ADRIANA

ADRIANA
part 31



"yang pertama ikut dengan ku dan yang kedua mati."kata Adriana yang tidak berniat menjawab pertanyaan dari salah satu anggota geng mafia nomer 2 itu.


anggota geng mafia nomer 2 yang masih tersisa itu hanya menelan ludahnya karena mereka tau seganas apa Adriana menghabisi lawannya.meskipun mereka belum tahu Adriana siapa sebenarnya namun aura yang di pancarkan Adriana membuat mereka takut.


"kami akan ikut dengan mu."kata salah satu anggota geng mafia nomer 2 tersebut mewakili yang lain.


"pintar."kata Adriana lalu pingsan karena kehilangan banyak darah.


"Anya." teriak Dea dan ke lima bersaudara tersebut karena sekarang Jimi sudah ada di sana.


"aku,Jordi,Agus dan Tirta akan mengantar Adriana kerumah sakit,Jimi kau handel yang ada di sini bawa ke mansion,Dea kau ikut Jimi pulang."kata jidan pergi membawa Adriana kerumah sakit.


sedangkan sisanya pergi ke mansion.


di rumah sakit Adriana segera di masukkan ke UGD karena keadaannya kritisi.


"tolong tunggu di luar."kata suster menghentikan langkahnya jidan,Jordi,Agus dan Tirta.


"anyaa semuga kamu baik-baik saja."kata Agus.


"sudahlah kita sebaiknya berdoa agar Anya kita baik-baik saja."kata Jordi menenangkan kedua saudaranya.


"tunggu.... kak apa kau mengenali laki-laki yang menembak Anya tadi?"tanya Agus.


"hmmmm sepertinya aku pernah melihatnya,tapi aku lupa."kata Jordi.


"jangan berfikir untuk membalasnya Agus."kata jidan memperingati Agus.


"kenapa? apa kau tidak melihat tadi, dia menembak Anya, sekarang Anya.... Anya ada di dalam." kata Agus prestasi.


"sudah tenang dulu Agus, jangan seperti ini."kata Jordi menenangkan Agus.


"kita tidak bisa melawannya karena dia Devano Trya Kusuma." kata jidan menunduk.


jidan merasa dirinya tidak berguna untuk Adriana. seharusnya dia bisa melindungi wanita yang sekarang menjadi adik perempuan satu-satunya itu.


"Apa?" tanya Jordi sedangkan Agus hanya menatap jidan.


"iya dia Devano, mafia nomer satu di dunia dia tidak akan mengampuni siapa saja yang mengusiknya." kata jidan menjelaskan.


"tapi kita tidak pernah mengusiknya."kata Agus.


"mungkin wanita yang akan di tolong Anya itu adalah ibunya dan dia mengira Anya akan membunuh ibunya."kata jidan.


"apa dia buta? Anya jelas² sedang melepas ikatan wanita itu."kata Agus prustasi.


sedangkan dari ruangan Anya terlihat dua orang suster dan seorang dokter keluar.


"bagaimana, bagaimana dengan adik kami?"tanya Agus.


"Agus tenanglah."kata jidan.


dokter akhirnya menjelaskan bahwa Adriana kehilangan cukup banyak darah untung saja stok darah yang cocok untuk Adriana di rumah sakit itu banyak sehingga Adriana kini selamat dan peluru berhasil di keluarkan.


"apa kami boleh melihatnya sekarang?"tanya jidan.


"sebaiknya biarkan pasien istirahat dahulu besok kalian sudah bisa melihat nya."kata dokter.


"syukurlah Anya tidak apa-apa."kata Agus


sedangkan suara handphone milik jika dan berbunyi dan ternyata itu dari Jimi.


"hallo."kata jidan.


"iya hallo kak, bagaimana... bagaimana keadaan Anya?"tanya Jimi.


"Anya baik-baik saja sekarang dia sedang istirahat."


"huuh syukurlah."kata Jimi lega.


"sekarang tolong suruh pengawal bawakan kami baju,kau dan Tirta diam di rumah handle anggota baru."kata jidan.


"baiklah kak biar paman Triyas yang akan membawakan kalian baju ganti."kata Jimi.


"ya sudah aku tutup."kata jidan menutup teleponnya.


"sudah sebentar lagi paman Triyas akan mengantarkan kita baju ganti sebaiknya kita juga istirahat."kata jidan yang di angguki Jordi dan Agus.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author ☺️


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong 👋