ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 3



setelah seharian jalan-jalan bersama Dea akhirnya Adriana tiba di mansion nya dan Devano. ternyata Devano sudah pulang terlebih dahulu dari pada Adriana.


"apa hari mu menyenangkan?"tanya Devano yang ternyata menunggu Adriana di pintu depan.


Adriana tersenyum kearah Devano lalu berhamburan ke pelukan nya.


"jangan memasang ekspresi seperti itu." ujar Adriana melepas pelukannya.


"aku akan membuat mall pribadi untuk mu di dalam mansion ini besok pagi." kata Devano masih dengan wajah kesalnya.


"nooo."tolak Adriana cepat karena jika tidak Devano akan benar-benar membuat nya.


"kamu sangat cepat."


"hmm ayolah jangan memasang ekspresi seperti itu aku sudah di sini sekarang." Adriana memeluk tangan Devano.


"sudahlah kamu pasti lelah seharian mengelilingi mall." Devano menggendong Adriana ke kamar.


"oh ya kita mendapatkan undangan pesta dari keluarga Sanjaya." kata Adriana setelah sampai di dalam kamar.


"apa kamu mau datang?"tanya Devano.


"apa kamu tidak akan datang?"tanya Adriana balik.


"tentu jika kamu tidak ingin." jawab Devano enteng.


"sahabat yang buruk." ejek Adriana.


"kamu lebih penting."kata Devano.


"tidak kita akan pergi, saudara-saudara ku juga akan pergi."


"apa kamu tidak lelah?"tanya Devano.


"tidak, kita masih mempunyai waktu istirahat 3 jam." jawab Adriana.


"kalau begitu ayo istirahat."Devano menindih tubuh Zenna.


"yaaak aku bahkan belum mengganti pakaian ku." protes Adriana.


"apa aku harus mengganti nya untuk mu?" goda Devano.


"dasar penggoda handal."


"hei aku hanya bisa menggoda mu." Devano mulai mencium Adriana.


****


di tempat lain tepat nya di mansion keluarga AZ semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Dea, apa kamu mencintai Gilang?" tanya Jidan.


"ti.... tidak." jawab Dea gugup.


"aku bisa membaca gerak-gerik tubuh seseorang jika kamu lupa?" ujar Jordi menatap Dea.


"sekarang tidak lagi." kata Dea.


"apa kita tidak perlu pergi?"tanya Jimi.


"kenapa tidak?"tanya Dea.


"apa kamu akan baik-baik saja jika kita pergi?"tanya Jimi.


"tentu saja."Jawab Dea.


"Kami tidak."kata Agus yang di angguki semua.


"tapi kita harus pergi Sanjaya group juga rekan bisnis keluarga kita." ujar Dea.


"baiklah terserah mu saja tapi jika ekspresi wajah mu berubah tidak baik di sana aku tidak berjanji untuk tidak membunuh perempuan itu."kata Jordi.


"kak bisakah tidak bercanda soal nyawa seseorang?"tanya Dea


"jika itu berkaitan dengan mu dan Anya kami tidak bisa."jawab Tirta membuka suara.


"bagaimana jika nyawa ku menjadi bahan bercandaan orang lain?"tanya Dea membuat semua orang mulai menatap Dea tajam.


"siapa?"tanya Agus.


"dari keluarga mana?"tanya Jidan.


"yayaya yaaak aku hanya bertanya." kata Dea mulai panik.


"pilihan nya cuma satu mati tragis tanpa bentuk." kata Agus.


"haah sudahlah kalian sama saja." Dea pergi ke kamarnya karena tidak habis pikir dengan kelakuan kakak-kakaknya.


Tirta mengambil handphone nya untuk menghubungi sekertaris nya.


"cari tahu apa yang terjadi seharian ini pada Dea dan Adriana." ujar Tirta setelah telpon tersambung.


"baik tuan."


Tirta pun mematikan telpon nya sepihak namun tiba-tiba handphone Agus berbunyi dia mendapatkan telpon dari Adriana.


"hallo Anya."


"jangan selidiki kegiatan ku dan Dea hari ini aku ingin sedikit bermain." kata Adriana memperingati Agus.


"kamu terlambat mungkin sebentar lagi Tirta akan mengetahui apa yang terjadi pada kalian."


"jika sudah tahu diam lah."


"tidak kamu tidak boleh bermain seperti dulu lagi." tegas Agus.


"ya terserah mu."


Adriana pun mematikan telpon nya secara sepihak dan Agus melihat semua saudara nya yang mulai menatap nya dengan tanda tanya.


"Anya ingin bermain."


"siapa target nya?"tanya Jimi.


"entah sebaiknya kita tidak perlu mencari tahu apa yang terjadi pada mereka seharian ini."


"apa kamu akan memberikan nya bermain?"tanya Jordi.


"dia berjanji permainan nya kali ini tidak seperti dulu."


"haaah meski terasa sangat aneh tapi setidaknya aku tidak melihat Anya yang dulu." ujar Jimi.


"Anya yang dulu hanya sedang tertidur jadi kita doakan dia tidak pernah bangun." kata Jidan.


"semoga." ujar semua.


pesta keluarga Sanjaya pun tiba banyak tamu yang sudah mulai datang termasuk keluarga AZ,di antara lima laki-laki tampan itu ada Dea yang berada di tengah-tengah, tidak sedikit yang iri pada Dea karena di kelilingi lima laki-laki tampan.


"apa Kanya belum datang?"tanya Dea.


"seperti nya."jawab Jimi.


hingga tiba-tiba Devano dan Adriana datang yang seketika membuat semua orang menatap nya.


para perempuan sangat terpesona pada ketampanan Devano sedangkan para pria terpesona pada Adriana.


menurut mereka ini momen langka bisa melihat Adriana secara langsung, tidak sedikit para wanita mempunyai niat tidak baik pada nya karena memang identitas Adriana sangat di tutup rapat oleh keluarga AZ dan Devano.


"haah seharusnya kita tidak datang."keluh Devano pada Adriana.


"sudahlah ayo pergi menemui tuan Sanjaya mereka sudah menatap kita."ajak Adriana.


Devano dan Adriana pun berjalan menghampiri Gilang dan kedua orang tuanya untuk menyapa.


"selamat malam om, Tante."sapa Devano dengan ekspresi datar.


"malam Dev,apa ini Adriana?"tanya Diandra ibu dari Gilang.


"ya dia istri ku."


"selamat malam om Tante." sapa Adriana.


"ternyata benar rumor yang beredar kamu sangat cantik." puji Diandra dengan wajah yang tidak bersahabat sedangkan Adriana hanya tersenyum.


keluarga AZ datang bergabung untuk memberi salam pada Gilang dan kedua orang tua nya.


"selamat malam tuan Sanjaya, nyonya Diandra."sapa Jidan.


"selamat malam tuan Jidan terimakasih sudah datang."sapa Sanjaya.


satu persatu keluarga AZ mulai memberi salam pada Gilang dan orang tuanya hingga tiba pada giliran Dea.


"selamat malam tuan Sanjaya dan nyonya Diandra." sapa Dea tersenyum ramah namun tanggapan Diandra tidak seperti yang di harapkan.


Diandra hanya menganggukkan kepalanya.


ada sedikit rasa tidak enak di hati Dea namun dia tidak boleh merubah ekspresi nya.


Adriana yang menyadari hal tersebut menatap Diandra dengan ekspresi yang tidak bisa di baca.


"Tante Diandra mungkin saya belum memperkenalkan diri dengan baik." kata Adriana tiba-tiba membuat semua saudara-saudranya termasuk semua orang melihatnya.


"perkenalkan nama saya Adriana Zevanya." Adriana mengulurkan tangannya pada Diandra.


semua orang yang mendengar hal tersebut terkejut pasalnya tidak ada yang tahu tentang istri seorang Devano Triya Kusuma. namun hari ini semua orang yang ada di sana tahu.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁


sampai jumpa di up selanjutnya 😉