ADRIANA

ADRIANA
part 80



Adriana sudah beberapa hari ini menjalani semua kegiatan nya di rumah sakit , triyas dan Devano setia merawat dan menjaga Adriana.


"aku bosan."kata Adriana menaruh ponselnya di atas meja.


"ayo kita jalan-jalan ke taman rumah sakit ini."kata Devano mengambil kursi roda yang ada di dekat jendela.


"tidak mau."kata Adriana.


devano hanya menatap Adriana.


"aku ingin pulang."kata Adriana lagi.


"tidak."kata Triyas dan Devano secara bersamaan.


"lukaku sudah sembuh bahkan dokter bilang aku sudah boleh pulang."kata Adriana.


"aku tidak percaya."kata Devano.


"jangan membuat ku dalam masalah Anya."kata Triyas.


Adriana turun dari ranjang dan mulai melompat lompat, membuktikan bahwa dia memang sudah baik-baik saja.


"coba lihat sekarang aku sudah baik-baik saja bukan?"kata Adriana masih melompat-lompat.


sedangkan triyas dan Devano sudah khawatir dengan Adriana.


"oh come on aku benar-benar sudah sehat sekarang."kata Adriana tetap mencoba meyakinkan Devano dan triyas.


"akan ku tanyakan pada dokter Sekarang,tapi kamu harus duduk."kata Triyas pergi dari ruang Adriana.


dan kini hanya tinggal Adriana dan Devano.


"apa kamu benar baik-baik saja?"tanya Devano.


"ya,apa perlu aku berlari mengelilingi rumah sakit ini agar kamu dan yang lain percaya?"tanya Adriana.


"tidak-tidak."kata Devano cepat.


"setelah keluar dari sini apa yang akan kamu lakukan?"tanya Devano.


"menyelesaikan semua."kata Adriana.


"apa yang akan kamu lakukan pada Andinia?"tanya Devano.


"kita lihat saja nanti."kata Adriana,tak lama triyas datang.


"kamu sudah boleh pulang."kata Triyas.


"ya aku tahu itu."kata Adriana tersenyum ceria.


"tapi ingat Anya jangan sampai terluka lagi."kata Triyas.


"paman tenang saja."kata Adriana pergi mengganti pakaiannya.


Adriana, Devano dan triyas sudah pergi dari rumah sakit dan sekarang tujuan nya adalah villa milik keluarga AZ.



"aku pikir ini bukan villa."kata Adriana sesampainya di villa tersebut.


"sudah lebih baik kalian istirahat terutama kamu Anya."kata Triyas.


"tidak aku harus ke suatu tempat."kata Adriana.


"Anya..."kata Triyas.


"aku akan cepat."kata Adriana menarik Devano kembali masuk ke mobil.


"kita mau kemana?"tanya Devano.


"jangan pura-pura tidak tahu."kata Adriana.


"sebaiknya kamu istirahat saja dulu."kata Devano.


"cepat."kata Adriana Dingin.


devano akhirnya mempercepat mobilnya dan berhenti di satu gedung kosong yang terlihat ada beberapa orang penjaga.


tanpa menunggu Devano, Adriana turun dari mobil dan berjalan ke arah penjaga dan meminta penjaga tersebut membawanya ke ruang penyiksaan yang sudah di siapkan.


sesampainya di ruang penyiksaan Adriana duduk di kursi yang sudah di siapkan dan tersenyum devil ke arah Andinia dan Annabelle.


andinia dan Annabelle yang melihat Adriana datang merasa heran,bukan kah waktu itu Adriana di tembak oleh Devano? kenapa sekarang dia bisa ada disini bersama Devano?"tanya Annabelle dan Andinia yang melihat Devano duduk di kursi yang satu nya lagi.


"hai kita bertemu lagi."kata Adriana tersenyum dingin.


"ka...ka..kamu? bukannya Devano menembak mu waktu itu?"tanya Annabelle terbata-bata.


"benarkah?"tanya Adriana pura-pura tidak tahu.


"iya dan seharusnya kamu membencinya sekarang,kamu tidak boleh bersama nya."kata Annabelle sedangkan Andinia hanya diam karena tidak bisa berbicara lagi.


"tapi aku tidak membencinya,aku mencintai nya."kata Adriana yang berhasil membuat Annabelle tidak karuan sedangkan Devano sudah melayang jauh ke angkasa.


"tidak,kamu tidak boleh mencintainya."kata Annabelle.


"why?"tanya Adriana.


"kamu tidak pantas untuk nya,kamu hanya wanita yang sudah di buang oleh keluarga mu dan menjadi jalang di rumah keluarga AZ."kata Annabelle yang berhasil membuat Devano kesal dan menekan tombol yang ada di meja samping nya, itu berhasil membuat Annabelle tersetrum kuat.


"benarkah kamu berfikir seperti itu? tapi sayang nya AZ adalah singkatan dari nama ku dan AZ crop adalah milikku."kata Adriana.


"aku tidak peduli kamu percaya atau tidak,tapi yang jelas kalau menurut mu kamu yang lebih cocok untuk Devano silahkan rebut dia sekarang dari ku"kata Adriana yang membuat Devano menatap nya heran.


"rasanya seperti di angkat ke atas dan di hentakan dengan keras kebawah." gumam Devano dalam hati.


"apa kamu sudah gila? bagaimana cara ku merebut nya dari mu sedangkan kamu mengikatku seperti ini."kata Annabelle.


"nah berarti kamu tahu sendiri jawabannya."kata Adriana.


"aku sudah terlalu lama berbicara bersama mu dan aku muak."kata Adriana menekan tombol yang ada di meja samping tempat duduknya.


sebuah pisau kecil-kecil yang sudah di beri racun mematikan tersusun rapi dan mulai mendekat ke arah Annabelle.


"ap...apa yang kamu lakukan?"tanya Annabelle mulai panik karena pisau-pisau kecil itu semakin dekat ke arah nya.


"nikmati saja,ini hadiah kecil dari ku untuk mu sebelum kamu keneraka."kata Adriana.


"ahh aku melupakan adik tercinta ku."kata Adriana yang kini menatap Andinia.


andinia menatap Adriana dengan tatapan yang penuh kebencian,ingin rasanya dia mengeluarkan kata-kata yang menusuk untuk Adriana tapi tidak bisa karena Devano sudah membungkam mulutnya untuk selama-lamanya.


"seperti nya kamu sangat ingin mengeluarkan kata-kata mutiara untuk ku tapi sayang tidak bisa."kata Adriana tersenyum mengerikan.


"ah tolong berikan adik tercinta ku untuk menulis."kata Adriana dan salah satu anggota black wolf memberikan papan tulis kecil beserta spidol pada Andinia.


"aku ingin tahu apa kata-kata terakhir mu?"kata Adriana.


andinia belum selesai menulis dari saat dia di berikan papan tulis dan spidol.


"aku benar-benar membenci mu Adriana, seharusnya kamu tidak di lahir kan ke dunia ini."tulis Andinia.


"hmm aku juga mempunyai pikiran yang sama dengan mu tapi Tuhan sudah terlanjur menciptakan ku."kata Adriana.


"jika bebas dari sini aku akan benar-benar membunuh mu dengan kedua tangan ku sendiri."tulis Andinia.


"tapi sayang seperti nya kamu tidak bisa bebas."jawab Adriana.


"ah tapi aku akan membebaskan mu dengan satu syarat."kata Adriana.


"apa? cepat katakan."tulis Andinia.


"kamu harus melawan hadiah yang di berikan oleh kakak ku."kata Adriana.


dan saat itu muncullah seekor singa putih dari ruangan gelap yang ada di depan Andinia dan di belakang Adriana.


"apa kamu gila menyuruh ku melawan singa jelek itu."kata Andinia.


"jika tidak mau ya sudah aku yang akan membunuh mu."kata Adriana mengeluarkan pestol nya.


"tidak..tidak bagaimana pun aku harus bisa keluar dari sini dan membunuh Adriana."gumam Andinia dalam hati.


"aku akan melawan singa jelek itu tapi beri aku satu senjata karena ini tidak adil bagi ku jika lawan nya singa jelek itu."tulis Andinia.


"aku tidak suka orang yang terlalu lama bernegosiasi."kata Adriana memejamkan matanya dan mengingat ingat kejahatan apa saja yang di lakukan Andinia padanya dan mulai menembak Andinia secara brutal.


andinia mati seketika tapi Adriana masih menembak nya sambil meneteskan air mata.


Devano menggenggam tangan Adriana dan Adriana berhenti menembak Andinia.


"buka matamu lihat lah penderitaan mu sudah mati."kata Devano dan Adriana membuka matanya dan tersenyum.


"aku sudah bebas dari takdir kejam keluarga."kata Adriana tersenyum mengerikan.


sedangkan keadaan Annabelle saat ini benar-benar tragis semakin lama pisau-pisau itu menusuknya semakin dalam dan sebentar lagi dia akan mati karena racun yang ada di pisau itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


maaf yah up nya lama author sibuk banget😭


tapi author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


annyeong👋