
Tidak terasa waktu pun terus berjalan hingga Adriana terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 02.00 siang. Dia turun kebawah karena perutnya sudah mulai lapar.
sesampainya dibawah dia menuju dapur mencari makanan. Dan saat itu ternyata di dapur ada bi Marni salah satu asisten rumah tangga keluarga Adijaya.
"Bi Marni bisakah membuatkan ku makanan?" kata Adriana yang duduk di mini bar.
"iya nona muda anda mau dibuat kan apa?" tanya bi Marni.
"Aku mau nasi goreng saja bi jika tidak merepotkan." jawab Adriana
"Tidak merepotkan kok non ini sudah menjadi tugas saya." jawab bi Marni
"Terimakasih kalau begitu bi." ucap Adriana berterima kasih.
Tak butuh waktu lama bagi bi Marni untuk membuat nasi goreng untuk Adriana. kemudian bi Marni langsung menyajikan dan memberikan nasi goreng tersebut kepada Adriana.
"silahkan non." kata bi Marni yang melekat nasi goreng dihadapan Adriana.
"sekali lagi terimakasih bi." kata Adriana kepada bi Marni dan langsung memakan nasi gorengnya.
****
Di lain tempat Andinia sedang siap-siap untuk pulang dari mall. sesampainya di rumah Andinia melihat Adriana yang sedang makan dan dia langsung menghampiri Adriana.
"Kak Adriana bisa kah mengambil kan ku air aku sedang haus." kata Andinia yang menyuruh Adriana mengambilkannya minum.
"Tidak bisakah kau mengambilnya sendiri?" kata Adriana acuh tak acuh.
"Ayo lah kak aku sedang lelah dan kau tidak mau membantu ku." kata Andinia dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Baiklah nih." Adriana memberikan segelas air kepada Andinia.
Di saat Andinia akan meminum air yang diberikan Adriana, Andinia melihat Renata baru pulang. Andinia yang melihat sang mama baru pulang memikirkan ide licik di kepala nya.
Dia sengaja menyiram dirinya sendiri dengan segelas air yang diberikan Adriana dan memberikan gelas tersebut kepada Adriana.
"Aaaaah....." Kata Andinia berteriak sengaja.
Renata yang mendengar Andinia berteriak langsung menghampiri sumber suara.
"Astaga Andinia, kenapa dengan baju dan wajahmu?" Tanyanya kepada Andinia.
Andina yang melihat reaksi sang mama seperti itu tersenyum licik.
"Kak Adriana menyiram ku padahal aku hanya meminta tolong kepada nya untuk mengambilkan ku air." kata Andinia dengan wajah yang dibuat sedih.
"Aku tidak pernah menyiramnya maa.." katanya mengelak.
"Apa kamu pikir mama buta Adriana jelas-jelas kamu memegang gelas sekarang." bentak Renata.
"Sudah lah ma jangan menyalahkan kak Adriana, ini salah ku." ucap Andinia kepada Renata
"Kenapa kau membelanya sayang?" tanya Renata.
"Jelas-jelas dia menyiram mu." kata Renata lagi
"Lihat lah adik mu bahakan sekarang membela mu apa kau tidak malu Adriana?" kata Renata sekali lagi
"Tapi maah aku benar-benar tidak menyiramnya dia menyiram dirinya sendiri tolong percaya pada ku" kata Adriana memohon
"bahkan sekarang kau pandai mengelak Adriana, apa kau tidak malu dengan Adik mu bahkan dia menyalahkan dirinya sendiri atas kesalahan mu." bentak Renata sekali lagi.
Andinia yang melihat mamanya membentak Adriana tersenyum puas karena dia berhasil membuat Adriana dimarahi oleh Renata.
"Kamu ini kakak macam apa Adriana? Dasar anak tidak tau di untung, bahkan aku menyesal telah melahirkan anak seperti mu." kata Renata.
"Ayo sayang kita pergi, kau harus mengganti bajumu mama tidak mau nanti kamu sakit." ucap Renata lembut kepada Andinia. mereka pun pergi meninggalkan Adriana.
.
.
.
.
.
.
.
hai semua ๐
semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya ya. jangan lupa bantu like,komen dan favoritnya untuk membantu author agar lebih semangat lagi nulisnya..
MAAF JIKA ADA TYPO KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR ๐โบ๏ธ