
"sudah-sudah sebaiknya kita mulai sekarang."kata Tirta menengahi antara jidan dan Jordi.
"anya sebaiknya kau diam disini biar kami yang masuk terlebih dahulu."kata Jimi.
"huuh kau masih meremehkan ku kak?" sungut Adriana kesal.
"aku tidak me....."kata Jimi yang belum selesai namun di potong oleh Adriana.
"sudahlah aku akan masuk melalui pintu depan dan kalian pintu belakang."kata Adriana.
"tapi mereka..."kata jordi terhenti.
"apa kau juga meragukan ku kak?" tanya Adriana sinis.
"yayaya sebaiknya kita mulai sekarang kalian tidak perlu berdebat." kata Agus.
"dasar psikopat." kata Jimi mencibir Agus.
"baik lah kita mulai dari sekarang." kata jidan.
Adriana berjalan terlebih dahulu ke arah pintu depan markas genk mafia ke 5 itu dan yang lain ke arah pintu belakang.
Adriana melempar jarum kecil ke arah penjaga pintu tersebut yang mengakibat kan mereka mati di tempat.
"setidaknya mereka tidak mengotori tangan ku."kata Adriana menyeringai seram.
Adriana berjalan dan menendang pintu tersebut hingga pintu itu terbuka lebar.
semua orang yang ada di dalam terkejut oleh aksi Adriana. sebelum orang-orang itu sadar Adriana sudah menembak mereka dengan berutal.
"hahaha."tawa Adriana mengerikan.
"dasar sampah." sambung nya lagi.
sementara di pintu belakang kakak-kakak Adriana sedang bertarung melawan anak buah dari Robert ketua genk mafia ke 5 tersebut.
"menyerah lah."kata jimi memberi mereka saran.
"menyerah? memang nya siapa kalian? hahahaha dasar bocah ingusan."kata salah satu anak buah Robert.
Jimi ingin membalas perkataan dari pria tersebut namun Agus sudah menembaknya terlebih dahulu hingga membuat nya mati seketika.
"hahaha."tawa Agus menyeramkan membuat semua orang termasuk saudara-saudaranya bergidik ngeri.
sedangkan Adriana kini sudah didepan pintu ruangan tempat Robert dan ****** nya melakukan hubungan intim.
"ciih dasar tua Bangka." kata Adriana mendengar suara dari balik penjara pintu tersebut.
Adriana menendang pintu ruangan tersebut hingga rusak membuat Robert dan jalangnya terkejut. namun lagi-lagi Adriana tidak memberikan lawannya sadar dia menembak Robert dan ****** nya. seketika ****** tersebut mati namun tidak dengan Robert.
"siapa kamu dasar bocah sialan?" bentak Robert.
"hahaha aku adalah dewa kematian mu." kata Adriana tertawa mengerikan.
"membunuh ku? jangan bermimpi." kata Robert mengambil pistol yang ada di dekatnya.
sebelum Robert menembak Adriana, Adriana lebih dulu menembak nya bertubi-tubi hingga mati.
"kau sudah membuat kakek ku menderita sekarang nikmatilah kematian mu."sambung Adriana lagi.
Adriana menyeret mayat Robert ke tempat saudara-saudara nya dan anak buah Robert bertarung.
Adriana melempar mayat Robert kedepan anak buahnya.
"apa kalian tidak ingin menyerah?" kata Adriana datar.
"siapa kau?" tanya salah satu anak buah Robert gemetar ketakutan setelah melihat mayat sang boss.
"aku adalah dewa kematian kalian. jika kalian tidak mengikuti ucapan ku." kata adriana dingin dan datar.
"a...apa mau mu?" tanya nya lagi dengan nada yang bergetar hebat.
"jika kau mau ikut dengan ku akan ku biarkan kalian hidup tapi jika tidak neraka sedang menunggu kalian." kata Adriana dingin.
semua anak buah dari Robert yang tersisa saling menatap satu sama lain.
"ba..baik lah kami akan ikut dengan kalian." kata salah satu mewakili mereka.
"baik lah, siapa nama mu?" tanya Adriana menunjuk lelaki tersebut.
"nama ku alvin." kata lelaki bernama Alvin tersebut.
"baik lah kami bertanggung jawab kepada mereka." kata Adriana.
"kak Agus bawa mereka ke mansion sedangkan kak ,jordi,Jimi,Tirta,dan jidan kalian bantu aku mengambil senjata yang tertinggal." kata Adriana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers 👋
author up lagi niih ☺️
maaf lama up nya. author sibuk bangat akhir² ini karena banyak yang tertunda waktu author sakit kemarin.
untuk mendukung author jangan lupa like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian. makasih udah mau menunggu.☺️
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong 👋