
Gilang yang juga melihat Dea langsung menghampiri Dea dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
tapi sebelum sempat menjelaskan Diandra dan brielle datang menghampiri mereka berdua.
"waah siapa ini?"tanya Diandra dan Dea tersenyum menyapa Diandra.
"sedang apa kamu di sini?"tanya Diandra kembali.
"mem...."
"apa wanita seperti mu mampu berbelanja di sini?"tanya Diandra.
"kenapa nyonya Diandra berbicara seperti itu?"tanya Dea.
"ayolah jangan pura-pura bodoh, mama Diandra berbicara seperti itu karena penampilan mu sangat tidak bisa di percaya bisa berbelanja di sini." kini brielle membuka suara dan Dea mengerutkan alisnya menatap penampilan nya sekarang.
"ada apa dengan penampilan ku?"tanya Dea.
"Kam...."
"maa sudah cukup, dia kekasih Gilang yang akan menjadi menantu mama."tegas Gilang.
"kata siapa, mama tidak merestui hubungan kamu dengan dia."kata Diandra yang membuat Dea meremas pakaian yang ada di tangan nya.
"hati-hati tangan mu bisa merusak baju itu,kamu tidak akan bisa mengganti nya." kata brielle.
semua orang sudah berkumpul untuk menyaksikan mereka karena suara mereka cukup keras.
"maaf Ada apa ini?"tanya salah satu pelayan.
"tidak kami hanya menegur wanita ini mungkin saja dia berniat mencuri di sini karena lihat lah penampilan nya." ejek brielle yang membuat Gilang marah.
"brielle cukup." bentak Gilang namun tangan nya di tangan Dea.
"aku tidak tau ternyata putri dari tuan Berto memandang penampilan orang dari luarnya saja." kata Dea.
"kamu memandang penampilan ku ini sangat rendah kan tapi maaf nona brielle jika aku ingin hari ini aku bisa membeli toko ini beserta isinya."sambung Dea.
"hahaha membeli? sadarlah kamu hanya wanita yang merayu calon suami ku untuk memenuhi semua kebutuhan mu."kata brielle.
"siapa calon suami mu?"tanya Gilang.
"honey sebentar lagi kita akan menikah kamu masih membela wanita ****** ini?"tanya brielle membuat wajah sesedih mungkin hingga orang-orang merasa kasihan padanya dan membicarakan Dea buruk.
tiba-tiba seseorang menampar wajah brielle membuat semua orang mulai berbisik satu sama lain.
orang tersebut bukan Gilang melainkan Jimi.
"kak Jimi." Dea menatap Jimi tidak percaya.
"ah siapa kamu berani menampar ku?"teriak brielle tidak terima.
"apa belanja nya sudah." Jimi tidak menjawab brielle dia malah mendekati Dea.
semua orang sekarang membicarakan Jimi karena Jimi seorang artis terkenal dan semua orang tau dia.
"kenapa kakak bisa di sini?"tanya Dea.
"tentu saja bisa, singa betina bisa saja membunuh ku jika aku terlambat datang kesini." Jimi mengingat pesan yang di kirim Adriana padanya bergidik ngeri.
"jika tubuh Dea terdapat luka sedikitpun, Queen akan menyambut kakak di mansion." isi pesan Adriana.
"tuan Jimi apa yang anda lakukan di sini? kenapa menampar calon menantu saya?"tanya Diandra.
"bersyukur saja karena aku menamparnya, anda tidak lihat putra anda sudah mengepalkan tangan mungkin wajah jeleknya akan semakin jelek."kata Jimi.
"aku akan menuntut mu karena menampar ku."bentak brielle.
"silahkan saja jika ingin masalah ini panjang."kata Jimi.
"kamu sebenarnya sudah merayu berapa laki-laki? calon suami ku kamu ratu hingga dia tidak mau menikah dengan ku dan sekarang kamu merayu tuan Jimi untuk melindungi mu cih dasar ******." hina brielle pada Dea.
"merayu? aku tidak seperti mu nona brielle memainkan trik licik untuk mendapatkan sesuatu yang kamu paksakan untuk dapatkan." kata Dea.
"brielle cukup, sebaiknya mama pulang sebelum aku benar-benar marah."kata Gilang menatap brielle lalu mama nya.
"Gilang kam...."
"Riang bawa nyonya Diandra pulang."perintah Gilang.
"maaf nyonya, silahkan."mau tidak mau Diandra pulang dia juga mengajak brielle.
"Will pastikan orang-orang yang melihat kejadian ini tutup mulut."perintah Jimi pada Will anggota Redfox.
"baik tuan." Jimi akhirnya mengurus semuanya.
"aku akan mengantar Dea." kata Gilang.
"jangan macam-macam, dia akan pulang bersama ku." kata Jimi membawa Dea pergi.
tanpa mereka tahu Adriana membeli toko baju tersebut lalu menutup nya.
***
di mansion Devano dan Adriana saat ini Adriana tengah sibuk dengan laptopnya karena mengurus masalah dea dengan toko baju tersebut.
Devano tiba-tiba datang dan memeluknya dari belakang.
"menepuk nyamuk." jawab Adriana kemudian Devano melihat laptop Adriana lalu menggelengkan kepalanya.
"sudah selesai kan? jadi apa kita membuat nya sekarang?"tanya Devano memegang perut Adriana.
"bukankah tadi sudah?"tanya Adriana.
"hanya sekali tidak akan berhasil." kata Devano.
Adriana tersenyum dan .....
suara handphone Devano berbunyi dia mendapatkan telpon dari elang bahwa ada lima orang anak buah Devano di bunuh oleh orang tidak dikenal.
"hallo tuan."
"ada apa? jika tidak penting kepala mu akan jadi santapan king." dengan wajah kesal Devano mengangkat telepon dari Elang.
Adriana yang melihat wajah suaminya hanya tersenyum.
"maaf tuan tapi ini sangat penting, lima orang anggota kita di bunuh oleh orang tidak di kenal."jelas Elang dari sebrang sana.
Devano mengepalkan tangannya kuat, dia turun dari ranjang pergi mengganti bajunya dengan telpon yang masih tersambung.
Adriana yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya dan mengikuti Devano.
"terus cari sampai ketemu, aku akan ke sana sekarang."Devano mematikan telpon nya.
"ada apa?"tanya Adriana.
"lima anggota ku di bunuh oleh orang tidak di kenal,aku harus pergi sekarang."Devano memegang pipi Adriana.
"apa perlu bantuan ku?"tanya Adriana.
"tidak. kamu sudah bersenang-senang tadi siang, tunggu aku di sini jangan lakukan apapun."perintah Adriana.
"hmm baiklah." Adriana mengantar kepergian suaminya.
Akhirnya Devano pergi menuju markas milik nya, tak lama dia sampai dan ternyata di sana sudah ada Gilang yang sedang berkutat dengan laptopnya.
"apa sudah ketemu?"tanya Devano menghampiri Gilang dan anak buahnya.
"entahlah tapi lihat ini." Gilang memberikan Devano melihat laptopnya yang berisi rekaman CCTV yang ada di tempat kejadian.
"Agus?"ujar Devano.
"hmmm."jawab Gilang.
"apa hanya ini?"tanya Devano.
"ini pasti perbuatan tuan Agus tuan."kata Aron salah satu anak buah Devano.
Devano dan Gilang sama-sama saling tatap.
"kita tidak bisa bergerak sekarang."putus Gilang.
"maaf tuan tapi ini menyangkut nama baik Dragon, kelima orang itu juga sangat setia pada Dragon kita tidak bisa membiarkan nya begitu saja."ujar Aron yang di setujui semua anggota Dragon yang ada di sana.
"kita putuskan besok pagi sekarang kita terus mencari siapa pelaku sebenarnya jika memang benar pelaku nya Agus kita serang ke markas nya besok." putus Devano akhirnya lalu Gilang menatap Devano butuh kepastian.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉