ADRIANA

ADRIANA
part 88



Devano tersenyum ke arah Adriana dan mengambil pistol dari tangan Adriana dengan cepat Devano menembak papa dan anak tersebut hingga mati mengenaskan.


"Devano."panggil Adriana saat Devano jatuh pingsan.


Tirta dan Agus mendekati Devano.


"Dev..."panggil Adriana.


"devano bangun "kata Adriana mengguncang tubuh Devano.


"Devanooo."panggil Adriana sekali lagi menangis.


devano yang pura-pura pingsan tersebut akhirnya mengakhiri aktingnya dan langsung duduk meraup wajah Adriana yang menangis.


semua orang menatap Devano tanpa terkecuali Adriana.


"Dev apa kamu baik-baik saja?"tanya Adriana.


"ya aku baik-baik saja, maafkan aku,aku hanya bercanda."kata Devano menghapus air mata Adriana.


"yak itu tidak lucu."kata Adriana memukul dada Devano.


"devano."panggil Tirta dan Agus menyeramkan.


Devano melihat Tirta dan Agus.


"akting ku bagus kan?"kata Devano enteng yang mendapat tatapan tajam dari Adriana, Tirta dan Agus.


"yayaya aku minta maaf."kata Devano acuh tak acuh


"sebaiknya kita pergi sekarang aku sudah tidak tahan dengan bau darah di sini."kata Tirta.


"bukankah bau nya enak?"kata Agus.


"haissh pantas saja kamu di juluki pria haus darah."kata Tirta ingin pergi di ikuti yang lain.


"tunggu."kata Adriana.


"apa lagi?"tanya Devano.


Adriana mendekati Leo yang sudah mati dengan beberapa luka tembakan di badannya.


"aku akan membalasnya untuk kak Jimi."kata Adriana.


semua orang heran bukan kah Leo sudah mati lalu mau Adriana apakah lagi Leo?


Adriana mengambil pisau dari balik baju nya.


"karena aku baik,aku akan mengeluarkan peluru-peluru ini dari tubuh mu."kata Adriana tersenyum devil.


Adriana mulai merobek luka akibat tembakan di tubuh Leo dan mengeluarkan satu persatu peluru.


semua anggota redfox yang melihat nya Ingin muntah dan merasa ketakutan, di dalam hati mereka berjanji tidak akan menyinggung Adriana dan akan setia hingga akhir.


"selesai."kata Adriana setelah mengeluarkan peluru yang terakhir.


"ayo kita pergi."kata Adriana berjalan terlebih dahulu dengan senyuman yang terlihat puas di wajahnya namun mengerikan di mata semua orang yang melihat nya.


"Maxim urus semua mayat ini dan berikan pada kesayangan ku."kata Agus.


yang di maksud kesayangan oleh Agus adalah ikan piranha peliharaan nya.


Adriana dan Devano melempar logo merek masing-masing yang pastinya besok pagi media akan heboh di buatnya.


Adriana, Devano, Tirta dan Agus pergi ke rumah sakit sedangkan anggota redfox masih membersihkan mayat-mayat yang berserakan di mana-mana untuk di berikan pada kesayangan Agus.


Adriana menatap Devano tajam di dalam mobil.


"kenapa menatap ku?"tanya Devano.


"kenapa kamu bisa tahu aku disana?"tanya Adriana.


"aku tahu karena kamu adalah separuh dari diri ku."kata Devano.


Adriana menatap Devano menyelidik.


"apa kamu benar baik-baik saja?"tanya Adriana yang membuat Devano tersenyum senang.


"apa kamu mengkhawatirkan ku?"tanya Devano.


"tidak."bantah Adriana cepat.


"aku hanya tidak ingin berhutang Budi pada seseorang."kata Adriana.


"aku baik-baik saja, terimakasih telah mengkhawatirkan aku."kata Devano mengelus rambut Adriana.


"aku bilang aku tidak mengkhawatirkan mu."kata Adriana menyilang kan tangan di dadanya.


"ya apapun itu tapi terimakasih."kata Devano tersenyum.


"tidak seharusnya aku yang berterimakasih."kata Adriana menatap Devano dan menurunkan gengsi nya sedikit.


"terimakasih telah datang tepat waktu."kata Adriana.


"lain kali apapun yang terjadi jangan lupa menggunakan baju Anti peluru ok."kata Devano.


"aku pikir ini tidak terlalu berbahaya."kata Adriana.


"mau berbahaya atau tidak di saat kamu menghadapi musuh kamu harus tetap waspada dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan."kata Devano.


"hmmm."jawab Adriana.


setelah sampai di rumah sakit mobil Devano dan mobil Agus berhenti dan mereka berempat masuk bersama-sama.


"are you ok?"tanya Adriana pada Dea.


"i'm ok."jawab Dea sendu.


lalu Adriana beralih ke Jimi.


"kakak tentang saja bedebah itu sudah mati sekarang."kata Adriana pada Jimi yang masih tidak sadarkan diri akibat obat.


"are you ok Anya?"tanya Jidan.


"i'm ok kak."jawab Adriana.


Jordi menghampiri Adriana dan memutar-mutar tubuh Adriana memastikan jika Adriana memang baik-baik saja.


"semua sudah selesai,Jimi juga baik-baik saja sebaiknya kamu pulang istirahat ingat kamu juga baru sembuh."kata Jordi.


"aku akan tetap di sini."kata Adriana.


"Anya."kata Jidan.


"haaah apa kakak tidak merindukan aku?"tanya Adriana pada Jidan.


"aku merindukan mu sangat,tapi kamu harus istirahat Anya kamu baru sembuh."kata Jidan memeluk adiknya.


"ekhem." kata Devano berdehem.


Jidan yang mendengar Devano langsung melepaskan Adriana Jidan tahu Devano sedang cemburu.


"Dev sebaiknya kamu mengantar Adriana pulang."kata Jidan.


"ayo honey kamu harus istirahat."kata Devano tidak malu memanggil Adriana honey di depan banyak orang.


akhirnya Adriana mengalah dan pergi bersama Devano.


"apa dia benar-benar Devano Triya Kusuma?"tanya Jordi.


"dia benar-benar berbeda."kata Tirta.


"semoga dia benar-benar bisa menjaga Anya."kata Agus.


"tapi musuhnya juga banyak."kata Dea.


"musuhnya memang banyak tapi aku yakin dia bisa menjaga Anya di tambah lagi kalian tahu sendiri Adriana seperti apa."kata Jidan.


"iya kita juga di kalahkan oleh Anya."kata Jordi.


"sudahlah baby ayo pulang kamu juga harus istirahat."kata Agus.


"tapi kak Jimi."kata Dea.


"dia baik-baik saja,aku akan menjaganya disini."kata Jordi.


"sebaiknya kak Jidan dan Tirta pulang juga kalian pasti lelah besok kalian juga ke kantor kan?"kata Jordi.


"baiklah."kata semua orang dan pergi dari ruangan Jimi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


jangan lupa follow Ig author ya 👇


@ndiya252


annyeong👋