devano yang berkhianat.
hingga dia menemukan fakta bahwa Eagle musuh bebuyutan dari Dragon. Eagle adalah salah satu mafia yang cukup di takuti di negara A meski jauh berada di bawah Dragon dan Redfox.
Eagle berniat mengadu domba kedua mafia besar tersebut untuk merebut posisi mereka.
mengetahui fakta tersebut Adriana tersenyum mengerikan, kali ini dia tidak bisa menahan diri lagi. cukup Agus yang terluka dalam hal ini dia tidak ingin orang-orang yang dia sayangi terluka lagi.
"Boy Stevano Anak dari tuan Stevano, dia membunuh ayahnya sendiri untuk menggantikan posisi ayahnya di dalam bisnis maupun di dalam dunia mafia. memiliki tiga istri dan satu anak yang baru saja di jual untuk kepentingan bisnisnya." baca Adriana.
"binatang pun akan marah jika di samakan dengan dia."kata Adriana.
"sampah seperti dia mati adalah kado terindah, wah tangan nya bagus sekali aku yakin Queen akan menyukainya, aku pikir satu kaki tidak cukup untuk buaya kesayangan ku kalau begitu dua saja, lalu kepalanya aku sangat tidak suka melihat wajahnya bagaimana kalo di buang ke laut saja?" kata Adriana memandang semua bagaian tubuh boy akan dia kemana kan saja.
"tapi mendengar suara nya kesakitan akan sangat menyenangkan."kata Adriana lagi.
Adriana bangun lalu membersihkan dirinya, setelah membersihkan dan mengganti pakaian dia memakan sarapannya lalu pergi menemui king singa kesayangan Devano.
"apa kamu mau ikut aku bermain?" tanya Adriana.
raoooorrrrr....
"hahaha aku pikir kamu mau." tawa Adriana.
"tapi kita harus melewati penjaga di sini dulu,apa kamu mau membantu ku?"tanya Adriana.
raooooorrrrrr....
"tenang lah ini belum saatnya, aku tinggal dulu saat sudah waktunya aku akan menemui mu lagi lalu kita akan bermain permainan seru."Adriana pergi berjalan ke satu ruangan rahasia di mansion itu.
"ternyata isinya banyak." gumam Adriana.
lalu dia mulai memilih senjata apa yang dia butuhkan setelah selesai memilih dia keluar lalu kembali ke kamarnya.
di dalam kamar tersebut Adriana menelpon Jimi.
"hallo baby."sapa Jimi.
"kak ingin bermain bersama ku?"tanya Adriana.
"main?"tanya Jimi.
"hmm."
"apa seru?"tanya Jimi.
"main bersama ku pasti akan seru,tapi jangan beritahu siapa pun." kata Adriana.
"kapan?"tanya Jimi lagi.
"sekarang kita akan bertemu di tempat yang akan aku tentukan aku akan mengirimkan mu alamat nya."
"tentu."
Adriana mematikan telpon nya lalu pergi ke tempat king berada lalu melepaskan nya dan mulai menjalankan aksinya.
dia berusaha keluar dari mansion di bantu oleh king, setelah berapa lama dia berhasil keluar meski anak buah Devano mengalami banyak luka.
"kamu juga harus di beri pelajaran Dev." Adriana tersenyum mengendarai mobil nya bersama dengan king.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉