ADRIANA

ADRIANA
part 16



waktu makan malam pun tiba. jidan dan yang lain sudah di meja makan tanpa dipanggil sedangkan Adriana masih di dalam kamarnya membersihkan diri dan berganti pakaian.


"tok..tok..tok.. Anya waktunya makan malam, semua sudah menunggu mu dibawah." terdengar suara pintu kamar Adriana di ketok dan ternyata itu Triyas.


"hmmm." kata Adriana membuka pintu berjalan mendahului Triyas.


Triyas melihat tingkah Adriana seperti itu hanya menggeleng kan kepala. dia harus bersabar menghadapi sikap dan tingkah Adriana yang seperti itu.


sesampainya di meja makan Adriana duduk di kursinya dan mulai memakan makanannya tanpa menghiraukan semua orang yang menatapnya.


"yaak Anya bisakah kamu menghormati yang lebih tua dari mu."kata jidan sedikit kesal karena mereka sudah menunggu Adriana namun Adriana cuek dan langsung memakan makanannya.


Adriana menghentikan aktivitas makan nya


"kenapa?"tanya Adriana.


"Anya tolong hargai kami yang sudah menunggu mu lama. bukan kah kamu menganggap kami keluarga? maka coba lah menjadi keluarga yang harmonis." jelas Jordi lembut.


"keluarga harmonis? aku tidak yakin." kata adriana acuh tak acuh.


"bersikap lah sopan Anya disini ada paman Triyas dan kak jidan, kamu boleh bersikap bagaimana pun diluar tapi jika didepan kami bersikap lah seperti adik yang baik." kata Agus tegas.


"tapi aku tidak terbiasa."kata Adriana dengan suara rendah hampir tidak terdengar sama sekali.


"sekarang biasakan lah dirimu Anya,benar kata jordi kita sekarang keluarga kami kakak mu sekarang dan disini ada paman Triyas. jangan pernah merasa sendiri dan jadilah dirimu sendiri."kata Tirta tersenyum.


"akan ku coba." kata adriana.


"baik lah sekarang kita lanjutkan makannya aku sudah lapar." kata Jimi.


"jimiiiii." kata semua orang bersamaan.


"ya ya ya baiklah maafkan aku, tapi bisakah kita makan sekarang aku benar-benar sudah lapar."


"ya makanlah." kata Triyas.


setelah selesai makan yang lain sekarang berada di ruang keluarga namun Adriana masuk kekamar nya.


tak berapa lama Adriana keluar dengan pakaian sederhana entah sekarang dia mau kemana hanya author dan dirinya yang tau.


"apa kamu mau pergi?" tanya Jordi yang melihat Adriana menuruni tangga.


"kamu mau pergi kemana?" tanya jidan.


"ini sudah malam Anya."kata Tirta.


Triyas yang baru saja kembali dari rumah belakang melihat Adriana menggunakan pakaian seperti itu pun juga ikut bertanya.


"kamu mau kemana lagi? apa kamu tidak lelah?" tanya Triyas.


Jimi dan Agus hanya diam masih fokus pada film yang mereka tonton.


"uuuh kalian cerewet sekali, aku hanya ingin berjalan-jalan saja tidak akan kemana-mana." kata Adriana.


"jika begitu paman akan mengantar mu." kata Triyas.


"tidak usah aku akan keluar sendiri." kata Adriana.


"jika tidak mau dengan paman Triyas biar kami yang mengantar mu." kata Jimi menatap Adriana.


"ooh ayo lah kakak-kakak ku dan paman aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar, aku tidak akan membunuh orang." kata adriana.


"biarkan saja dia pergi,aku yakin di bisa menjaga dirinya sendiri." kata Agus.


"huuh baik lah,cepat lah pulang jangan pulang terlalu malam." kata paman Triyas.


kali ini Adriana hanya ingin pergi jalan-jalan biasa saja untuk melihat sekeliling kota. namun mata Adriana tertuju pada seorang wanita yang seumuran dengannya berjalan sendiri dengan keadaan yang memperihatinkan dan dia terus menangis.


Adriana menghentikan mobilnya dan menghampiri wanita tersebut.


"dasar gadis bodoh. apa yang kau lakukan dengan keadaan seperti ini diluar rumah?"kata adriana acuh tak acuh.


"ya aku memang bodoh, maka dari itu mereka membuang dan mengusir ku dari rumah."kata wanita itu sambil menangis.


"menangis dan pasrah begini tidak akan membuat mu kembali ke rumah itu bodoh." kata Adriana datar.


"kamu tidak akan mengerti, karena kamu tidak pernah di posisi ku." kata wanita itu membentak Adriana.


namun wanita itu salah besar bahkan penderitaan yang di alami nya tidak sebanding dengan penderita yang Adriana alami.


"ha..ha..haa.. kamu terlalu bercanda."kata Adriana tertawa menyeramkan.


"sekarang ikut lah dengan ku. kamu tidak perlu menangisi takdirmu karena takdir akan menertawakan mu."kata Adriana.


"aku tidak mau. aku tidak mengenal mu." kata wanita tersebut.


"huuh merepotkan sekali." batin Adriana.


"baik lah perkenalkan nama ku Adriana Zevanya, keluarga ku bisa memanggil ku Anya."kata Adriana


"sekarang ikutlah dengan ku sebelum takdir memperburuk keadaan mu." kata adriana lagi.


"ba..baiklah." kata wanita tersebut..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


kiraยฒ wanita itu siapa ya?? ada yang tau? kalau ada tulis dikolom komentar ok๐Ÿ˜‰


style Adriana keluar rumah malam ini


(anggap aja mlm hari ya๐Ÿ˜)



hai readers ๐Ÿ‘‹


untuk mendukung author jangan lupa like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜Š


maaf jika ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author ๐Ÿค—


annyeong ๐Ÿ‘‹