
"kamu mau kemana Anya?"tanya Jidan.
"aku ingin mempersiapkan beberapa anggota untuk bermain malam ini, kalian istirahat lah."Jawab Adriana.
"apa kamu tidak lelah?"tanya Agus.
"jangan terlalu memaksakan diri Anya."kata Jordi.
"aku tidak lelah sebaiknya kak Agus dan kak Jordi istirahat malam ini hanya kita bertiga yang bermain di luar sisanya urus yang aku katakan tadi."kata Adriana.
"baiklah Anya."kata semua orang.
Adriana akhirnya pergi ke rumah belakang dan membunyikan bel pemanggil.
semua anggota keluar dari kamar masing-masing dan berkumpul di lapangan.
banyak anggota baru yang tidak tahu Adriana bingung.
"selamat sore semua."kata Adriana dingin.
"sore nona muda."teriak semua.
"untuk anggota baru aku ucapkan selamat bergabung,aku yakin kak Jordi dan kak Tirta sudah menjelaskan semuanya."sapa Adriana kepada anggota baru.
"sore ini aku ingin setengah dari kalian mempersiapkan diri karena malam ini aku ingin bermain."kata Adriana.
semua anggota baru bingung, bukan kah ini lucu? pikir anggota baru.
"baik nona muda."jawab anggota lama.
"apa ada yang ingin ditanyakan"kata Adriana.
"maaf nona muda apa tugas kami disini hanya main bersama dengan mu?" tanya salah satu anggota baru.
"bermain dengan ku berbeda aku menuntut kalian pulang dengan selamat tanpa ada yang terluka sedikitpun."jawab Adriana acuh tak acuh.
"jika kurang jelas kalian bisa bertanya pada Henry dan sebagainya yang ingin bermain dengan ku persiapkan diri kalian mulai sekarang."kata Adriana.
"baik nona muda."kata semua anggota serentak.
Adriana pergi meninggalkan rumah belakang menuju kamar nya. dia mengambil salah satu buku dan rak buku tersebut bergeser menampakkan ruang rahasia.
Adriana masuk ke dalam ruang rahasia itu dan mengambil satu belati yang di campur dengan racun mematikan yang ia buat dan satu pistol.
Adriana keluar dari ruang rahasia itu dan membersihkan dirinya.
setelah selesai membersihkan diri dan bersiap Adriana keluar dari kamar menuju rumah belakang lagi.
(penampilan Adriana)
ternyata disana sudah ada Agus,Jordi dan setengah dari anggota redfox.
(penampilan Agus)
(penampilan Jordi)
"apa semua sudah siap?"tanya Adriana.
"yes Queen." kata agus dan Jordi.
"kita berangkat sekarang."kata Adriana.
Adriana,Agus,Jordi dan setengah dari anggota redfox masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan menuju gedung kosong yang ada di sebelah markas mafia nomor 4.
setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka sampai dan masuk kedalam gedung kosong tersebut.
Adriana mulai menerbangkan lalat nya ke arah markas mafia nomor 4 tersebut.
"ternyata mereka sudah mengetahui kedatangan kita."kata Adriana.
"benarkah dari mana dia mendapat informasi?"tanya Jordi.
Adriana mengambil ponselnya dan menelpon Jimi.
"hallo kak."sapa Adriana.
"ya Anya ada apa? apa kalian baik-baik saja?"tanya Jimi.
"yes we are fine, kak aku mempunyai satu tugas untuk mu."kata Adriana serius.
"apa?"tanya Jimi.
"selidiki siapa informan dari Alexander." kata Adriana.
"baik Anya."kata Jimin
Adriana menutup telfonnya dan kembali fokus pada lalat nya.
"dasar bodoh."kata Adriana.
"kenapa?"tanya Agus.
"ku pikir dia pintar ternyata dia sangat bodoh."kata Adriana.
"Henry."panggil Adriana.
"ya nona muda."jawab Henry.
"kamu dan dan beberapa long range shooter (penembak jarak jauh) lainnya ambil posisi dan tembak dari arah sini semua akan terlihat jelas."perintah Adriana.
"penyerang berpencar menjadi tiga bagian satu bagian ikut Adriana satu bagian ikut Jordi dan satu bagian lagi ikut aku."kata Agus.
"apa kalian sudah menggunakan baju Anti peluru?"tanya Jordi.
"sudah tuan."jawab semua anggota serempak.
"siap nona muda."jawab semua anggota.
"kita mulai dari sekarang."kata Adriana.
Henry dan long range shooter lainnya memulai aksi mereka sedangkan Adriana,Agus dan Jordi sudah berpencar bersama anggota yang mengikuti mereka masing-masing.
anak buah Alexander melawan serangan dari anggota redfox namun anggota redfox dengan mudah mengalahkan anak buah Alexander.
Adriana masuk lewat pintu depan,Agus lewat pintu belakang dan Jordi lewat pintu samping.
terjadi pertempuran sangat sengit di markas mafia nomor 4 tersebut. dan anggota redfox sekarang lebih unggul dari pada anak buah Alexander.
hingga sekarang Adriana sudah menuju ruangan Alexander.
Alexander sudah siap siaga dengan pestol yang ada di tangan nya dan menunggu Adriana membuat pintu namun Adriana lebih cerdas dari nya dia menyuruh anak buah Alexander membuka pintu dan yang kena tembak adalah anak buah Alexander.
Adriana masuk dan mulai menyerang Alexander, Alexander pun tidak mau kalah dia juga ikut menyerang Adriana.
sedangkan saat ini setengah dari anak buah Alexander sudah mati dan setengah lagi sedang di kepung oleh anggota redfox dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Agus dan Jordi masuk keruangan Alexander dan melihat Adriana dan Alexander sedang menyerang satu sama lain.
Agus dan Jordi kini ikut menyerang Alexander. melihat Alexander kewalahan Adriana menembak tangan dan kak Alexander dan kini dia tidak berdaya lagi.
"aku tidak mengenal dan mengusik mu jalang sialan kenapa kamu menyerang ku?"teriak Alexander.
"kau mungkin tidak mengenal ku tapi kau pasti mengenal dua lelaki itu bukan?"tanya Adriana.
Alexander melihat Agus dan Jordi.
"ka.... kalian."kata Alexander terbata-bata saat melihat Agus dan Jordi.
"kenapa apa kau pikir kami sudah mati?"tanya Jordi.
"yaa kalian sudah mati aku membunuh kalian dengan kedua tangan ku."teriak Alexander prustasi.
"hahaha kau yakin sekali jika yang kau bunuh kami. kau tahu yang kau bunuh adalah pengawal yang menyamar menjadi kami."kata Agus.
"dasar sialan."teriak Alexander.
"kau tahu wanita yang kau bantu adalah orang yang telah membunuh anak dan istri mu."kata Jordi.
"tidak...itu tidak mungkin."kata Alexander.
"benarkah,kau tidak percaya?"tanya Agus.
Adriana hanya melihat Agus dan Jordi dari kursi yang tidak jauh dari Alexander.
"akan ku tunjukkan."kata Agus.
"Will tunjukkan sekarang."kata agus.
anggota redfox yang bernama Will tersebut menunjukkan video dari ponsel nya kepada Alexander.
yang ternyata memang benar ibu tiri Agus,Jordi,Jidan, Tirta,dan Jimi lah yang telah membunuh anak dan istri Alexander.
"kau sudah bodohi dan menjadi alat untuk musuh terbesar mu Alexander."kata Jordi.
"tidak.... tidak perempuan jalang itu aku akan membunuhnya dengan tangan ku sendiri."teriak Alexander semakin prustasi.
"eits tapi maaf kurasa kau akan mati dengan penyesalan seumur hidup mu."kata Agus.
"tidak...tidak ku mohon jangan."kata Alexander memohon kepada Agus dan Jordi.
namun Agus dan Jordi menembak Alexander dengan bersamaan tepat di kepala dan membuat Alexander mati mengenaskan.
"selesai."teriak Adriana melempar aksesoris berbentuk rubah berwarna merah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐