
Adriana dan kelima saudara laki-laki nya sekarang sedang mempersiapkan diri untuk permainan yang akan mereka mainkan nanti malam.
sedangkan Dea sedang sibuk berkeliling mansion dan sekarang berhenti tepat di taman bunga Adriana.
"ternyata mansion ini tidak seseram yang punya."kata Dea yang di dengar Adriana.
"apakah begitu?" tanya Adriana datar.
"eeh.. eh..mmm sejak kapan kamu disitu?"tanya Dea.
"menurutmu?" tanya Adriana pergi meninggalkan Dea.
"huuh dasar ratu es." kata Dea mengerucutkan mulutnya.
Dea akhirnya mengikuti Adriana karena dia tidak tau lagi mau kemana.
"kenapa kamu berjalan cepat sekali sih?" keluh Dea.
"kenapa kamu mengikuti ku?".
"aku hanya tidak tau mau kemana lagi."jawab Dea.
"pergi lah kekamar mu aku sedang tidak ingin diganggu." kata adriana datar.
"aku tidak akan menggangu mu." kata Dea.
"terserah kamu saja." kata Adriana berjalan dan diikuti Dea kembali.
akhirnya kaki Adriana berhenti di depan pintu besi. dia menekan tombol yang ada di samping pintu tersebut kemudian masuk tidak lupa diikuti oleh Dea.
Adriana yang melihat Dea terus mengikuti nya hanya diam,dia berjalan ke arah lemari dan membuka lemari tersebut.
"iii...iiituu senjata? ka.. kamu ..." kata Dea terbata-bata melihat kumpulan senjata yang ada didalam lemari tersebut.
"iya kenapa?" kata Adriana.
"itu bisa melukai mu dan orang lain." kata Dea mengambil senjata yang ada di tangan Adriana.
"kita masih terlalu muda untuk memegang senjata ini." kata Dea.
"muda?? justru karena kita masih muda. kita harus memahaminya." kata Adriana merebut senjata tersebut dan menodongkannya ke kepala Dea.
"ka... kamu mau apa?" tanay Dea ketakutan.
"kamu tau? di dunia yang kejam ini hanya melihat kekuatan dan kekuasaan, jika kamu memiliki nya kamu akan di hormati dan tidak mudah ditindas." kata adriana.
"tapi senjata itu berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain."
"hahahahah." tawa Adriana menyeramkan.
"selain bodoh kamu juga gadis munafik. senjata ini tidak mungkin melukai tuannya sebaliknya dia bisa melindungi tuan nya dan menghabisi orang yang ingin bermain dengan tuan nya." sambung Adriana.
"jika kamu masih ingin disini maka kamu harus belajar beladiri dan senjataยฒ ini karena aku tidak ingin menampung orang bodoh dan lemah."kata Adriana yang langsung masuk ke telinga dan hati Dea.
Dea mengingat kembali ucapan ibu dan saudara tiri nya. yang mengatakan siapa yang lemah dia yang kalah.
"baik lah aku kan belajar bela diri dan menggunakan senjata. aku ingin membalas orang-orang yang menghina dan menyakiti ku."kata Dea dengan tatapan tajam.
Adriana membawa 1 pistol desert eagle, 2 pistol raging bull 454, 2 wesson 500 Magnum dan 1 thunder 50 MG.
kali ini dia hanya menggunakan 4 pistol itu untuk menaklukkan Genk mafia no 5 di negara A tidak tanpa alasan dia ingin menyerang Genk mafia tersebut.
karena Genk mafia tersebut adalah musuh keluarga kakeknya dia berniat ingin membalas perbuatan ketua Genk tersebut yang telah membuat kakeknya tidak direstui menikah dengan neneknya oleh orang tua kakeknya dan diusir dari rumah.
"kamu mau membawa senjata-senjata itu kemana?" tanya Dea.
"ingin mengasah kemampuan." kata Adriana.
"apa aku boleh ikut?" tanya dea. yang membuat Adriana menghentikan langkahnya.
"jika kamu ingin mati terlebih dahulu silahkan." kata adriana yang membuat Dea terdiam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers ๐
author up lagi niih
untuk mendukung author
jangan lupa like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author ๐ค
terimakasih telah membaca ๐ sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐
Adriana Zevanya
Dea Ananda