ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 41



hari ini Devano harus meninggalkan Adriana sendiri, begitu pun dengan kelima saudara laki-laki Adriana dan juga mertua nya.


keadaan mansion benar-benar sepi tidak ada keributan yang biasa di lakukan oleh Agus dan Devano.


Adriana duduk di taman belakang mansion menikmati beberapa cemilan yang di sediakan maid,satu notifikasi masuk kedalam ponsel nya tertera nama Will di sana.


"haah seharusnya aku membereskan nya sampai akar waktu itu."tanpa melihat isi pesan dari Will Adriana sudah tau isinya.


"ada apa Kanya? apa kamu mulai susah bernafas?"Dea tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Adriana.


"apa latihan mu sudah selesai?"


"yaa sudah selesai dan aku sangat bosan."


"kenapa?"


"Tante Diandra terus mendesak ku untuk menjauhi Gilang."terlihat jelas raut wajah tidak enak Dea.


"ya sudah jauhi saja."Adriana memasukkan cemilan kedalam mulutnya setelah mengatakan sesuatu yang tidak Dea pikiran tanpa rasa bersalah.


"apa kamu mau aku menjauhi nya?"


"Dea biarpun kamu berhasil menikah dengan Gilang wanita itu akan terus membuat mu tidak nyaman dan kemudian akan meninggalkan Gilang dengan sendirinya."


"tapi ak..."


"kamu mencintai nya, dan aku menyayangimu."potong Adriana.


"jangan berkompetisi dengan orang tua pasangan mu, segi manapun Gilang memilih mu saat ini dia tidak akan pernah tega membuang ibunya demi kamu Dan selebih nya dia mungkin saja akan membuang mu nantinya."


"tidak Gilang bukan orang seperti itu? kenapa Kanya seolah-olah tidak merestui hubungan ku dengan Gilang? apa Kanya tidak percaya padanya? dia sahabat Devano."


"jangan mudah percaya terhadap seseorang, sampai sekarang aku memang tidak percaya pada Gilang karena dia tidak menunjukkan padaku caranya untuk mempertahankan mu meskipun dia sahabat Devano sekalipun."


"Gilang bukan seperti ku Dea, aku mungkin tega menghancurkan orang tua dan keluarga ku untuk bebas dari mereka tapi situasi nya berbeda, Gilang sudah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya jauh sebelum mengenal mu, kasih sayang itu akan selalu dia ingat dan akan melupakan kesalahan yang orang tuanya lakukan padanya."


Dea terdiam mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Adriana.


"aku tidak menyuruh mu meninggalkan nya,aku hanya menyuruh mu tetap ada di sini dengan aman dan nyaman,aku tidak mau kehilangan seorang adik Dea, jika Gilang memang benar-benar seperti perkiraan ku akan ku pastikan dia akan bernasib sama dengan Delon."Adriana bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Dea yang diam seribu bahasa mendengar nama Delon.


"apa dia kembali?"otak Dea di penuhi dengan Delon.


di mana sebelum dia bersama Gilang dia pernah bersama Delon.


Delon adalah cinta pertama Dea dan patah hati pertama Dea juga.


kembali ke Adriana sekarang dia sudah ada di dalam kamarnya tengah bersiap-siap ingin pergi.


"sudah lama aku tidak datang ke kantor Devano."ucap Adriana melihat dirinya di cermin.


"bayi apa kalian ingin melihat kantor Daddy sebelum pergi ke dokter?"



"Daddy kalian pasti akan marah jika mommy pergi ke sana."Adriana mengelus perutnya.


tapi tak lama terdengar suara pintu terbuka, terlihat Devano dengan penampilan acak-acakan masuk ke dalam kamar tergesa-gesa.


"ada apa Dev? kenapa penampilan mu seperti ini?"tanya Adriana.


"are you ok?"tanya Devano memegang pipi Adriana.


"I'm ok, ada apa sebenarnya?"


"Gilang memberitahu ku Brielle dan Delon berencana membunuh mu."terlihat jelas raut khawatir dari wajah Devano.


"ternyata Gilang sudah menyusun rencana nya sendiri dan aku tidak perlu turun tangan."Adriana tersenyum.


"honey kenapa kamu masih bisa tersenyum saat nyawa mu sedang di incar dua benalu tidak tahu diri."kesal Devano melihat istrinya itu.


"karena aku yakin kamu bisa menjaga ku dengan baik."


"haaah sudahlah aku benar-benar akan menyerahkan semua pekerjaan ku pada Riza sekarang, kamu tidak bisa menolak hal itu."


"apa kamu tidak kasihan pada Riza? dia bahkan tidak bisa mendapat kekasih karena kamu terlalu banyak memberikan nya pekerjaan."


"itu masalah nya kenapa tidak bisa membagi waktu."


"haah sudahlah, aku jadi tidak bisa pergi ke kantor mu."


"syukurlah aku datang tepat waktu di sana banyak laki-laki yang mungkin saja mata mereka akan keluar saat melihat mu seperti waktu terakhir kali kamu datang ke perusahaan ku."kesal Devano mengingat kejadian itu.


"jangan berjalan seperti itu, mau seterlambat apapun kita datang dia akan tetap menunggu kita."


"dasar kamu memanfaatkan kedudukan mu untuk membeli waktu seseorang."


"tentu saja aku harus memanfaatkan kedudukan ku sebaik mungkin."


"sudahlah cepat, aku sudah tidak sabar melihat bayi-bayi kita."


mereka akhirnya pergi ke rumah sakit dengan beberapa mobil bodyguard yang mengikuti mobil mereka dari belakang dan depan.


Devano benar-benar menambah penjagaan terhadap Adriana dengan ketat mengingat fakta ternyata Brielle adalah psikopat gila dan Gilang adalah ilmuan gila.


setelah sampai di rumah sakit Adriana dan Devano langsung masuk ke ruang dokter kandungan dan dokter mulai memeriksa kandungan Adriana.


Adriana dan ketiga bayi nya sangat sehat, ketiga bayi yang ada di perut Adriana tumbuh dengan baik dan sangat aktif.


terlihat di layar saat USG mereka bertiga begitu lincah bergerak.



(gambar hanya contoh)


"apa jenis kelamin nya sudah bisa di lihat?"tanya Adriana.


"sudah nyonya,dua bayi berjenis laki-laki dan yang satunya lagi berjenis kelamin perempuan."


"waah benarkah."Adriana sangat antusias mendengar hal tersebut berbeda dengan Devano.


"kenapa mereka harus laki-laki."kesal Devano menatap dokter.


"ma..maaf tuan saya bukan tuhan saya hanya seorang dokter jadi jenis kelamin janin bukan saya yang menentukan."jawab dokter dengan terbata-bata.


"Dev ada apa dengan otak mu yang terkenal pintar dan cerdas itu."kesal Adriana.


"yaak kedua bayi itu pasti menyingkirkan aku dari sisi mu, kamu pasti lebih mencintai nya dari pada aku, kamu pasti tidak akan memperhatikan ku lagi, Kam...kamu...kamu..." air mata Devano tiba-tiba menetes membuat dokter dan Adriana melongo menatap Devano tidak percaya.


namun sedetik kemudian Adriana tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk Devano.


"honey dengarkan aku, rasa sayang ku pada mu dan mereka berbeda, aku memiliki mereka karena aku bersama mu tanpa mu aku tidak bisa memiliki mereka, jelas itu artinya aku lebih menyayangi mu, tentang membagi perhatian dan waktu ku untuk mu dan mereka pun berbeda setelah mereka besar nanti mereka akan menjalani kehidupan mereka sendiri-sendiri dan aku akan terus bersama mu selamanya."


"benarkah begitu?"tanya Devano.


"tentu saja, lagi pun mereka tidak hanya membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari ku saja tapi dari mu juga."


"haah bagus lah aku lega mendengarnya."


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!


anak² ku di sana butuh kalian


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁