ADRIANA

ADRIANA
part 32



tak berselang lama paman Triyas datang dengan raut wajah yang khawatir.


"jidan, Jordi,Agus, bagaimana keadaan Anya?"tanya Triyas.


"dia tidak apa-apa paman,paman tenanglah."kata Jordi.


"syukurlah Anya baik-baik saja."kata Triya lega.


"ini baju ganti, sebaiknya kalian ganti baju dulu aku akan menjaga Anya di sini."kata Triyas memberikan tas yang berisi baju ganti.


setelah jidan, Jordi dan Agus pergi Triyas melihat Adriana lewat kaca ruangan yang Adriana tempati.


"maafkan aku Adijaya aku tidak bisa menjaga Anya dengan baik."kata Triyas dalam hati.


tak berapa lama jidan, Jordi dan Agus datang mendekati Triyas.


"sudahlah paman sekarang Anya baik-baik saja, sebaiknya paman pulang biar kami yang menjaga Anya."kata jidan.


"tidak sebaiknya kalian yang pulang kalian pasti lelah."kata Triyas menolak.


"paman kami bisa istirahat disini sedangkan paman? aku tau Anya menyuruh paman untuk mengurus gedung dan mempersiapkan perusahaan yang akan Anya bangun. sebaik nya paman istirahat karena jika Anya bangun dia akan menanyakan persiapan semuanya sudah sejauh mana." kata Jordi mencoba menjelaskan.


"tapi...."kata Triyas yang masih berniat untuk menjaga Anya.


"sudahlah paman. aku kasian jika melihat orang tua seperti mu dirumah sakit seperti ini."kata Agus yang membuat jidan dan Jordi menatapnya.


"apa? kenapa menatap ku?"tanya Agus bingung.


"baiklah aku pulang dan mempersiapkan semuanya akan ku pastikan setelah Anya sadar persiapan nya sudah selesai."kata Triyas pergi.


"Agus bisakah kau menjaga ucapan mu?"tanya Jordi.


Agus membaringkan dirinya di kursi tanpa mendengarkan ucapan Jordi. melihat kelakuan Agus yang seperti itu membuat jidan dan Jordi menghembuskan nafas kasar.


****


keesokan harinya di sebuah mansion mewah seorang pria masih tertidur pulas hingga suara ketokan pintu mengusik tidurnya.


"Dev bangun...."kata sintiya membangunkan anak satu-satunya itu.


"deeev bangun ini sudah siang ayo kita sarapan."kata sintiya lebih keras.


"iya maa."kata Devano dari dalam kamarnya.


"mama tunggu lima menit,jika lebih mama akan ikut kemanapun kamu pergi seharian ini."kata sintiya pergi dari depan kamar devano.


"aishh... sial."kata Devano bergegas kekamar mandi untuk bersiap-siap. dia tahu ucapan sintiya pasti benar dan itu tidak bisa membuatnya bebas hari ini.


setelah lima menit devano sudah berada di ruang makan bersama papa dan mamanya.


"padahal mama berharap kamu telat."kata sintiya.


"dan kenyataan nya aku tak dak telat."kata jawab devano.


"huuuh." sintiya menghembuskan nafasnya.


devano hanya melihat mamanya dan memakan sarapannya.


"Dev biarkan saja mama mu ikut kamu hari ini."kata Alvano


"ayolah paa hari ini ada beberapa pekerjaan yang harus ku urus dan lagi hari ini aku akan meeting."kata Devano.


"maaah bukannya aku gak mau tapi hari ini aku benar-benar sibuk mama akan bosan. aku janji besok akan menemani mama sepuasnya."kata Devano.


"benarkah?"kata sintiya antusias.


"iya maah."jawab Devano.


melihat tingkah istri dan anaknya membuat Alvano tersenyum bahagia. yaa begitulah Devano dia terkenal dingin dan sangat kejam diluar sana tapi saat bersama keluarganya dia akan terlihat sangat lucu dan hangat.


"sudah ya mah aku berangkat dulu nanti terlambat."kata Devano bangun menghampiri dan mencium mamanya setelah menghabiskan sarapan.


"iya sayang hati-hati."kata sintiya.


"iya ma. bay paa."kata Devano pergi.


setelah kepergian Devano sintiya menceritakan kejadian semalam kepada suaminya.


"paa apa kau tau kemarin saat aku di sekap ada seorang perempuan menyelamatkan ku sebelum Devan datang." kata sintiya.


"benarkah?" kata Alvano masih memakan sarapannya.


"iya pah dia sangat cantik dan berani tapi sayang Devan salah paham dan menembaknya."kata sintiya sedih.


"tembak? anak itu benar-benar."kata Alvano tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya itu.


"iya pah aku harap perempuan itu baik-baik sja."kata sintiya dengan raut wajah sedih.


"iya mah semoga saja dan semoga kamu bisa bertemu lagi dengannya."kata Alvano menenangkan istrinya.


"iya pah."kata sintiya.


mereka melanjutkan sarapan mereka.


jangan tanya Alvano bekerja atau tidak dia masih bekerja tapi hari ini dia akan menemani istrinya dirumah.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹