ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 38



"itu tidak akan berhasil,kamu tidak bisa melakukannya karena mama mu, mama mu sangat menyayangi anak ku."Berto seolah menantang Gilang.


"hahahaha benarkah? mau melihat ku mencoba nya?"


"coba saja jika kamu bisa." Berto kesal lalu mematikan sambungan telepon nya.


Gilang tersenyum masih melihat ponsel nya, entah apa yang akan dia lakukan selanjutnya pada Brielle hanya dia yang tahu.


sedangkan saat ini Adriana sudah membawa Dea ke Mall entah kenapa setelah puas melihat Dea menampar Gilang dia sangat ingin melihat-lihat barang mewah.


"kanya jalannya hati-hati aku tidak mau kamu kenapa-kenapa."omel Dea.


"Dea apa kak Jidan juga mengajari mu mengomeli seseorang? kamu sangat cerewet sekali."


"aku hanya memberi tahu Kanya saja."


"sudahlah cepat sedikit, toko perhiasan itu sudah menunggu kita."


"apa? kakak mau membeli perhiasan?" tanya Dea sedikit terkejut .


sedangkan yang di tanya sudah sibuk memilih perhiasan yang ada di dalam toko tersebut.


"selamat siang nyonya ada yang bisa kami bantu?"tanya pelayan dengan Ramah.


"aku ingin kalian memperlihatkan perhiasan yg cantik dan elegan untuk ku."


"baik nyonya anda bisa tunggu sebentar kami akan menyiapkan nya."


"kak kenapa meninggalkan ku?"kesal Dea.


"kamu terlalu cerewet."


"aku hanya menyuruh Kanya hati-hati saja, aku tidak ingin melihat Kanya kesakitan seperti waktu itu."


"ya sudah, terimakasih telah mengkhawatirkan ku adik ku yang manis sekarang duduk lah kamu menghalangi orang-orang itu menyiapkan perhiasannya untuk ku."


tak butuh waktu lama para pelayan sudah selesai mempersiapkan semua perhiasan mewah dan elegan untuk Adriana lihat.






"ini semua perhiasan yang elegan dan cocok untuk anda nyonya."


"hmm semuanya bagus,ak...."


"berikan semua untuk ku." tiba-tiba seorang wanita yang ternyata adalah Dayana datang menyodorkan kartu pada pelayan toko tersebut.


Adriana melihat Dayana dengan malas, banyak sekali yang senang mencari masalah padanya.


"sayang sekali semua itu milik ku sekarang." Dayana tersenyum mengejek.


"Kam..."


"maka ambil lah." Adriana memotong perkataan Dea.


Adriana mencoba mengendalikan emosi nya, dia sadar tidak boleh menurunkan sifat yang tidak baik untuk anak-anak nya meski terkadang tanpa Adriana sadari anak-anaknya memiliki sifat yang sama dengan nya dan Devano di lihat dari caranya mengidam.


"wah semudah itu? apa jangan-jangan kamu memang tidak mampu membeli perhiasan-perhiasan ini?"


"membeli harga diri mu pun aku mampu."Adriana memasang wajah malas nya.


"tolong ambilkan perhiasan yang lain." kini Adriana beralih menatap pelayan tersebut.


"maaf nyonya perhiasan series terbaru kami hanya mengeluarkan yang ini untuk tahun ini tapi jika anda mau, anda bisa custom perhiasan yang anda inginkan nanti kami akan membuat nya untuk anda."jelas karyawan jujur.


"hmm Dea bagaimana menurut mu?"


"terserah Kanya saja, tapi kenapa Kanya repot-repot datang ke sini? Kanya bisa memintanya pada kak Agus atau yang lain itu akan jauh lebih mudah."


"cih dasar murahan selain naik ke atas ranjang tuan Devano sampai hamil ternyata kamu juga mendekati keluarga AZ apa jangan-jangan anak itu bukan anak tuan Devano?"


"nona Dayana sebaiknya anda diam sebelum saya membuat anda redup hingga hilang."ancam Dea sangat kesal mendengar Adriana di rendahkan.


"memang anak kecil yang hanya bisa bersembunyi di ketiak kakak-kakaknya bisa apa? hahaha."


"apa kamu menantang ku?"


"uuuu aku takut hahahaha."


Dea ingin mengambil ponsel dari tasnya namun tiba-tiba terdengar suara tembakan yang membuat Adriana menarik tangan nya lalu bersembunyi di bawah meja.


"diam di tempat jika kalian tidak ingin mati." ucap salah satu dari dua puluh orang yang sedang menodongkan pistol.


semua yang ada di toko perhiasan itu bersembunyi ketakutan termasuk Dayana.


"tidak ada yang boleh menelpon polisi jika masih ingin selamat."


Adriana menatap Dea memastikan adik satu-satunya itu tidak takut, setahu Adriana Dea sangat penakut dalam semua hal bukan salah Dea sepenuhnya karena dia dan yang lain memang sengaja memanjangkan Dea.


melihat hal tersebut membuat Adriana tersenyum.


"apa adik kecil ku ini sudah lebih berani sekarang?"Adriana mengelus rambut Dea.


"Kanya aku bukan anak kecil lagi."


"andai sifat dan sikap kamu seperti Dea Andinia, aku tidak bisa memungkiri jika aku menyayangimu tapi kamu yang membuat rasa sayang itu mengikis hingga membuat ku dendam dan tidak bisa mengendalikan diri."Adriana tersenyum melamun menatap Dea namun pikiran nya tiba-tiba ke Andinia.


"di mana Adriana apa kalian sudah menemukan nya?"salah satu dari dua puluh orang menanyakan rekan nya yang lain.


seketika Adriana tersadar dari lamunannya saat namanya di sebut.


"kak mereka ternyata mengincar mu."jelas wajah Dea tampak sangat khawatir.


"Adriana Zevanya keluarlah jika kamu ingin semua orang yang ada di sini selamat."


suara tembakan terdengar lagi bersamaan dengan berteriak nya orang yang di yakini adalah ketua dari ke dua puluh orang tersebut.


"Kanya jangan, sebaiknya kita tunggu kak Agus atau yang lain datang.


"seperti nya mereka sedang terburu-buru aku akan keluar sek...."


dor...dor...


"akh..."pelayan yang tadi melayani Adriana tertembak di tangan nya karena ingin mencoba menelpon.


"apa kamu mau mati? sudah ku bilang jangan berani coba-coba menelpon polisi."


saat pelayan tersebut ingin di tembak akhirnya Adriana keluar dengan mengikat rambutnya acak saat sebelumnya tergerai.


"kamu mencari ku lepas wanita itu." suara dingin Adriana membuat semua orang menatap nya ketua penjahat itu menjatuhkan pelayan tersebut.


"akhirnya kamu keluar juga, tapi waah apa ini sebelumnya informasi yang ku dapat kamu tidak sedang hamil tapi lihatlah kasihan sekali anak mu tidak dapat melihat dunia yang indah ini."ejek ketua tersebut.


seakan mendengar apa yang di ucapkan ketua tersebut bayi yang ada di dalam kandungan Adriana bergerak dengan lincah.


"waah baby ada apa ini? apa kamu tersinggung dengan ucapan laki-laki jelek ini? haha."Adriana tertawa lucu mengelus perutnya.


semua orang yang tengah bersembunyi melihat tingkah Adriana membuat mereka berpikir Adriana sedikit tidak waras karena bisa bercanda di saat situasi seperti ini.


"ternyata kamu masih tetap sama, hahaha seharusnya aku tidak perlu berekspektasi terlalu tinggi, kamu tetap lah iblis gila yang bersembunyi di balik wajah cantik itu."


"tidak, aku berbeda."Adriana memberi Dea kode.


Dea pun menanggapi kode dari Adriana dengan cepat tiba-tiba asap keluar hingga tidak ada yang bisa melihat alarm kebakaran pun berbunyi saat itu Adriana memanfaatkan situasi dengan sangat baik.


suara tembakan terdengar bersamaan dengan suara alarm membuat suasana semakin menakutkan hingga perlahan asap sudah mulai hilang dan darah sudah tampak jelas di lantai ruangan tersebut.


"Dea aku menyuruh mu melempar satu bukan semuanya."ucap Adriana.


"haha maafkan aku."Dea tertawa lalu keluar dari persembunyiannya.


"semua sudah selesai kalian bisa keluar, maaf telah membuat kalian dalam bahaya."ucap Adriana menyuruh semua nya keluar dari persembunyiannya mereka lalu meminta maaf.


satu persatu semua orang pergi dan berterima kasih pada Adriana namun berbeda dengan Dayana.


"selain ****** kamu juga seorang pembunuh." ucap Dayana sebelum pergi.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁