ADRIANA

ADRIANA
part 13



"aku tidak pernah mendorongnya ma, nek." kata Adriana membela diri, karena memang bukan Adriana pelakunya


"aku tidak percaya pada mu Adriana." kata Renata marah.


" tidak mungkin ada orang yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri jika memang ada maka dia orang gila." kata Netta membentak Adriana.


"pah tolong percaya lah pada ku." kata Adriana dengan wajah memohon.


"kamu pikir aku akan mempercayai mu? sekarang aku benar-benar menyesal mempunyai putri seperti mu." kata Surya marah.


"pergi kamu dari sini dasar anak tidak tahu di untung, dosa apa yang ku perbuat sehingga memiliki cucu seperti diri mu." usir netta


Author POV


"dasar nenek sihir udah bau tanah masih aja jahat sama cucu sendiri yang ada, dosa apa yang Adriana perbuat di kehidupan sebelumnya hingga memiliki keluarga yang tidak punya hati๐Ÿ˜ก. jadi kesel sendiri kan padahal yang buat kan gue๐Ÿ˜…"


author POV end


"pergi kamu!! bawa semua barang-barang mu mulai sekarang, aku tidak mempunyai anak bernama Adriana." kata Renata yang tidak mengalihkan pandangannya dari Andinia yang masih dengan drama tangisannya.


"dan kamu tidak lagi menjadi anggota keluarga Adijaya." bentak Surya.


"baik lah aku akan pergi dari sini dan tidak akan pernah kembali kecuali untuk membalas kalian" kata Adriana dingin lalu pergi meninggalkan kediaman Adijaya.


setelah keluar dari kediaman Adijaya Adriana melangkahkan kakinya mencari taxi menuju bandara untuk pergi ke negara A sesuai dengan perkataan sang kakek.


setibanya di negara A Adriana membuka kotak yang di berikan Adijaya kepadanya di mengambil kertas yang bertulisan sebuah alamat kemudian pergi menuju alamat tersebut.


sekarang dia sudah berdiri tepat di alamat yang tertulis di kertas tersebut. yang Adriana lihat sekarang adalah sebuah mansion mewah yang dijaga ketat oleh beberapa orang pengawal.


"apa kakek tidak salah memberiku alamat?" gumam Andrian.


lalu seorang lelaki yang seumuran dengan Surya menghampiri nya.


"selamat sore nona Adriana." sapa lelaki tersebut.


"hmm, kenapa anda tau nama saya?" tanya Adriana dingin.


"maafkan saya sebelumnya nona perkenalkan nama saya Triyas saya adalah tangan kanan tuan adijaya, setelah tuan adijaya pergi meninggalkan negara A untuk memperjuangkan cintanya mansion ini saya yang menjaganya karena dia tidak mau menempati mansion ini." jelas Triyas


"hmm." kata Adriana datar.


"siapa yang menggaji kalian selama ini? kata kakek ku semua hartanya termasuk perusahaan keluarganya sudah disumbangkan."kata Adriana masih terlihat datar.


"sebelumnya tuan adijaya sudah menggaji kami hingga 3 tahun ke depan nona." kata Triyas.


"huuh kakek sudah memikirkan semuanya,baik lah kek sekarang waktu Adriana yang berjuang." gumam Adriana dalam hati.


"ada berapa orang yang tinggal disini?" tanya Adriana.


"ada 300 orang nona." jawab Triyas.


"ada 200 orang yang bisa nona selebihnya tidak." jawab Triyas.


"baik lah.aku ingin istirahat dan untuk paman jangan memanggil ku nona panggil aku Anya." kata Adriana.


"tapi no..."


"aku tidak suka dibantah." kata Adriana berjalan menuju kamar namun dia kembali lagi.


"dimana kamar ku?" tanya Adriana


"saya akan mengantar anda nona."


"ahh paman jika kau memanggilku nona lagi akan ku pisahkan kepala mu dari tempatnya." kata Adriana.


"ba..baik lah Anya, mari." kata Triyas


sesampainya di pintu kamar Adriana langsung masuk dan merebahkan dirinya di ranjang king size nya.


"huuh aku lelah sekali, sebaiknya aku tidur dan besok pagi aku akan mencari anggota untuk membuat geng mafia dan perusahaan waktu ku hanya 3 tahun." gumam Adriana memejamkan kan matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**hai readers ๐Ÿ‘‹


author kembali lagi walau belum sepenuhnya pulih ๐Ÿ˜”


jangan lupa dukung author ya dengan cara like,komen dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜Š


maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini adalah novel pertama author


sampai jumpa di up selanjutnya โ˜บ๏ธ


annyeong ๐Ÿ‘‹**