ADRIANA

ADRIANA
part 76



setelah di usir oleh Tirta Devano memutuskan untuk pergi bukan meninggalkan rumah sakit dia hanya pergi ke taman rumah sakit dan menunggu hingga keluarga Adriana tidak di depan ruang rawat Adriana.


"maafkan aku Adriana,,,, maafkan aku.aku sangat bodoh mempercayai Annabelle."kata Devano menangis.


baru kali ini Devano benar-benar merasa terpuruk hingga menangis di tempat umum seperti saat ini.


Gilang yang memang mengikuti Devano dari tadi hanya mengamati Devano dari jauh,Gilang bukan tidak berniat menenangkan Devano hanya saja Gilang pikir dengan begini Devano dapat belajar lebih mempercayai wanita nya dan perasaan nya sendiri.


Gilang juga waktu itu pernah memperingati Devano untuk tidak gegabah namun Devano tidak mendengarkan Gilang dan malah menembak Adriana.


"maaf kali ini aku tidak bisa membantu mu."kata Gilang pergi.


"maafkan aku....tolong maafkan aku."kata Devano.


sedangkan di depan ruangan Adriana Jidan masih emosi dan yang lain masih berusaha menenangkan Jidan.


"tenang lah sedikit kak."kata Tirta memperingati Jidan.


"apa kamu bisa tengang melihat orang yang menyakiti hati dan melukai fisik adik mu sendiri?"tanya Jidan emosi pada Tirta.


"ya aku tahu,aku tahu bagaimana perasaan mu Anya adalah adik ku juga tapi tenangkan dirimu ini rumah sakit, Adriana juga bisa terganggu."kata Tirta.


Jidan mengacak-acak rambutnya sendiri prustasi.


"jika kak agus disini aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi."gumam Jordi.


"adikku yang malang."kata Jidan mendekati pintu ruang rawat Adriana.


"sebaiknya kalian istirahat saja biar paman yang menjaga Anya di sini."kata Triyas.


"tidak sebaiknya paman yang istirahat."kata Jidan.


"kalian pasti lelah apalagi kamu dan Tirta, kalian belum istirahat pasti kalian lelah dari kantor terbang ke sini, kasihan juga Dea lihat lah dia sampai tertidur."kata Triyas yang membuat semua orang melihat Dea tertidur di kursi.


"iya sebaiknya kalian istirahat."kata jordi.


"kamu juga Jordi."kata Triyas.


"tapi ak...."kata jordi terpotong.


"kamu juga pasti lelah, sebaiknya kalian kembali ke villa dan kamu Jordi kemasi barang-barang mu,Agus,Jimi dan Adriana dari hotel."kata Triyas.


"huuuh baiklah,tapi kami akan ke ruangan Suga terlebih dahulu."kata Tirta.


"iya."jawab triyas.


Jidan menggendong Dea karena tidak tega membangunkannya, setelah mereka pergi triyas mendekat ke pintu Adriana dan melihat Adriana dari kaca pintu tersebut.


"adijaya lagi-lagi Adriana terluka dan aku tidak bisa melindungi nya."kata Triyas.


"cepatlah pulih Anya dan selesaikan semua nya agar kamu bisa memulai kehidupan baru tanpa terhalang oleh masa lalu."kata Triyas.


setelah beberapa jam Devano pergi keruang rawat Adriana dia melihat jika hanya triyas yang sedang tidur di samping ranjang Adriana.


devano mendekati pintu dan melihat Adriana Lewat kaca.


"Adriana...."kata Devano meraba kaca.


"sekali lagi maafkan aku...aku tahu kali ini kamu sangat membenci ku,maaf karena telah melukai fisik mu dua kali, maafkan aku Adriana Zevanya."kata Devano menangis dan menatap Adriana yang masih tidak sadarkan diri.


devano melihat Adriana hingga jam menunjukkan pukul tiga, Devano memutuskan untuk pergi karena tidak ingin membuat keributan,dia pergi menuju tempat Annabelle dan Andinia di sekap.


devano kesana dengan penampilan yang sudah berantakan, wajah yang penuh memar.


"hai kita bertemu lagi."kata Devano menyeramkan.


Annabelle dan Andinia sangat takut melihat Devano yang sekarang, bahkan Andinia yang suka memberontak berusaha melarikan diri kini hanya menunduk karena takut melihat Devano.


"kalian tahu sekarang Adriana masih tidak sadarkan diri,aku sangat ingin berada di sampingnya, memeluk dan merawat nya."kata Devano terdengar menyedihkan memang namun di telinga Annabelle dan Andinia itu sangat menyeramkan.


devano mengambil cambuk yang ada di dekatnya dan mulai mencambuk Andinia dan Annabelle.


Annabelle menangis dan berteriak histeris.


"dan kamu Andinia kamu benar-benar adik tidak tahu di untung, Adriana sangat menyayangi mu bahkan dia rela menjauhkan dirinya dari semua orang hanya untuk membuat mu tidak merasa iri kepada nya tapi kamu...."kata Devano terhenti dan mencambuk Andinia dengan sangat keras.


"devano tolong lepaskan aku,aku berjanji tidak akan melakukan hal yang sama lagi bahkan aku tidak akan menampakkan diri ku di hadapan mu dan Adriana."kata Annabelle memohon.


"melepaskan mu? kamu pasti tahu aku Annabelle lagi pula jika aku melepaskan mu kamu akan memilih tetap disini karena di luar sana tidak akan ada orang yang menginginkan mu termasuk kedua orang tua mu."kata Devano.


"ap...apa maksud mu?"kata Annabelle.


"hahahaha apa kamu pikir keluarga AZ akan membiarkan mu begitu saja? tentu tidak,kamu telah melukai adik mereka dan kamu tahu hadiah apa yang mereka berikan pada mu? mereka menghancurkan perusahaan keluarga mu dalam 3 jam dan mereka membuat mu menjadi terkenal di seluruh dunia hingga semua orang menjuluki mu seekor jalang ular."kata Devano.


"ti...tidak kamu pasti berbohong."kata Annabelle.


"terserah mau percaya atau tidak."kata Devano hendak pergi.


"obati mereka."kata Devano pergi.


kembali ke rumah sakit Adriana tampak masih tertidur saat Agus datang bersama Jimi, ya keadaan Agus sudah lebih baik dari kemarin dan dokter sudah mengizinkan nya pulang.



"selamat pagi cantik."sapa Agus pada Adriana.


"yuk bangun yuk,kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau asal kamu bangun."kata Agus sedih.


triyas bangun dari tidurnya setelah mendengar suara Suga.


"apa kamu sudah lebih baik?"tanya triyas.


"iya paman."kata Agus Tampa memalingkan wajahnya pada Adriana.


"haah wajah mu benar-benar berantakan Sekarang."kata Triyas mendekati Agus dan melihat wajah Agus yang masih memar.



"ini hanya luka kecil tidak sebanding dengan luka Anya."kata Agus masih memegang tangan Adriana.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


annyeong👋