
setelah membunuh ketua dari geng mafia nomer 2 itu Adriana mendekat ke arah wanita yang di sekap disana.
"apa kau tidak apa-apa?" tanya Adriana.
"tidak aku tidak apa-apa." kata wanita tersebut.
Adriana mencoba membuka rantai yg mengikat wanita tersebut namun terdengar suara tembakan dan saat itu juga Adriana memegang lengannya.
"Adriana...."teriak Agus yang melihat lengan Adriana berdarah.
seketika Tirta, jidan,Jordi,Agus berlari ke arah Adriana.
"apa kau baik-baik saja?"tanya Jordi.
"tidak itu darah, Anya."kata jidan panik.
"bedebah." umpat Agus geram.
sedangkan Tirta memegangi lengan Anya yang masih mengeluarkan darah.
" jangan sentuh wanita itu." suara seorang pria yg datang dari arah pintu.
"Devano"kata wanita yang ingin Adriana selamat kan.
seketika Adriana dan saudara-saudara nya melihat ke arah pintu.
"minggir atau kepala kalian akan putus." kata pria yang bernama devano tersebut.
Adriana hanya menatap pria itu dengan sinis. sedangkan ke empat saudaranya yang lain sangat marah ketika melihat adik mereka di tembak oleh pria tersebut.
namun mereka tidak ingin gegabah karna tahu siapa pria yg ada di hadapan mereka.
"sudah lah urusan kita sudah selesai wanita ini juga bukan urusan kita, sekarang kita pergi."kata Adriana bangkit dengan tangan masih memegangi lengannya.
"kau mau pergi begitu saja jangan harap.
"kata Devano yg mengangkat senjatanya ingin menembak Adriana dan ke empat saudaranya.
namun dengan cepat Adriana menembak tangan devano.
"tangan dibalas dengan tangan."kata Adriana pergi di ikuti oleh yang lain.
devano ingin mengejar Adriana namun dia teringat Dengan tujuan utamanya.
"Mama."kata Devano yg ternyata wanita tersebut adalah mamanya yg bernama sintiya
"Dev kamu tidak apa-apa?" tanya sintiya.
"aku baik-baik aja ma tapi mama?" tanya depan kembali.
"Mama baik-baik aja dev,hanya saja kaki mama sedikit lemas." kata sintiya.
Devan tanpa banyak bicara menggendong sintiya pergi keluar gedung tanpa memperdulikan tangannya yang terluka.
"lepaskan Mama Dev, mama bisa berjalan luka mu akan semakin berdarah jika seperti ini." kata sintiya.
"luka ku baik-baik saja ma." jawab devano.
setelah di mobil devano memegangi lukanya dan dilihat oleh sintiya.
"ke rumah sakit sekarang."kata sintiya.
"seharusnya kamu tidak menembak wanita tadi Dev."
"ayo lah maa seharusnya aku tadi membunuh wanita itu tadi tidak akan ku lepaskan dia begitu saja." jawab devano marah.
"dia telah menyelamatkan Mama Dev,mama yakin kamu bukan orang bodoh dan pasti tahu siapa yang culik mama."kata sintiya.
"Mama harap dia baik-baik saja dan mama bisa bertemu lagi dengannya." sambungnya lagi
"huuuuh." kata depan membuang nafas kasar.
sedangkan di sisi lain Adriana dan saudara-saudara nya serta anggota nya masih berada di gedung tadi dengan beberapa anak buah Genk mafia nomor 2 tersebut.
"Anya tanganmu kenapa?" tanya Dea panik.
"hanya luka kecil." kata Adriana.
"apanya yang luka kecil,lihatlah darahnya terus saja keluar." kata Dea semakin panik.
"Ssst sudah lah diam jika masih ingin aku hidup." kata Adriana.
"aku di sini ingin memberikan kalian 2 pilihan." kata Adriana.
"siapa kamu sebenarnya." kata salah satu anggota geng mafia nomer 2 tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers ๐
aku up lagi niih โบ๏ธ
makasih buat kalian yang sudah sabar nunggu author up ๐
makasih juga buat kalian yang sudah mau support author โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โบ๏ธ
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐