ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 26



akhirnya Devano kini sudah tiba di negara B dia dan Riza langsung menuju kantor cabang untuk menangani masalah yang sedang terjadi beberapa penanggung jawab proyek yang sedang berjalan itu sudah berkumpul di ruang rapat menjadi satu.


Devano memasuki ruang rapat dengan wajah yang tidak bersahabat di sana juga ada Randi.


"selam....."


"to the poin kenapa masalah ini bisa terjadi?" ucap Devano dengan nada dingin nya.


"maaf tuan tapi mungkin ini kesalahan para pekerja bangunan." ucap penanggung jawab proyek tersebut.


Devano melempar kertas yang ada di hadapannya.


"aku tidak suka melihat orang melempar kesalahannya pada orang lain."


"aku sudah bilang untuk membeli bahan dengan kualitas terbaik tapi kenapa di sini kalian membeli bahan dengan kualitas buruk? Randi sudah ku bilang bukan jangan pernah main-main dengan ku."


"aku tidak tahu apa-apa tentang masalah bahan itu karena aku sudah menyerahkan semuanya pada dia karena dia penanggung jawab proyek ini pasti dia lebih tahu tentang bahan-bahan yang kualitasnya baik."Randi membela diri.


"apa kalian sedang ingin bermain tangkap menangkap dengan ku? aku bisa membuat kalian kehilangan semua nya bahkan jika proyek ini gagal aku tidak akan pernah bangkrut jadi sekarang mari kita bertaruh jika proyek ini benar-benar gagal kalian akan membayar nya dengan nyawa kalian bagaimana?" ucap Devano dingin.


"tapi kami sudah melakukan yang terbaik sebisa kami untuk keberhasilan proyek ini hanya saja para vendor terus mendesak kami." kata penanggung jawab proyek.


"apa kebisaan kalian hanya sekecil ini aku memberikan kalian uang dan gaji untuk melihat hasil kerja kalian yang memuaskan bahkan untuk memuaskan para vendor saja kalian tidak bisa, segera ganti bahan baku dengan kualitas terbaik selama aku masih memberikan kalian kesempatan, bahan baku dengan kualitas terbaik bisa mengembalikan kepercayaan para vendor lagi."


"tapi Dev kita tidak seharusnya memanjakan para vendor mereka bisa saja ngelunjak, kita hanya perlu membangun dari awal proyek ini bahan baku nya kita pakai yang seperti sekarang saja karena harga nya lebih rendah." Randi berusaha membujuk Devano karena uang untuk membeli bahan baku dengan kualitas terbaik sudah dia gelapkan.


"jangan seperti orang yang kekurangan uang aku memberikan kalian uang untuk membeli bahan baku dengan kualitas terbaik bahkan uang yang ku berikan lebih jadi cepat lakukan perintah ku kecuali kalian bermain curang dan menggelapkan uang itu."


"rapatnya kita sudahi sampai di sini, aku mau besok pagi bahan baku dengan kualitas terbaik sudah ada aku akan memeriksa nya langsung aku tidak ingin menerima alasan apapun jika ada kendala lagi kalian semua yang ada di ruangan ini akan menerima akibatnya." Devano pergi dari ruangan tersebut keluar untuk menemui keluarga para pekerja yang sedang berdemo dengan beberapa wartawan di sana.


"semua tenang." kata Devano membuat semua nya diam dan para wartawan meliput kejadian tersebut.


"aku akan menangani langsung masalah ini dan akan ku pastikan tidak akan ada kesalahan kedua, aku juga akan membiayai korban dalam kecelakaan kerja kali ini hingga sembuh jadi kalian tenang saja."


"tapi tuan Devano ini tidak semudah yang anda bicarakan, kita jelas-jelas tahun bahan baku yang anda pakai adalah bahan baku dengan kualitas buruk hingga memakan banyak korban." ucap salah satu wartawan.


"maaf sebelumnya tentang bahan baku itu aku baru tahu tadi pagi padahal aku memberikan lebih banyak dana dalam proyek ini agar mereka menggunakan bahan baku dengan kualitas terbaik tapi kalian tidak usah khawatir aku akan membuat pelaku nya membayar mahal atas kejadian ini kalian pasti tahu apa yang aku maksud bukan?"


"baiklah kami akan menunggu dan melihat langsung apa yang anda bicarakan itu benar atau tidak." ucap salah satu keluarga korban.


akhirnya Devano pergi dan saat itu mereka bubar.


sedangkan di sisi lain sekarang Adriana tengah berada di dalam jet pribadi milik papa mertua nya di di temani kedua mertua nya untuk pergi menyusul Devano.


"sayang apa anggur nya kurang?"tanya Sintia.


"apa masih ada?"


"tentu saja masih, ini papa bawakan untuk mu." Alvano memberikan anggur pada Adriana.


"apa papa tidak sibuk hari ini?"tanya Adriana.


"pekerjaan bisa papa tunda tapi menemani mu tidak bisa di tunda apalagi sekarang ada penerus papa dalam perut mu jadi keamanan mu dan calon cucu papa adalah yang utama."


"haaah maa kasihan sekali anakku sebelum dia lahir orang-orang menaruh tanggung jawab besar di pundak nya."keluh Adriana.


"tentu saja dia harus karena papa yakin Devano tidak akan mengijinkan mu hamil lagi jadi cucu papa setelah lahir harus belajar dengan giat dua perusahaan besar sedang menunggu nya."


"haah nak mommy jadi kasihan pada mu." Adriana mengelus perutnya yang masih rata.


"sayang tapi bukankah sekarang adalah jadwal cek up mu ke dokter?"tanya Sintia.


"hmm tapi ku rasa tidak melakukannya sekali tidak akan kenapa-kenapa."


"aishh ini salah Devano saat bertemu dengannya nanti papa akan memberi nya hukuman." kesal Alvano.


"hmm mama juga." ucap Sintia penuh semangat.


"mama sama papa tidak usah khawatir Adriana sendiri yang akan menghukum nya nanti tapi setelah di sana jangan menghubungi nya dulu Adriana akan memberikan dia kejutan."


"hmm apa pun untuk menantu kesayangan mama sama papa."


setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya mereka tiba di negara B untuk saat ini Adriana tinggal di sebuah villa milik keluarga Kusuma.


"kamu harus istirahat sayang mama akan membuatkan mu jus delima kesukaan mu." Sintia mengelus rambut Adriana.


Sintia hanya tersenyum menanggapi menantu nya itu dia tahu Adriana seperti ini karena hormon hamilnya.


"lalu kamu sedang menginginkan apa sekarang? papa dengar kamu menginginkan saham KFC? apa Devano sudah membeli kannya?"tanya Alvano.


"iya Devano sudah membelikan nya untuk ku apa papa tidak marah?"Adriana menundukkan kepalanya.


"kenapa papa harus marah, sekarang apa yang sedang kamu inginkan? saham Gucci, LV? atau apa?" tanya Alvano antusias.


"tidak-tidak Adriana tidak menginginkan sesuatu untuk saat ini untuk barang seperti Gucci, LV Adriana bisa membeli nya."


"itu berbeda ini saham bukan barang, atau ah papa tau Mall, kamu tidak memiliki Mall pribadi bukan?"tanya Alvano.


"aku tidak menginginkan nya lagi pula Devano tidak suka melihat ku berkeliling dan di perhatikan orang-orang aku yakin dia akan menghancurkan tempat itu."


"terus apa yang harus papa berikan untuk cucu papa." Alvano memasang wajah sedihnya membuat Sintia tersenyum geli.


"kamu memainkan trik ini lagi kali ini bukan pada ku tapi menantu mu."bisik Sintia.


"hmmm sebenarnya aku menginginkan sesuatu pa tapi aku bisa meminta nya pada kakak-kakak ku nanti."


"tidak, tidak boleh. minta pada papa saja apa yang kamu inginkan?"tanya Alvano antusias.


"helikopter, aku sedang menonton drama dari negara K pemeran utamanya adalah tentara dan dia sering pergi menggunakan helikopter dia sangat keren aku ingin memiliki helikopter nya." Adriana bercerita dengan antusias.


"jadi sayang siapa yang keren helikopter atau pemeran utamanya?"tanya Sintia mengajar menantu nya bercanda.


"helikopter nya."


"aduh jika pemeran utamanya dengar dia pasti kan sedih."ejek Sintia.


sedangkan Alvano sekarang sedang menghubungi asistennya untuk membeli helikopter atas nama Adriana.


"kamu sudah memiliki nya sekarang." kata Alvano tiba-tiba membuat Sintia tersenyum sedangkan Adriana terbengong.


"secepat itu?"


"tentu saja, bukan kah papa lebih keren di banding suami mu?" tanya Alvano narsis.


"jika dia mendengar mu kalian pasti akan berdebat dan saling membanggakan diri." kata Sintia lalu mengajak Adriana pergi meninggalkan suami narsis nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁