
dor...
suara tembakan terdengar begitu nyaring di sebuah ruangan yang cukup berantakan.
wajah marah milik seorang lelaki sangat terlihat jelas.
"dasar bedebah tidak berguna, menghabisi satu orang pun mereka tidak bisa."
"mau ku bantu?"seorang wanita tiba-tiba mendekat kearah laki-laki tersebut.
"Elle aku sedang tidak ingin bercanda, sebaiknya jangan ganggu aku."
laki-laki dan wanita yang sedang berbicara tersebut tak lain adalah Brielle dan Delon,mereka berdua adalah sahabat sejak kecil.
"El kamu anggap apa aku? aku bisa membantu mu karena aku juga dapat untung jika Adriana mati."
"apa maksudmu Elle?"
"kamu tahu kan papa telah mengatur perjodohan untuk ku, dan kamu tahu aku tidak menyangka jika aku benar-benar menyukainya."
"apa kamu yakin menyukainya atau hanya sebatas mengagumi? hmm tapi siapa yang akan di jodohkan dengan mu?"
"Gilang Sanjaya, aku yakin aku tidak hanya sebatas mengagumi nya saja tapi aku mencintai nya."
"lalu apa hubungannya dengan Adriana?"
"haah kamu tahu ternyata Gilang adalah kekasih dari orang yang kamu cintai, aku tidak bisa bersama Gilang jika dia terus bersama Gilang, aku sudah berusaha menjauhkan nya tapi Adriana sialan itu trus menghalangi ku dan mengancam Gilang,jadi ayo kita kerjasama membunuh wanita sialan itu dan memisahkan Gilang dengan Dea, aku mendapatkan Gilang dan kamu mendapatkan Dea."
"tapi tidak mudah membunuh Adriana."
"sekarang tidak sulit lagi karena dia sedang hamil, saat wanita hamil dia tidak bisa bebas bergerak jadi kita biasa memanfaatkan kesempatan ini."
"apa dia benar-benar hamil?"tanya Delon masih tidak percaya Adriana hamil.
"ya dia hamil."
"aku pikir iblis seperti nya tidak bisa hamil."
"iblis?"tanya Brielle.
"Brielle, Adriana adalah seorang iblis dia bisa membunuh seseorang lebih kejam dari kamu, dia suka menjadikan target nya boneka."
"benarkah aku sangat ingin berhadapan dengannya dan kamu harus jadi penonton, lihat dan nilai siapa yg lebih kejam."
"haah sudahlah percuma saja memperingati mu, tapi apa rencana mu? otak ku sudah buntu aku akan mengikuti permainan mu saja."
"aku akan memancing Adriana dari Dea."
"apa maksudmu Elle jangan macam-macam pada wanita ku."ancam Delon.
"cih wanita ku, diam saja dan ikuti permainan ku apapun yang aku lakukan semua untuk keuntungan kita."
"terserah padamu saja tapi jangan terlalu parah pada Dea ku."
"hmm."
sedangkan di tempat lain sekarang Devano dan Adriana sedang bersantai di taman mansion.
"kamu membantu Gilang?"tanya Adriana pada Devano.
"ya aku membantu nya, kamu tahu sendiri dia terkadang melakukan sesuatu dengan hati nya."
"cukup untuk membantu nya, biarkan dia menyelesaikan nya sendiri di tambah lagi sekarang Delon kembali berulah."
"maksud mu?"
"ya yang tadi menyerang ku suruhan Delon."
"bajingan."maki Devano marah.
"biarkan saja, ikuti permainannya."
"tidak bisa aku ha...."
"aku ingin melihat apa yang akan di lakukan Gilang, kita cukup jadi penonton, tapi jika Gilang memang tidak bisa aku sendiri yang turun tangan bahkan orang tua Gilang juga bisa terkena imbasnya."
"haaah terserah pada mu saja."Devano hanya bisa menghelai nafas kasar.
"dev lihat." Adriana tiba-tiba menunjuk perutnya yang bergerak akibat pergerakan bayi.
melihat hal tersebut bukan nya senang Devano malah menatap perut Adriana dingin.
"yak berhentilah bergerak kalian bisa menyakiti istri ku."
"Dev astaga."
"ada apa? apa kamu benar-benar merasa sakit?"tanya Devano panik.
"aku baik-baik saja Dev jangan memarahi bayi seperti itu aku tidak suka."
"ah iya aku lupa besok ada jadwal cek kehamilan."
"iyaa aku sudah menghubungi dokter dan menyuruh nya mengosongkan jadwal."
"tidak perlu berlebihan seperti itu Dev."
"apanya yang berlebihan? masih untung aku tidak menyuruh nya ke sini dan membawa semua peralatan nya ke sini.
"kamu memang selalu luar biasa."
"terimakasih atas pujiannya."
"bayi lihat Daddy kalian benar-benar narsis."
tiba-tiba ponsel Devano berbunyi, dia mendapat telpon dari Dayana.
Adriana yang melihat hal tersebut tersenyum tidak peduli.
"benar-benar benalu, andai aku tidak membutuhkan nya sudah ku bunuh dia sejak kemarin."kesal Devano tapi dia dengan wajah malasnya mengangkat telepon tersebut.
"hallo tuan Devano."
"hmm."
"apa kamu sudah melihat berita di internet yang sedang trending? bukankah dia ****** yang ada di rumah mu kemarin?"
"to the point, aku sedang tidak punya banyak waktu."
Adriana langsung mengecek ponselnya saat Dayana berbicara tadi, namun reaksi nya di luar dugaan padahal yang sedang trending saat ini adalah dia.
SEORANG WANITA YANG DI YAKINI ADALAH WANITA SIMPANAN TUAN DEVANO TRIA KUSUMA ADALAH SEORANG PEMBUNUH, DI KETAHUI AKSINYA BARU-BARU INI DI LAKUKAN DI SEBUAH PUSAT PERBELANJAAN TERNAMA DI NEGARA A, 20 ORANG TEWAS.
berita tersebut membuat Adriana geli karena banyak orang yang membelanya dan menceritakan kejadian aslinya
"haah calon selingkuhan mu sangat bodoh Dev hahahahaha." Adriana berbicara dengan keras bisa di dengar oleh Dayana di sebrang sana.
Devano mematikan sambungan telepon tersebut tidak perduli reaksi Dayana saat ini, dia langsung mengejar Adriana sambil melihat apa yang sedang trending saat ini.
reaksinya dan Adriana sama persis namun dia tersadar dengan ucapan Adriana tapi hingga membuat nya tiba-tiba menggendong Adriana karena kesal.
"honey apa maksud mu menyebut dia calon selingkuhan ku? bahkan berpikir dan punya niat setitik pun aku tidak punya."
"benarkah sayang sekali aku tidak bisa menjadi wanita lain di luar sana akibat menahan cemburu."
"apa maksudmu?"
"suami ku benar-benar yang terbaik." Adriana mencium bibir Devano yang membuat telinga Devano seketika memerah karena malu.
"aku mencintaimu honey."Devano mengecup kening Adriana.
"me to Daddy."
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!
anak² ku di sana butuh kalian
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁