
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Adriana dengan tatapan dingin melihat kejadian tak terduga saat dia masuk keruang kerja Devano.
kedua orang yang tengah saling tindih itu terkejut langsung berdiri dan membenarkan pakaian mereka yang berantakan.
"Adriana ini tidak seperti yang kamu pikirkan." dengan wajah dingin Gilang menepis pikiran negatif Adriana.
"aku tidak menyangka sekarang kamu menyukai laki-laki."Devano meledek Gilang.
"kamu mau mati dengan cara apa Dev?"kata Gilang dingin.
"sudahlah itu bukan urusan ku,tapi jika kamu menyakiti Dea akan ku pastikan tubuh mu tidak berbentuk lagi."Adriana berjalan duduk di sofa ruang kerja Devano.
Gilang tidak menimpali Adriana dia,Delon dan Devano hanya duduk mengikuti Adriana.
"terimakasih sudah memenuhi janji mu Adriana."kini Delon membuka suara.
"tidak aku tidak memenuhi janji ku, yang membantu mu bukan aku tapi Gilang."
"tapi jika aku tidak bertemu dengan mu aku tidak akan bisa membalaskan dendam ku."
"sudahlah itu sudah berlalu yang terpenting dendam mu sudah terbalas,apa ada lagi yang akan kamu minta dari ku?"
"tidak aku akan menyimpan 4 permintaan itu dan akan menggunakannya nanti."
"baiklah terserah pada mu, setelah ini apa rencana mu kedepannya?"
"aku tidak tau."
"bisakah kalian berdua keluar?"kali ini Adriana menyuruh Devano dan Gilang keluar.
"tidak."dengan cepat Devano menjawabnya.
"Dev kali ini kamu harus keluar."
"honey dia laki-laki aku tidak akan membiarkan seorang pun berdua dengan mu dalam ruangan."
"kali ini saja aku mohon."
"tidak akan."
"baiklah kalau begitu kamu tidak boleh tidur di kamar malam ini."kesal Adriana.
"ok-ok aku kan keluar."dengan wajah kesal Devano menatap Delon tajam.
setelah dua orang itu keluar Adriana kembali melihat Delon.
"aku punya misi untuk mu."ucap Adriana to the poin.
"tentu apa itu?"
Adriana menjelaskan misi yang akan dia berikan pada Delon,misi ini berkaitan dengan tempat acara yang akan keluarga Kusuma adakan.
"apa kamu yakin?"
"tentu saja,tapi ini cukup berbahaya di belakang nya ada tiga mafia besar dari negara j.
"selama kamu yakin,aku juga yakin."
"baguslah kalau begitu,kamu sangat bisa di andalkan dalam hal ini,aku akan menyiapkan sekitar dua ratus orang yang akan ikut bersama mu,apa itu cukup?"
"jangan gegabah, dengan dua ratus orang itu kamu bisa buat dua rencana."
"benar kata mu,lalu bagaimana dengan mu? apa kamu tidak menghawatirkan kehamilan mu?"
"anak-anak ku kuat jadi tidak perlu khawatir,Devano juga sudah menyiapkan dua ribu orang untuk di tempatkan di sana."
"dia tidak pernah berubah."
"bagaimana dengan mu apa kamu benar-benar sudah berhenti mencintai dea?"
"cinta ku masih sama bahkan lebih besar namun dia tidak bisa bersama ku,aku tidak yakin bisa menjaganya seperti Gilang menjaganya."
"terimakasih sudah mengerti."
"tidak perlu berterima kasih Adriana, seharusnya yang berterima kasih itu aku, karena kamu aku bisa mengenal Dea dan bisa mencintai nya."
"apa karena kamu tidak bisa bersama Dea sekarang kamu suka laki-laki?"tanya Adriana penuh selidik.
"jangan bercanda Adriana,tadi aku tidak sengaja tersandung lalu menimpa Gilang."
"benarkah?"
"tentu saja buang pikiran kotor mu itu."kesal Delon.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!
anak² ku di sana butuh kalian
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭