
kali ini Adriana menjalankan mobilnya ke perusahaan milik Andre, setibanya di sana dia langsung masuk dan pergi ke ruangan Andre tanpa ke resepsionis terlebih dahulu.
setibanya di depan ruangan Andre Adriana mengetuk pintu dan yang membuka nya adalah sekertaris Andre.
"no...nona Adriana."kata sekertaris Andre karena dia masih sangat mengenali Adriana dengan baik.
Adriana masuk tanpa menghiraukan sekertaris Andre tersebut.
"hai."sapa Adriana.
seketika Andre melihat ke arah sumber suara dan beralih dari laptopnya.
"aa... Adriana."kata Andre terbata-bata namun dia mengisyaratkan sekertaris nya untuk keluar.
"kenapa kamu terlihat takut saat melihat ku?"kata Adriana menyilang kan tangan nya di dada.
"ti...tidak,mau apa kamu kesini."tanya Andre.
"untuk membunuh mu."kata Adriana enteng.
mendengar jawaban Adriana membuat Andre menelan ludahnya dan gemetar ketakutan.
"hahahahhahahaa."tawa Adriana saat melihat ekspresi wajah Andre.
"Andre Andre aku punya dua kabar untuk mu."kata Adriana.
"kabar apa?"tanya Andre masih dengan wajah takut.
"tapi sayang kedua kabar yang akan ku berikan adalah kabar buruk untuk mu dan kabar baik untuk ku."kata Adriana.
Andre semakin berkeringat dingin melihat ekspresi wajah Adriana yang jauh berbeda dari Adriana yang dulu dia kenal.
Adriana yang dulu tidak akan memasang ekspresi semengerikan ini.
Adriana mendekati meja Andre dan menggebrak nya dengan sangat keras.
"kabar yang pertama, tunangan mu... ah bukan mantan tunangan mu sudah mati di tangan ku."kata Adriana.
"aaa....apa? tidak mungkin...kamu tidak mungkin membunuh Andinia."kata Andre.
"kenapa tidak mungkin?"tanya Adriana.
"dia adalah adik mu."kata Andre.
"benarkah dia adik ku? tapi aku rasa tidak."kata Adriana enteng.
"kamu benar-benar sudah gila Adriana."kata Andre.
"menurut orang yang pernah mencari masalah dengan ku juga bilang begitu."kata Adriana santai.
"kenapa kamu menjadi seperti ini Adriana? Adriana yang ku kenal dulu tidak seperti ini."kata Andre.
"karena Adriana yang kamu kenal dulu sudah mati saat meninggalkan negara ini dan sekarang dia kembali untuk membunuh beberapa benalu di hidupnya yang dulu."kata Adriana.
"tolong jangan seperti ini Adriana,jika kamu ingin aku kembali bersama mu aku mau tapi jangan seperti ini."kata Andre tidak tahu diri.
"kembali?"tanya Adriana.
"apa itu kembali?"tanya Adriana lagi.
"tolong jangan bercanda Adriana,aku serius dengan ucapan ku, maafkan aku jika dulu aku mengkhianati mu tapi kamu tenang saja sekarang aku adalah milik mu kembali."kata Andre ingin mencoba memegang tangan Adriana.
"jangan sentuh aku."kata Adriana mengeluarkan pistoldari balik baju nya.
Andre mengangkat tangan nya menandakan dia tidak akan menyentuh Adriana.
"baiklah-baiklah."kata Andre.
"Andre jangan menyebut kata kembali di depan ku karena itu tidak akan terjadi."kata Adriana.
"ah iya kamu juga belum mendengar kabar yang kedua."kata Adriana.
Andre menaikkan alisnya.
"kabar kedua adalah.... dor....dor..."Adriana menembak tepat di arah junior Andre.
"kamu terkena HIV."kata Adriana pergi dari ruangan Andre dan melempar aksesoris berbentuk rubah berwarna merah.
Andre langsung tidak sadarkan diri setelah di tembak namun dia masih bisa mendengar perkataan Adriana yang terakhir.
asisten Andre pun langsung masuk saat mendengar suara tembakan dan dia melihat bos nya sudah tidak sadarkan diri dengan keadaan darah yang sudah mengalir.
Adriana berjalan melewati asisten Andre yang masih terdiam melihat keadaan Andre.
"sebaiknya kamu segera membawanya ke rumah sakit sebelum dia benar-benar mati."kata Adriana sebelum benar-benar meninggalkan ruangan Andre.
asisten Andre tersebut akhirnya tersadar dan segera memanggil staf untuk membantu nya membawa Andre ke rumah sakit.
di lobby perusahaan semua orang menatap Adriana dengan heran dan bertanya-tanya.
"bukankah dia nona Adriana?"tanya netizen1.
"dia benar-benar nona Adriana."kata netizen2.
"bukankah dia di usir dari kediaman adijaya?"tanya netizen3.
"ya berita itu sangat heboh dulu."kata netizen4.
Adriana tersenyum mendengar suara bisikan dari orang-orang yang menatap nya, setelah sampai di depan mobil nya dia langsung masuk dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"hallo kak Jimi."sapa Adriana.
"iya Anya"jawab Jimi.
"lakukan sekarang semua sudah selesai."kata Adriana dan mematikan telpon secara sepihak.
di negara A Jimi mulai melancarkan aksinya dan tak butuh waktu lama Jimi berhasil membuat saham perusahaan Andre Menurun drastis dan berita yang di buat Jimi bahwa Andre adalah laki-laki hidung belang dan sudah menghamili banyak wanita kini sedang mengidap penyakit HIV trending topik di negara F.
"kurasa ini lebih menyakitkan dari pada kematian."kata Jimi tersenyum mengerikan.
"adikku yang satu ini benar-benar mengerikan,ku harap di masa depan tidak ada orang bodoh yang menyinggung nya."gumam Jimi menyingkirkan laptop nya dan kembali bermain game.
kembali ke Adriana saat ini dia benar-benar lelah,bukan fisiknya yang lelah tapi batinnya.dia memutuskan kembali ke villa karena dia yakin triyas pasti sedang mencarinya dan merasa khawatir.
sesampainya di villa Adriana menemukan triyas yang sedang bersama anggota redfox sedang berbicara.
"paman."panggil Adriana.
mendengar suara Adriana membuat Triyas melihat kearah sumber suara dan langsung menghampiri nya.
"Anya kamu dari mana? paman sudah mencari mu di semua penjuru villa, bukankah Paman sudah menyuruh mu istirahat?"kata Triyas sedikit mengomel.
Adriana memeluk triyas dan menangis di peluk kan Triyas.
"paman seperti kakekku jika seperti ini sangat cerewet."kata Adriana di sela tangisannya.
"apa kamu terluka?"tanya triyas.
"aku baik-baik saja hanya sedikit merindukan kakek."kata Adriana.
"ya sudah sekarang kamu istirahat,besok pagi kita mengunjungi kakek mu."kata Triyas.
"baik,dah paman."kata Adriana melepas pelukannya dari triyas dan berjalan ke arah kamar nya.
"adijaya lihat lah dia sangat merindukan mu."kata Triyas menatap kepergian Adriana.
sedangkan di tempat lain masih di negara F Devano dan Gilang sedang mengintrogasi seseorang dan orang tersebut adalah Surya.
ya Devano pergi kekantor polisi dan menjamin kebebasan Surya, Devano melakukan ini karena tidak ingin membuat Adriana merasa menyesal di kemudian hari.
devano memberikan Surya fakta bahwa selama ini Andinia tidak pernah sakit apa lagi akan mati tiga tahun lagi, semua itu rekayasa Andinia agar semua keinginan nya di turuti oleh semua orang dan Devano juga memberikan bukti kejahatan-kejahatan yang di lakukan Andinia untuk Adriana.
melihat semua fakta dan bukti yang di berikan Devano membuat Surya menyesal dan sangat ingin menemui Adriana namun Devano melarang nya dengan tegas.
"aku akan mengirim kalian ke negara X,kalian harus meninggalkan tempat ini besok pagi dan jangan pernah temui Adriana."kata Devano.
"ini uang bisa kalian gunakan untuk memulai kehidupan baru kalian disana."kata Devano memberikan uang pada Surya.
"kenapa kamu melakukan ini?"kata Surya.
"karena aku sangat mencintai Adriana aku tidak ingin melihat Adriana terluka saat melihat kalian."kata Devano.
"tolong jaga Adriana, selama ini aku sudah gagal menjadi papa untuk nya."kata Surya.
"kamu tidak perlu minta tolong, karena aku akan menjaga Adriana bahkan dari mu juga,jika kamu masih mencoba untuk menyakitinya akan ku pastikan kamu mati dengan cara yang tidak kamu inginkan."kata Devano.
note: negara X adalah negara termiskin ke 3 di dunia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
maaf yah up nya lama author sibuk banget😭
tapi author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋