
setelah melewati hari yang cukup melelahkan Devano akhirnya pergi ke rumah farm, kali ini dia akan melihat permainan apa lagi yang akan keluarga itu mainkan.
"tuan apa sebaiknya kita tidak memenuhi undangan tuan farm?"Riza khawatir.
"tidak, aku ingin melihat permainan apa lagi yang dia dan anak-anaknya mainkan untuk membangunkan kucing ku."Devano tersenyum melihat ke arah luar jendela mobil.
"apa sekarang anda memelihara kucing?"tanya Riza.
"bukan sekarang aku sudah mempunyai kucing dari dua tahun lalu, entah kenapa sekarang aku sangat ingin melihat aksinya."
"tuan tolong jangan membuat ku bingung andaa hanya punya peliharaan singa,buaya dan beruang."
"Adriana, aku sangat ingin melihat aksinya sekarang padahal aku sendiri yang ingin merubahnya dan mengontrol emosi nya tapi hari ini aku sangat ingin dia marah, aku ingin melihat nya menembak orang atau semua yang dia lakukan dulu aku sangat ingin melihatnya sekarang."
"hah apa tuan sekarang sedang mengidam? tapi bukan dia yang hamil benar-benar aneh."gumam Riza dalam hati.
"apa anda yakin tuan Nyonya Adriana tidak ada di sini."
"dia mengikuti ku ke sini dan dia sampai setelah kita sampai."jawab Adriana.
"kita sudah sampai tuan." kata Riza.
"hmm."
mereka berdua turun dari mobil dan langsung di sambut oleh farm, istrinya dan kedua anaknya.
"selamat malam tuan Devano, saya senang anda mau menerima undangan saya."farm ingin menjabat tangan Devano.
"tentu saja saya akan menerima undangan anda."Devano tersenyum licik.
"silahkan masuk tuan." istri farm mempersilahkan Devano masuk.
kini mereka sudah duduk di meja makan dengan Rindi yang duduk di sebelah Devano.
Handry yang sedang menyamar menjadi bodyguard di rumah farm terus mengamati gerak-gerik Rindi sesuai tugas dari Adriana.
hingga sekarang Rindi yang coba untuk menggoda Devano dari bawah meja tidak luput dari perhatian Hendry.
Devano yang merasakan kakinya ada yang menyentuh hanya diam seolah dia tidak merasakan apapun meski kini dia sangat merasa jijik dan ingin membunuh Rindi.
"nona wanita itu sudah memulai aksinya." Hendry mengirimi Adriana pesan.
"terus awasi dia." balas Adriana.
kini Adriana telah memilih baju yang akan dia kenakan, senyum nya tak pernah pudar setelah pulang dari pantai tadi.
"aku akan menjadi tamu spesial yang tidak akan pernah kamu sangka farm, Yuta." Adriana tersenyum namun tiba-tiba Sintia masuk membawa susu untuk nya.
"sayang kamu mau kemana?"tanya Sintia.
"aku ingin mengambil milikku yang sedang di curi orang."jawab Adriana mengambil susu dari Sintia.
"milik mu yang di curi? apa itu sayang? mama akan menyuruh papa mu mencari nya atau beli saja yang baru ini sudah malam." Sintia terlihat sangat khawatir.
"ini bukan barang yang dapat di duplikat ma, tapi meskipun itu barang milikku hanya milikku orang lain tidak bisa mengambil nya dari ku." Adriana meminum susunya sampai habis.
"mama dan papa akan menemani mu."
"tidak perlu ma sudah lama aku tidak bermain polisi dan pencuri, biarkan aku pergi sendiri mama tidak perlu khawatir kakak ku tidak pernah lengah dia menempatkan beberapa anak buah nya untuk melindungi ku dari jauh."
"haaah mau bagaimana lagi mama tidak bisa membujuk mu tapi hati-hati kamu sedang hamil mama tidak mau terjadi apa-apa pada mu dan cucu mama." Sintia menyelipkan rambut Adriana ke telinga.
"iya ma."
"tapi sayang hmm seperti nya ada yang aneh." Sintia memperhatikan perut Adriana.
"aneh? aneh kenapa ma?" tanya Adriana memperhatikan perut nya juga.
"mama pikir ini belum saatnya perut mu membesar tapi ini." Sintia memegang perut Adriana.
"Adriana juga tidak tahu ma."
"ya sudah jangan terlalu di pikirkan, sekarang cepatlah berpakaian lalu segera ambil milik mu kembali sebelum pencuri nya semakin jauh dan cepat lah pulang." Sintia mengelus pipi Adriana lalu pergi meninggalkannya untuk berganti pakaian.
"hmm apa anak mommy sudah tidak sabar untuk keluar? kenapa kamu cepat sekali membesar." Adriana mengelus perutnya dan berganti pakaian.
setelah siap dia langsung pergi menuju rumah farm dengan mengendarai mobil nya sendiri yang di antar oleh anggota Redfox yang dia suruh.
setelah masuk Hendry membukakan pintu untuk Adriana, Adriana berjalan masuk dengan anggun menuju meja makan.
"selamat malam." sapa Adriana dengan senyuman yang tidak dapat di artikan.
farm dan Yuta yang melihat Adriana sangat terkejut begitu pun dengan Randi sedangkan Rindi dia semakin bergelayut manja di lengan Devano mencoba memanas-manasi Adriana.
Riza bingung dengan situasi yang ada sekarang terutama bingung dengan tuan nya yang membiarkan Rindi bergelayut manja di lengan nya sedangkan Adriana di sana dan bisa saja menimbulkan kesalahpahaman.
"no..nona Adriana." ucap farm dan Yuta.
"ah ternyata kalian Masih mengingat ku."Adriana duduk tepat di depan farm.
"bagaimana bisa kami melupakan mu nona, terimakasih telah datang." sapa Yuta tersenyum ramah mengkode maid untuk mempersiapkan minuman untuk Adriana.
"mama kenapa mama menyambut perempuan Asing ini? kita tidak pernah mengundang nya."kesal Rindi memarahi Yuta.
"dasar wanita tidak tahu malu, kami tidak mengundang mu sebaiknya kamu pergi dari sini, bodyguard...." Rindi mencibir Adriana lalu dia memanggil bodyguard untuk mengusir nya.
"Yuta anak yang kamu coba selamat kan itu ternyata sudah lahir dan tumbuh menjadi parasit dunia."
"kamu tahu aku sangat membenci parasit." Adriana berbicara pada Yuta.
bodyguard yang di panggil Rindi datang dan ingin mengusir Adriana namun Adriana dengan cepat melempar pisau yang ada di depan nya kepada bodyguard tersebut.
bodyguard itu langsung mati di tempat dengan pisau yang menancap tepat di jantung nya.
"nyonya benar-benar bukan manusia bagaimana bisa lemparan nya tepat sasaran padahal dia tidak melihat target nya."gumam Riza dalam hati.
"upss seperti nya aku sengaja melakukannya." Adriana menutup mulut nya.
"papa kenapa diam saja dia membunuh bodyguard kita." bisik Randi.
"diam lah sebelum dia membunuh mu juga."farm memperingati Randi.
"maaf sebelumnya nona Adriana ada urusan apa anda kekediaman kami seperti nya sudah sangat lama kita tidak bertemu." ucap farm.
"aku ke sini untuk mengambil milikku yang sedang ingin di curi seseorang."jawab Adriana.
"siapa itu nona biar saya yang memberinya pelajaran untuk anda."ucap farm.
"tidak, bahkan untuk mengajari anak mu saja kamu gagal."
"apa maksudnya nona?"
"bukankah aku sudah memberi mu peringatan dan tawaran dari pesan?"tanya Adriana.
"dari pesan?"farm mengingat-ingat kembali pesan yang pernah dia terima hingga dia teringat satu pesan yang dia bilang dari orang iseng.
.
.
.
.
.Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁