
"hai Dea."sapa Sintya dalam mobil.
"hai Tan ."sapa Dea kikuk.
"cepat masuk."kata Adriana.
Dea akhirnya masuk dan duduk di belakang, Adriana menjalankan mobilnya ke mansion keluarga Kusuma.
sesampainya di mansion keluarga Kusuma Sintya ingin keluar dari mobil namun tidak jadi saat Adriana dan Dea tidak ikut keluar.
"kenapa Tan?apa Adriana salah rumah?"tanya Dea melihat Sintya yang tidak jadi keluar mobil.
"tidak tidak ini benar hanya saja Tante ingin kalian makan malam disini."kata Sintya.
"***...."kata Dea terhenti.
"kami sibuk."sarkas Adriana.
"sayang sekali Tante sangat ingin kalian makan malam di rumah Tante,ini juga sebagai bentuk terima kasih Tante."kata Sintya berpura-pura sedih.
Dea merasa kasihan pada Sintya dan menarik baju Adriana dari belakang meminta persetujuan.
"baiklah."kata Adriana menghelai nafas.
"terimakasih."kata Sintya senang dan refleks memeluk Adriana namun Adriana tidak membalas dan Sintya memaklumi sikap Adriana.
"selamat datang di kediaman Tante Adriana Dea silahkan masuk."kata Sintya.
saat Sintya, Adriana dan Dea masuk bodyguard yang berjaga di pintu depan membungkuk.
Adriana hanya berjalan anggun.
Sintya membawa Adriana dan Dea ke ruang keluarga untuk mengobrol sebelum makan malam tiba dan siap.
"maaf ya Tante sudah membuat kalian repot."kata Sintya.
"tidak apa-apa tante."jawab Dea sedang kan Adriana hanya diam.
"hai ma."sapa Devano yang baru pulang dari kantor.
Adriana melihat Devano membuat hati nya merasa aneh jantungnya berdebar dan dengan cepat dia membuang muka mengendalikan dirinya.
"kenapa dengan ku? haissssh."gerutu Adriana dalam hati.
"hai Dev."sapa Sintya heran yang melihat Devano duduk tepat di depan Adriana.
""tumben."kata Sintya.
"tumben apanya?"tanya Devano.
"biasanya kamu langsung masuk kekamar atau ke ruang kerja jika pulang dari kantor."kata Sintya.
"mama mungkin lupa kalo Devano pulang kerja selalu duduk disini."kata Devano tetap dengan pandangan nya ke arah Adriana.
Sintya yang melihat putranya tersebut merasa bingung sekaligus bahagia karena memang Sintya berminat menjodohkan Devano dan Adriana.
"kenapa menatap ku?"kata Adriana dingin.
"siapa yang menatap mu?"tanya Devano.
"haish...."Adriana membuka ponselnya yang ternyata ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Agus.
ponsel Adriana sekali lagi bergetar dan itu panggilan dari Agus,dia tidak berniat pergi untuk mengangkat panggilan tersebut dan malah mengangkat nya di depan Devano, Sintya dan Dea.
"kamu dimana?"tanya Agus to the poin.
"kamu to the poin sekali honey ,aku lagi di luar."kata Adriana manja ingin mengerjai Devano.
Devano yang mendengar kata Adriana tersebut menampakkan wajah tidak suka,lain halnya dengan Dea dia melihat siapa yang menelepon Adriana tadi sebelum di angkat dan dia paham jika Adriana sedang mengerjai Devano.
Agus yang mendengar suara Adriana yang manja dan memanggil nya honey bingung tapi tetap menjawab Adriana.
"apa kamu tidak makan malam di rumah?"tanya Agus.
"tidak aku makan malam di luar bersama Dea, jangan menunggu ku jika kamu ngantuk tidurlah."kata Adriana manis dan sekali lagi membuat Devano menampilkan wajah yang tidak bersahabat.
sedangkan Sintya telah putus harapan untuk menjodohkan Devano dengan Adriana.
"baik lah hati-hati saat pulang nanti."kata Agus.
"iya,baaay honey."kata Adriana tersenyum menang saat melihat wajah kesal Devano.
"apa ada masalah Adriana?"tanya Sintya.
"tidak."singkat Adriana.
"hmmm Adriana bisa Tante minta tolong?"tanya Sintya.
"apa?"singkat Adriana.
"bisakah kamu memanggil Tante dengan sebutan Tante jangan terlalu formal."kata Sintya tulus.
"akan ku coba."jawab Adriana.
"hmm aku ingin ke kamar mandi, dimana kamar mandinya tante?"tanya Adriana
"sebalah sana nanti biar bibi ini yang mengantar mu."kata Sintya mengisyaratkan asisten rumah tangga mengantar Adriana.
akhirnya Adriana pergi kekamar mandi di antar asisten rumah tangga.
"maa aku ke kamar dulu."kata Devano masih dengan wajah yang kesal namun bukannya kekamar dia malah mengikuti Adriana.
setelah Adriana dan Devano pergi kini hanya tinggal Sintya dan Dea di ruang keluarga.
"hmm Tante maafkan sikap Adriana yang seperti itu ya."kata Dea.
"tidak apa-apa sayang,oh iya apa Tante boleh bertanya?"tanya Sintya pada Dea.
"apa Tante?"tanya Dea.
"kenapa Tante bertanya seperti itu?"tanya Dea tidak suka.
"hmm maaf jika Tante menanyakan hal ini tapi Tante rasa Adriana anak yang baik dan hangat namun mungkin di masa lalu nya ada hal yang membuat nya seperti sekarang."jelas Sintya.
Sintya berpikir sejenak sebelum akhirnya menceritakan masa lalu Adriana.
sedangkan saat ini di kamar mandi tamu Adriana sudah selesai dan akan keluar dari kama mandi namun saat Adriana membuka pintu Devano memegang pintu dan mendorong Adriana kembali masuk kedalam.
"aa...apa yang kamu lakukan."kata Adriana.
"hanya ingin berdua dengan mu."kata Devano.
"apa kamu gila dasar pria mesum menyebalkan aku ingin keluar."kata Adriana hendak keluar namun tangan nya ditarik oleh Devano sehingga membuat nya terkurung oleh kedua tangan Devano.
Adriana dan Devano saling tatap sejenak hingga akhirnya Adriana sadar dan mencoba melepaskan diri dari kurungan Devano.
"apa sih cepat lepaskan aku."kata Adriana memberontak.
"jika aku tidak mau?"tanya Devano tersenyum smrik.
"apa sih mau mu?"tanya Adriana kesal.
"siapa yang menelepon mu tadi?"tanya Devano.
"bukan urusan mu."kata Adriana dingin.
"jelas ini menjadi urusan ku sayang kamu calon istri ku."kata Devano.
"jangan bermimpi."kata Adriana.
"cepat jawab jika tidak aku akan mencium mu."kata Devano yang membuat Adriana melotot.
"jangan macam-ma..."sebelum menyelesaikan ucapannya Devano lebih dulu mencium bibir Adriana.
"hyaaaaak."teriak Adriana setelah sadar.
"cepat jawab atau aku akan mencium mu lagi."kata Devano.
"yayaya dia adalah kakak ku."kata Adriana kesal.
"benarkah?"tanya Devano memastikan.
karena takut di cium akhirnya Adriana memperlihatkan isi panggilan nya.
"apa sebegitu takut nya kamu jika aku cium?"tanya Devano.
"yaak dasar pria mesum menyebalkan cepat lepaskan aku."kata Adriana.
"aku akan melepaskan mu jika kamu mau menjadi kekasih ku."kata Devano.
"jangan bermimpi cepat lepaskan aku."teriak Adriana.
"mau kamu teriak sekencang apa pun tidak akan ada yang mendengar."kata Devano.
"yaaak dasar gila."kata Adriana memberontak dan mencoba melepaskan diri.
"aku mau kamu menjadi kekasih ku jika tidak aku bahkan bisa melakukan hal lebih dari ciuman."ancam Devano.
"dasar pria mesum gila aku tidak mau cepat lepaskan."kata Adriana mencoba lebih keras untuk melepaskan diri dari Devano.
"benarkah?"kata Devano mencoba mendekati Adriana dan ingin menciumnya.
namun Adriana menyerah dan setuju untuk menjadi kekasih Devano.
"yayaya aku mau menjadi kekasih mu cepat lepaskan aku."kata Adriana pasrah.
"hahaha Good girl."kata Devano mencium bibir Adriana dan keluar dari kamar mandi.
setelah kepergian Devano Adriana akhirnya lega.
"aishhh dasar pria mesum menyebalkan."kata Adriana marah.
dia akhirnya merapikan dirinya yang berantakan dan pergi ke ruang keluarga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐