
setelah makan malam selesai Adriana dan Dea akhirnya pamit pulang. Adriana dan Dea dia antar Devano.
meski sudah menolak dengan keras Adriana tetap kalah dan akhirnya Devano mengantar mereka pulang.
sesampainya di mansion keluarga AZ Adriana dan Dea turun dari mobil begitupun Devano.
"aku masuk dulu, terimakasih tuan Devano."kata Dea masuk kedalam rumah meninggalkan Adriana dan Devano.
"kenapa kamu keluar?"kata Adriana bingung karena Devano juga ikut keluar mobil.
"sepertinya aku akan mampir."kata Devano.
"tidak,sana pulang."kata Adriana ketus.
"apa aku tidak boleh mampir ke rumah kekasih ku sendiri?"tanya Devano.
"apa kekasih? siapa yang kekasih mu?"kata Adriana.
"apa kamu lupa? sepertinya aku harus mengingatkan mu."kata Devano memajukan wajahnya ingin mencium Adriana.
Adriana segera mendorong tubuh Devano.
"Yaya aku ingat jadi cepat pulang sana."kata Adriana.
"apa begitu cara mu memperlakukan kekasih mu?"tanya Adriana.
"aku lelah ingin istirahat sebaiknya kamu pulang."kata Adriana.
"Yaya.. aku pulang tapi besok kita akan bertemu lagi."kata Devano.
"no... kita tidak akan bertemu besok."kata Adriana.
"why???"tanya Devano.
"aku sibuk."kata Adriana.
"sesibuk apapun kamu besok jika aku bilang kita akan bertemu besok maka kita akan bertemu."kata Devano.
"terserah mu saja."kata Adriana malas.
"baiklah aku akan pulang sekarang, good night baby girls."kata Devano mencium Adriana secara tiba-tiba dan di lihat oleh Agus.
Agus memukul Devano tidak terima jika Adriana di sentuh oleh siapapun selain keluarga nya.
Adriana hanya diam menatap Agus yang memukul Devano tanpa ampun dan Devano hanya menghindar tanpa niat melawan.
"kenapa kamu tidak melawan sialan."teriak Agus.
"aku tidak ingin melawan kakak ipar ku."kata Devano tidak tahu malu.
"apa katamu? aku bukan kakak ipar mu brengsek."kata Agus lebih menyerang Devano hingga kini dia berhasil memukul Devano dan membuat beberapa memar di wajah tampan Devano.
bukan tanpa alasan Devano hanya ingin melihat reaksi Adriana saat ia di pukul namun reaksi yang di inginkan Devano tidak Adriana tampakkan, Adriana hanya diam melihat Agus yang kini benar-benar kesetanan.
hingga Triyas,Tirta, Jidan, Jordi, Jimi keluar dan mencoba menenangkan Agus.
"Agus stop."kata Jidan dan itu berhasil menghentikan Agus
"kenapa kamu menghentikan ku?"tanya Agus.
"sudah cukup ada apa sebenarnya ini?"tanya triyas.
"paman lihat laki-laki brengsek ini dia yang telah menembak Adriana waktu itu dan kini dia berani-beraninya datang kesini dan tadi mencium Adriana."jelas Agus yang kembali tersulut emosi.
triyas melihat Devano yang sedikit memiliki luka lebam karena Agus.
"bukan kah kamu Devano Triya Kusuma?"tanya triyas.
"ya itu aku."kata Devano.
"kenapa kamu bisa ada disini?"tanya triyas.
"aku mengantar kekasih ku."jawab Devano.
"siapa kekasih mu?"tanya triyas.
"Adriana."singkat Devano.
"apa?"teriak Jidan Jordi Agus Jimi dan Tirta.
"Anya bisa kamu jelas kan ini?"tanya Agus.
"hmm sebenarnya .... sebenarnya..."kata Adriana menggantung.
"sebenarnya dia kekasih ku.bukan kah tadi siang aku ke AZ crop untuk meminta restu mu kakak ipar?"tanya Devano melihat Tirta dan Jidan.
dan sekarang semua orang mulai melihat Tirta dan Jidan meminta penjelasan.
"ya kamu datang ke kantor untuk meminta restu pada ku dan Tirta tapi kami berdua tidak memberi mu Restu."kata Jidan.
jika di lihat ini jelas bukan Devano karena Devano yang di kenal orang-orang di luar sana tidak seperti ini.
Devano yang biasa nya tidak suka meminta, melakukan sesuatu sesuka nya,dan bahkan bisa membunuh musuhnya dengan siksaan yang sangat kejam hari ini meminta restu dari kakak-kakak Adriana.
semua orang menatap Adriana untuk meminta penjelasan.
Adriana menghempaskan nafasnya kasar sebelum menjelaskan semuanya.
"ya sekarang dia kekasih ku."jelas Adriana.
"tapi kalian tidak perlu khawatir jika dia mengkhianati dan menyakiti ku sedikit saja aku akan membunuhnya."kata Adriana yang membuat Devano menelan ludahnya.
"kamu tenang saja aku tidak akan pernah menyakitimu atau bahkan mengkhianati mu."kata Devano tulus.
"justru sebelum menyakiti mu kami tidak akan pernah merestui mu dengan dia."kata Jordi yang kini angkat suara.
"apa kamu pikir kami tidak tahu kamu? kamu bisa mendapatkan wanita manapun yang kamu mau? kenapa harus Adriana."kata Jordi yang kini benar-benar serius karena biasanya dia adalah pencair suasana.
"ya aku memang bisa mendapatkan wanita manapun tapi aku yakin kali ini, Adriana wanita yang berbeda aku mau dia menjadi satu-satunya wanita yang akan menemaniku hingga aku mati."kata Devano bersungguh sungguh.
"kamu bahkan tidak mengenal dia sebelumnya bagaimana kamu bisa seyakin ini?"tanya Jordi.
"ya aku memang belum lama mengenal nya tapi apa kalian lupa aku siapa? aku dengan mudah bisa tahu semua tentang dia bahkan untuk masalahnya pun aku tahu."kata Devano.
"kak sudah lah."kata Adriana.
semua orang menatap Adriana.
"aku tahu kamu tidak mencintainya Anya tapi kenapa kamu mau menerima nya?"tanya Agus.
"dia juga tahu itu tapi dia ingin aku menjadi kekasih nya maka dari itu dia harus berusaha keras untuk membuat ku jatuh cinta."kata Adriana melihat Devano.
"jika dia tidak bisa membuat ku jatuh cinta dan memilih mundur mencari cinta yang lain aku akan menghabisi nya saat itu juga karena aku tidak akan pernah memberikan seseorang keluar masuk di hidup ku sesukanya
"kata Adriana.
"kamu bisa melakukan nya tapi jika aku berhasil membuat mu jatuh cinta, kamu pun tidak bisa pergi apapun alasannya bahkan orang yang membuat mu pergi dari sisi ku akan ku lenyapkan siapapun itu. ."kata Devano.
semua orang terdiam sejenak hingga Agus membuka suara.
"kami akan memberi mu kesempatan tapi jika kamu menyakiti Anya kami kami tidak akan pernah peduli siapa kamu."kata Agus tegas.
"kalian bisa memegang omongan ku."kata Devano.
"sudahlah sebaiknya kita semua masuk kamu juga Devano luka mu harus di obati."kata Triyas.
semua orang pun masuk tak terkecuali Devano.
saat ini semua orang sedang berada di ruang keluarga.
Adriana sedang mengobati luka Devano sedang kan yang lain memperhatikan Adriana dan Devano.
setelah selesai di obati Devano berpamitan untuk pulang karena sudah sangat larut, semua orang yang ada di rumah keluarga AZ pun istirahat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐