ADRIANA

ADRIANA
part 87



di mansion keluarga AZ saat ini Adriana sudah menyiapkan diri dan mengatur strategi untuk permainan nya kali ini.


"Maxim persiapkan beberapa anggota untuk ikut bersama ku."kata Adriana pada Maxim salah satu anggota redfox.


"baik nona."kata Maxim pergi.


"aku ingin tahu seperti apa wajah bedebah yang berani menyakiti saudara ku."kata Adriana menyeramkan lalu pergi ke halaman depan.


saat sampai di halaman depan Maxim sudah bersama 20 anggota redfox.


"semua sudah siap nona."kata Maxim.


"bagus,aku akan membagi kalian menjadi dua bagian"kata Adriana.


"untuk sniper kalian akan berada di semua sudut markas milik bedebah itu dan habisi siapa saja yang kalian lihat."kata Adriana.


"dan sisanya akan bersama ku dan kak Agus."kata Adriana.


tak lama Agus datang.


"Anya."panggil Agus.


"kenapa lama sekali?"tanya Adriana memeluk Agus manja yang membuat semua orang bingung, sebenarnya seperti apa nona Adriana ini? dia sangat kejam kepada siapapun yang menyinggung nya tapi dia akan berubah seratus delapan puluh derajat saat bersama keluarganya pikir anggota redfox.


"apa kamu sudah menunggu lama?"tanya Agus mengelus kepala Adriana.


"tidak juga."kata Adriana.


"apa kita berangkat sekarang?"tanya Agus.


"tentu."kata Adriana.


Adriana dan Agus akan masuk kedalam mobil di ikuti anggota redfox namun Tirta menghentikan nya.


"aku akan ikut."kata Tirta.


"apa kamu yakin?"tanya Agus.


"jangan meremehkan ku."kata Tirta naik ke mobil yang akan di Kendari Agus dan Adriana.


Adriana, Agus dan Tirta pun pergi di ikuti tiga mobil menuju markas mafia ke 7.


"berhenti."kata Adriana menyuruh Agus menghentikan mobilnya di gedung kosong dekat markas mafia ke 7 tersebut.


Adriana turun dan di ikuti yang lain.


"kak kalian awasi aku dari jauh dan sniper ambil posisi kalian."kata Adriana.


"tidak."bantah Tirta dan Agus.


"kak kali ini aku tidak butuh bantahan kalian ikuti saja kata ku dan mainkan peran kalian,aku akan membuat bedebah sialan itu menerima ganjaran di luar nalar."kata Adriana.


"Anya kamu baru sembuh dan ini sangat berbahaya."kata Agus.


"ikuti saja dan lihat permainan ku aku sangat ingin melampiaskan hasrat membunuh ku dari kemarin dan sekarang adalah waktunya."kata Adriana menyeramkan.


"baiklah."kata Agus dan Tirta akhirnya mengalah.


"sniper sekarang."kata Adriana dan para sniper mulai mengambil posisi mereka masing-masing.


seperti biasa pistol yang sniper redfox gunakan adalah pistol yang tidak berbunyi.


Adriana kini sudah sampai di depan pintu markas mafia ke 7 tersebut yang di jaga ketat oleh lima orang.


"permisi."kata Adriana dengan wajah polosnya.


"siapa kamu?"tanya satu di antara lima orang tersebut.


"aku ingin bertemu dengan tuan muda Leo."kata Adriana.


"tuan muda Leo tidak ada disini sebaiknya kamu pergi."usir orang tersebut.


"benarkah? tapi tadi dia menyuruh ku kesini."kata Adriana.


kelima orang itu saling menatap.


"ah sayang sekali malam ini aku tidak bisa melayani tuan Leo gara-gara kalian."kata Adriana.


"baiklah-baiklah kamu boleh masuk tuan Leo sudah menunggu mu."kata salah satu dari kelima orang tersebut.


Adriana masuk kedalam dan sniper mulai menembak kelima orang tersebut hingga mati.


"sial aku sangat benci jika Anya di tatap seperti itu oleh bajingan seperti mereka."kata Tirta emosi.


"ingin sekali aku mencongkel mata mereka satu persatu."kata Agus marah menggebu-gebu.


sedangkan Adriana sekarang sudah berada di ruang tengah ternyata di sana sedang pesta **** dan obat-obatan terlarang.


"haishhh sial."kata Adriana kesal.


"hallo."sapa Adriana yang membuat semua orang di ruangan tersebut tanpa terkecuali Leo dan papanya yang sedang di layani beberapa jalang melihat ke arah Adriana.


"siapa kamu?"tanya papa Leo ketua mafia ke 7.


"ah tenang lah pah jangan kasar seperti itu kepada wanita cantik."kata Leo mendekati Adriana dengan keadaan telanjang.


"bajingan."gumam Adriana.


"tentu."kata Adriana merentangkan tangannya, tanpa mereka sadari dia memberikan kode pada sniper untuk melancarkan aksinya lagi setelah penjaga di luar sudah mati tertembak.


sniper mulai menembak satu persatu yang ada di ruang tengah tersebut tapi Leo dan papanya belum sadar kalau beberapa orang yang ada disana sudah mati berlumuran darah.


"kamu yang datang kesini gadis cantik maka kamu harus melayani ku."kata Leo semakin mendekat kearah Adriana.


***


di lain tempat tepatnya di kediaman keluarga Kusuma kini Devano sedang duduk di kursi ruang kerjanya dan menelpon seseorang.


"ada apa?"tanya Devano pada orang yang menelepon nya.


"nona Adriana sedang bermain di markas mafia ke 7 tapi dia masuk kesana sendirian."kata infoman yang di utus Devano untuk mengawasi Adriana.


"aishh dasar keras kepala."kata Devano bangun dan ingin pergi namun Sintya masuk membawakan Devano teh.


"mau kemana lagi kamu? kamu baru pulang Dev,kamu gak kangen apa Sama mama."omel Sintya.


"maa tapi Devano harus pergi sekarang calon menantu mama dalam bahaya."kata Devano mencium kening Sintya dan pergi.


"Dev apa kamu punya pacar?"teriak Sintya tapi Devano sudah pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"jika Adriana sampai kenapa akan ku hancurkan siapa saja yang terlibat dengan mafia ke 7 itu."kata Devano berapi-api.


kembali ke Adriana, saat ini Leo semakin dekat dengan Adriana namun Adriana tersenyum devil.


"cepatlah kemari aku ingin tahu seberapa hebat kamu."kata Adriana, namun saat beberapa langkah lagi Agus, Tirta dan anggota redfox datang.


Agus langsung menendang Leo dengan keras hingga dia terpental ke sofa.


Leo langsung mengambil celana dan memakai nya.


"siapa kalian?"kata Leo dan papanya berdiri dan mengambil pistol.


"kalian tidak perlu tahu siapa kami yang jelas hari ini adalah hari terakhir mu melihat dunia."kata Agus.


"hahahaha lucu sekali kalian datang hanya sedikit sedangkan di sini banyak anak buah ku."kata papa Leo sombong.


"lihat saja di sekitar mu."kata Adriana.


Leo dan papa nya akhirnya melihat sekeliling dan semua orang termasuk anak buahnya sudah mati berlumuran darah.


"apa? ini....ini tidak mungkin."kata papa Leo.


"hahahaha."kata Adriana tertawa mengerikan.


"sebenarnya siapa kamu?"tanya Leo panik.


"siapa aku?"tanya Adriana pada Tirta dan Agus, lalu Adriana maju tanpa rasa takut sedikitpun padahal Leo dan papanya sudah menodongkan pistol.


"aku adalah adik dari laki-laki yang kamu lukai beberapa jam yang lalu."kata Adriana.


Leo mengingat kejadian yang beberapa jam terjadi dan dia mengingat nya


"jadi...jadi..."kata Leo.


"Leo apa sebenarnya yang terjadi?"tanya papa Leo pada Leo.


"dia sudah melukai kakak ku dan sekarang dia harus mendapatkan balasannya."kata Adriana mengeluarkan pistol.


"kamu tidak bisa melukai anakku."kata papa Leo menembak Adriana namun Devano datang tepat waktu dan dia yang tertembak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


jangan lupa follow Ig author ya 👇


@ndiya252


annyeong👋