
"dengan itu kami harap kalian semua yang hadir dan sudah bergabung dengan perusahaan kami bisa di ajak kerjasama dengan sportif dan tidak melakukan hal-hal bodoh untuk menjatuhkan perusahaan."kata Tirta membuat semua orang yang tadinya ragu dan niat berlaku curang memundurkan niatnya.
"sebelum resmi di buka apa ada yang ingin di tanyakan?" kata pembawa acara kepada tamu undangan.
seseorang mengangkat tangan dia bernama Wili.
"kenapa adik kalian yang jadi pemimpin? bukankah itu terlihat seperti lelucon?" tanya Wili sarkas.
"iya di lihat-lihat kalian masih sangat muda tentu adik kalian masih bocah ingusan yang tidak tahu apa." kata salah satu tamu undangan menambahkan.
mendengar semua itu membuat triyas,Tirta,Jidan,Jordi,Jimi dan tentu Agus sangat marah.
Agus ingin maju menjawab namun di tahan Jordi karena dia tau jika sudah bersangkutan dengan Adriana dia Agus akan menjadi iblis menyeramkan.
akhirnya yang menjawab adalah Tirta.
"Anda belum mengenal adik kami dari mana anda tahu jika adik kami adalah bocah ingusan?"tanya Tirta membuat orang yang tadi mengatakan Adriana bocah ingusan langsung terdiam.
"adik kami kami sangat berharga dan jika dia mau saat ini dia bisa membongkar kebusukan perusahaan kalian." kata Tirta dingin.
"ooh apa kau belum tahu jika ada yang menjelek-jelekkan adik kami maka ada iblis yang siap menghancurkan kalian hingga tidak bisa bangkit lagi?" tanya Jidan yang kini bertanya dengan nada dingin dan wajah datar.
"apa kau mengancam ku?"tanya Wili.
"ooh tidak hanya saja kurasa jika kau terus menjelek-jelekkan adik kau akan menjadi abu."kata Jidan tersenyum mengerikan yang membuat semua orang takut.
"kurasa pertanyaan nya sudah cukup aku akan memperkenalkan adik-adik ku. di sebelah sana ada Jimi,yang tengah Jordi, yang itu Agus dan sebenarnya keluarga AZ memiliki 2 orang adik perempuan yang tidak kami ekspos."kata Tirta.
Jimi,Jordi dan Agus mengangkat tangan mereka satu persatu saat nama mereka disebut hingga menampakkan gelang yang di berikan Adriana tadi malam.
hal itu membuat semua orang ketakutan terutama Wili dan orang yang telah menghina Adriana.
suasana saat ini juga membuat seisi ruangan menjadi panas bisikan-bisikan pun mulai terdengar.
"kurasa kita tidak bisa bermain-main dengan mereka." bisik salah satu tamu undangan.
"iya ternyata mereka adalah pemimpin redfox."jawab yang lain.
"kalian ingat saat berita pembantaian mafia ke 5 dan ke 3 yang mereka lakukan? itu sungguh menyeramkan." kata yang lain pula.
pembawa acara mengalihkan suasana yang cukup tegang saat ini dengan mempersilahkan Jidan dan Agus meresmikan perusahaan dengan cara memotong pita yang di sediakan.
akhirnya perusahaan resmi di buka dan tamu undangan menikmati makanan yang dihidangkan.
sementara itu Adriana dan Dea yang melihat dari atas hanya tersenyum smrik.
"kita lihat saja sejauh mana dia akan meremehkan ku jika perusahaan ini akan berkembang dalam waktu 2 tahun kedepan."kata Adriana.
Dea melotot kaget.
"apa dua tahun? Anya aku harap kamu jangan memaksakan diri jika seperti ini terus kamu akan sakit."nasihat Dea.
"sudahlah."kata Adriana pergi meninggalkan Dea.
"kamu mau kemana?" tanya Dea menyusul Adriana.
"jalan-jalan"singkat Adriana.
"ikut."kata Dea mengikuti Adriana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โบ๏ธ
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐