ADRIANA

ADRIANA
part 52



setelah tersadar Adriana mendorong tubuh Devano dan pergi meninggalkan Kusuma crop.


"apa-apaan pria mesum itu, dia telah mengambil first kiss ku yang berharga aku harap tidak akan pernah bertemu lagi dengannya."gerutu Adriana mengendarai mobil nya Dengan kecepatan tinggi.


sedangkan Devano saat ini sedang memegang bibirnya dan tersenyum tidak jelas yang membuat semua orang kagum karena ini momen langka.


"apa yang kalian lihat cepat bekerja."kata Devano keras.


semua orang kembali melakukan pekerjaan mereka masing-masing dan Devano kembali keruangan nya.


bukannya kembali untuk bekerja Devano malah memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


"bibir nya manis sekali."kata Devano dalam hati.


"ckh Adriana zevanya kamu harus menjadi istri ku."kata Devano penuh tekat.


sedangkan saat ini Adriana sudah sampai di mansion AZ.


"dasar si mesum sialan hidup ku akan sial jika bertemu lagi dengannya."gerutu Adriana memasuki mansion.


"Anya kenapa dengan wajah mu?"tanya Jimi.


"aku sedang kesal kak sebaiknya jangan mengganggu ku."kata Adriana cemberut yang membuat Jimi gemas.


Adriana berjalan ke kursi ruang keluarga dan menghempaskan tubuhnya sedangkan Jimi yang dari tadi mengikuti nya semakin heran.


"Anya apa kamu sudah makan siang?"tanya Jimi namun tidak di jawab Adriana karena sedang melamun dan memegang bibirnya.


"Anya..."panggil Jimi dengan suara keras yang menyadarkan Adriana dalam lamunannya.


"apa kak jangan mengganggu ku."kata Adriana.


"aku tidak menggangu mu,aku hanya bertanya apa kamu sudah maka."kata Jimi.


"belum."jawab Adriana.


"sebaiknya kamu makan sekarang!"kata Jimi menyuruh Adriana.


"sebentar."singkat Adriana.


"jika sampai kak Agus dan kak Jidan tahu kamu belum makan saat dia pulang habis lah kamu."kata Jimi.


Adriana pun berlari ke arah meja makan dia tahu apa yang di maksud Jimi.


"hati-hati kamu bisa jatuh."teriak Jimi.


Adriana tidak mendengar ucapan Jimi setelah sampai di meja makan dia mulai makan dan setelah beberapa menit dia kembali lagi ke ruang keluarga.


"apa sudah selesai?"tanya Jimi.


"hmm."jawab Adriana.


"apa yang sedang kamu kerjakan kak."tanya Adriana pada Jimi.


"aku sedang menyelidiki beberapa perusahaan yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita."Jawab Jimi.


"oh."kata Adriana ber oh ria.


tak berapa lama ponsel Adriana berbunyi dan ternyata dia adalah Andinia.


"hallo."kata Adriana.


"hai kak bagaimana kabarmu?"tanya Andinia.


"jangan basa-basi,cepat katakan kenapa kamu menghubungi ku."kata Adriana.


Jimi yang mendengar Adriana melihat Adriana.


"kakak tidak lupa kan acara pertunangan ku tinggal satu Minggu lagi?"kata andinia.


"hmm."jawab Adriana.


"aku harap kakak datang karena aku akan merasa bersalah jika kakak tidak datang."kata Andinia.


"aku tidak punya banyak waktu untuk datang."jawab Adriana.


"itu berarti kakak masih memiliki perasaan pada Andre."kata andinia.


"hahaha Andinia Andinia kamu tahu aku sangat membenci orang yang telah mengkhianati ku apa menurutmu aku masih mencintai lelaki seperti nya?"kata Adriana.


"ya mungkin saja."kata andinia.


"kamu tenang saja seorang ratu tidak akan pernah bersanding dengan sampah masyarakat seperti nya,dia lebih cocok dengan mu sampah kecil dalam keluarga."kata Adriana yang seketika membuat Andinia marah.


"kamu yang menjadi sampah keluarga itu sebabnya papa mama,dan nenek mengusir mu dari rumah apa kamu lupa?"kata Adriana kesal.


"hahaha bagaimana aku bisa lupa dengan cara licik mu yang membuat ku keluar dari keluarga yang tidak bermoral,oh tapi terimakasih berkat mu aku bisa terbebas."kata Adriana.


"kamu....kamu memang benar-benar...."kata andinia terhenti.


"jangan khawatir aku akan datang ke acara pertunangan mu dengan sampah itu."kata Adriana mematikan telfonnya.


saat ini di negara F Andinia sedang kesal dia berencana membuat Adriana malu saat datang ke acara pertunangan nya tapi dia lupa konsekwensinya mungkin acara pertunangan nya akan hancur oleh Adriana.


sedangkan Adriana saat ini sedang kesal dia melampiaskan kekesalannya kepada proyek yang sedang Andre kerjakan sekarang.


"selesai."kata Adriana mematikan ponselnya.


"apa yang tadi menelepon mu si adik tidak tahu diri itu?"tanya Jimi.


"ya seperti ucapan mu."kata Adriana.


"ingin sekali aku mencekik leher nya."kata Jimi kesal.


"hahahaha biar aku yang mengurus nya kak, tentang keluarga kalian kapan kalian akan mulai bermain?"tanya Adriana.


"mungkin setelah target anggota terkumpul Anya."kata Jimi.


"ya lebih baik lebih cepat."kata Adriana bersandar di bahu Jimi.


Jimi mengelus kepala Adriana.


"wah wah ada apa ini?"tanya Agus baru pulang bersama Jidan,Tirta,dan Jordi.


"huuh cukup melelahkan hari ini."kata Jordi.


"berapa anggota yang sudah terkumpul?"tanya Adriana.


"tinggal sepuluh persen lagi Anya."jawab Agus.


"benarkah? oh iya kak setelah target anggota terkumpul aku harap kalian memulai permainan kalian."kata Adriana.


semua orang menatap Adriana serius.


"lalu kamu?"tanya Tirta.


"tidak perlu mengkhawatirkan aku kak setelah kalian pasti aku dan kita sama-sama membantu Dea."kata Adriana. dan


"baiklah seperti keinginan mu."kata Jidan mengelus kepala Adriana.


"sepertinya target anggota besok pagi bisa tercapai Anya."kata Jordi.


"kalau begitu bagus,kita akan menyelesaikan permainan kalian hanya dalam satu hari."kata Adriana.


"tapi bagaimana dengan pendukung nya Anya?"tanya Jidan.


"kak Jimi kamu bisa memulai memainkan saham perusahaan milik keluarga mu."kata Adriana.


"baiklah."jawab Jimi.


"kak Jidan dan kak Tirta kalian harus mendapatkan proyek besar yang sedang di perebutkan sekarang nanti akan ku kirimkan dokumen nya."kata Adriana.


"kak Jordi dan kak Tirta malam ini kita hancurkan satu pendukung yang dimiliki keluarga kalian karena hanya mereka yang tersisa."kata Adriana.


"baik lah Anya."kata mereka semua.


"aku pulang."kata Dea dengan keadaan berantakan dan beberapa lebab di wajahnya.


"ada apa dengan mu?"tanya Jordi menghampiri Dea dan membawanya duduk.


"aish mereka seenaknya saja,mereka pikir uang bisa membeli semuanya hiks...hikss."kata Dea menangis.


"apa yang terjadi?"tanya Adriana.


"karena aku membuat masalah dengan Gabriella aku mendapatkan kartu merah darinya."kata Dea menjelaskan.


"kartu merah?"tanya semua orang.


"iya kartu itu biasa Gabriella berikan pada orang yang membuat masalah dengan nya dan mahasiswa yang mendapat kan nya akan di bully satu kampus."jawab Dea.


"gilaaa."teriak Jimi.


"kenapa kamu tidak melawan?"tanya Adriana.


"mereka anak-anak dari orang terpandang Anya sedangkan aku? aku belum cukup kuat untuk melawan mereka."kata Dea menunduk.


"apa nya belum cukup kuat? jika mereka menampar mu tampar mereka sepuluh kali lipat dari yang kamu terima,jika dia menjambak rambut mu maka Jambak rambut mereka hingga botak."kata Adriana kesal.


"jika aku masuk penjara bagaimana aku akan membuat kalian malu."kata Dea kecil tapi masih di dengar semua orang.


"kamu lebih membuat kami malu jika tidak melawan mereka."kata Agus.


"benar kata Anya kamu harus melawan mereka."kata Jordi.


"masalah polisi biar aku yang urus."kata Adriana.


"baiklah mulai besok aku akan melawan mereka."kata Dea.


"itu harus."kata Jimi.


"pelayan bawakan kotak p3k kesini."kata Tirta.


seorang pelayan membawakan kotak p3k dan memberikan nya pada Tirta.


Tirta mulia mengobati Dea.


"sebaiknya kalian istirahat."kata Adriana ingin pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong ๐Ÿ‘‹