
pagi ini di sambut dengan drama baru di mansion Devano dan Adriana, jika biasanya Adriana bangun tidur langsung membuatkan sarapan untuk suaminya kini berbeda.
sudah hampir setengah jam dia berada di dalam kamar mandi karena terus merasa mual hingga Devano yang berada di luar kamar mandi tersebut berusaha mendobrak pintu.
"honey are you ok?" Devano mendobrak pintu hingga terbuka.
di dalam kamar mandi Adriana sudah terduduk di lantai karena tidak punya tenaga, semua isi perut nya sudah keluar dia muntahkan.
melihat keadaan Adriana membuat Devano semakin frustasi dia segera menggendong Adriana membawanya ke mobil untuk menuju rumah sakit.
"Diaz."panggil Devano berteriak membuat para maid berlari ke arah Devano.
"iya tuan."
"cepat siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang." wajah panik Devano sangat terlihat jelas.
"baik tuan."
"Dev aku tidak apa-apa, tidak perlu kerumah sakit aku hanya butuh istirahat."
"hanya butuh istirahat? lihat keadaan mu sekarang bahkan untuk berbicara pun kamu sangat lemah." setelah mobil sudah siap akhirnya mereka berdua pergi kerumah sakit dengan Devano yang masih mengenakan baju tidurnya begitu pun Adriana.
maid yang melihat penampilan Devano dengan wajah yang begitu khawatir hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"seperti nya akan ada rumah sakit yang akan di tutup hari ini." ucap Desi kepala maid di mansion Devano.
di dalam mobil Devano terus menggerutu semua orang dia salahkan tak terkecuali mamanya.
"ini semua karena mama yang sudah mencuci otak mu untuk memiliki seorang anak." kesal Devano.
"Dev kenapa kami berbicara seperti itu?" Adriana sedikit kesal pada Devano.
"lalu apa lagi? jika mama tidak bersikeras untuk memiliki cucu kamu tidak akan seperti ini."
"kamu tau aku juga sangat menginginkan nya."
"masih banyak cara untuk kita bisa memiliki anak,lagi pula di panti asuhan banyak anak yang ingin di adopsi."
"haaah Diaz balik ke mansion."kata Adriana.
"tetap ke rumah sakit."
"tidak-tidak aku sudah tidak merasa mual lagi kembali ke mansion Diaz."
"diaz aku bos mu di sini jadi dengar kata-kata ku sebelum aku mengirim mu ke kutub Utara." ancam Devano.
"Dev aku sudah baik-baik saja, lagi pula ini sudah biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama." kesal Adriana.
"berhenti berbicara ini hal biasa sebelum aku merobek mulut dokter yang memberi mu informasi aneh itu."
"kamu tadi bahkan hampir pingsan karena lemas."
"haaaah kepala ku pusing sekarang." Adriana menghembuskan nafasnya kasar.
"apa kamu pusing?" Devano memegang kepala Adriana.
"Diaz lebih cepat istri ku mulai pusing sekarang."
Diaz menggerutu dalam hati nya sedikit kesal karena tingkah bos nya yang mulai berlebihan jika mengenai nyonya nya itu.
"huuuh sabar Diaz ingat ada orang tua yang menunggu mu pulang dengan kepala masih utuh." ujar Diaz dalam hati.
sesampainya di rumah sakit Devano segera turun dari mobil menggendong Adriana. semua mata tertuju pada mereka karena terlebih penampilan tidak biasa seorang Devano Triya Kusuma.
Adriana yang merasa malu membenamkan wajahnya di dada bidang Devano, jika seperti ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.
saat tiba di ruang dokter kandungan Devano meletakkan Adriana di atas brankar dan dokter pun mulai memeriksa keadaan Adriana.
"periksa dengan benar jangan melewatkan hal kecil sedikit pun jika tidak mau berhenti dari profesi mu." ujar Devano dingin.
dokter tersebut menelan ludahnya mendengar perkataan Devano.
setelah selesai memeriksa keadaan Adriana dan memastikan jika keadaan nya dan janin dalam kandungannya baik-baik saja dokter tersebut mulai menjelaskan hasil pemeriksaan nya pada Devano.
"semua nya baik tuan tidak ada yang perlu di khawatirkan."
"tidak ada yang perlu di khawatirkan kan kata mu? istri ku pagi-pagi sudah mual dan memuntahkan semua isi perut nya hingga tidak bertenaga seperti sekarang kamu bilang tidak perlu di khawatirkan? siapa dosen mu? kamu lulusan kampus mana? aku akan menutup nya hari ini juga."kesal Devano.
"Dev ya ampun." Adriana benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya ini.
"K...."
"Dev kamu membuat nya takut, sudah sekarang sebaiknya kita pulang aku tidak apa-apa."Adriana menarik tangan Devano dengan kesal.
kehebohan yang di buat Devano tidak sampai di situ, setelah mengantar Adriana pulang dan memastikan nya untuk beristirahat Devano pergi ke mansion orang tuanya.
di sana dia langsung pergi mencari mamanya.
"ma.... mama..."
"ada apa Dev? ini mansion bukan hutan." kesal Sintia.
"ini semua karena mama Adriana tersiksa karena mama."
"maksud kamu apa Dev berbicara yang benar."
"ini semua salah mama yang mendesak Adriana untuk segera hamil, Adriana bahkan pagi-pagi sudah kesusahan."
"apa Adriana hamil?"tanya Sintia.
"iya dan karena kehamilan nya dia harus tersiksa hingga tidak punya tenaga."
mendengar hal tersebut seketika Sintia merasa senang hingga tidak memperdulikan Devano yang benar-benar kesal padanya.
"mama harus melihat menantu kesayangan mama dan calon cucu mama." Sintia bergegas pergi ke kamarnya untuk mengambil tas.
"ma ini semua salah mama istri ku kesusahan karena permintaan konyol mama." teriak Devano melihat tingkah mamanya itu.
"haaah apa yang harus aku lakukan sekarang, aku tidak bisa menggugurkan anak ku sendiri." kesal Devano frustasi.
"tapi bagaimana dengan istri ku, dia akan mengalami seperti hari ini setiap hari."
"haaah sebaiknya aku pulang percuma aku di sini." akhirnya Devano pergi kembali ke mansion nya.
hari ini dia tidak akan pergi bekerja karena ingin menjaga Adriana untuk berjaga-jaga jika anaknya menyusahkan sang istri.
Sintia di dalam kamarnya sedang menghubungi sang suami untuk memberi tahu kabar bahagia ini, dia akan pergi ke mansion anaknya untuk memeriksa keadaan menantu kesayangan nya dan calon cucunya.
"haah tapi bagaimana dengan Adriana? apa dia bisa menghadapi sikap posesif Devano?"pikir Sintia.
"ngidam apa aku dulu bisa melahirkan anak seperti Devano."Sintia menggelengkan kepalanya saat mengingat bagaimana tadi Devano kesal dan mengomeli nya.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉