
di mansion keluarga AZ Adriana sedang duduk di ruang tengah untuk menunggu kakak-kakaknya pulang.
tak berapa lama suara mobil terdengar dan Adriana yakin itu suara mobil kakak-kakaknya.
Jidan, Tirta, Agus dan Dea masuk ke dalam mansion dan melihat Adriana duduk bersama tiryas.
"Anya."panggil Jidan.
"hai kak."kata Adriana tersenyum.
"kenapa belum istirahat?"tanya Tirta yang duduk di samping Adriana dan mencium kepala adiknya itu.
"aku menunggu kalian."kata Adriana.
"ada apa?"tanya Agus.
"ada sesuatu yang ingin ku bicarakan kepada kalian."kata Adriana.
semua orang termasuk Triyas menatap Adriana bingung.
"apa Anya,apa kamu baik-baik saja?"tanya Agus.
"aku baik,ini masalah Dea dan keluarga nya."kata Adriana yang semula tersenyum dan kini raut wajahnya berubah serius.
"kenapa kak?"tanya Dea.
"aku ingin kita tenang dan menjalankan kehidupan layaknya keluarga pada umumnya tanpa ada rasa dendam.aku ingin cepat menyelesaikan semuanya."kata Adriana.
"aku sudah tahu apa yang kamu dan kak Jimi lakukan."kata Adriana pada Dea.
"ma....maaf kan aku."kata Dea takut jika Adriana akan marah.
"kenapa minta maaf? aku justru bangga pada mu,ini menjadi awal untuk kehancuran bagi keluarga tidak tahu diri itu."kata Adriana.
"aku sudah menambahkan bensin ke api yang kamu buat kurasa sekarang api nya sudah mulai menyebar kemana-mana dan besok pagi mulai permainan mu selanjutnya."kata Adriana.
"ingat jangan menggunakan hati."sambung Adriana.
"Anya?"panggil Agus dengan tanda tanya.
"ya besok aku akan menemani mu ke rumah keluarga tidak tahu diri itu kita selesaikan besok pagi."kata Adriana menatap Dea.
"ya aku akan mengakhiri ini semua dan membuat keluarga itu menyesal telah membuang dan mencampakkan ku."kata Dea dengan sorot mata yang tidak bisa di artikan.
"setelah urusan Dea selesai aku akan ke kantor besok."kata Adriana pada Tirta dan Jidan.
"Anya keadaan kantor tidak stabil sekarang banyak yang ingin bergabung dengan perusahaan kita bahkan ada yang nekat menggunakan cara yang kotor."kata Jidan khawatir.
"justru karena itu aku akan muncul."kata Adriana.
"aku tidak ingin membahayakan kalian."sambung Adriana lagi.
"tapi Anya."kata Tirta.
"kak jangan pikir aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian baru-baru ini."kata Adriana menunjukkan ekspresi yang sangat marah.
"kenapa tidak memberi tahu ku jika ada yang mencoba membunuh kalian? apa kalian akan terus menutupi ini semua dari ku hingga kalian benar-benar meninggalkan ku sendiri?"tanya Adriana marah.
"cukup ikuti perkataan ku, saat ini aku bukan menjadi adik kalian tapi aku Adriana Zevanya."kata Adriana yang menandakan dia benar-benar marah kali ini.
ya dia benar-benar marah saat mengetahui ada yang mencoba ingin membunuh Tirta dan Jidan karena proyek mereka tidak di terima oleh Jidan dan Tirta.
jika sudah seperti ini siapapun tidak bisa membantah Adriana bahkan triyas pun tidak bisa.
"kembali kekamar kalian masing-masing dan istirahat lah." kata Adriana berdiri dan pergi keluar dari mansion mengendarai mobilnya.
semua orang yang ada hanya menatap kepergian Adriana,ada rasa khawatir,takut dan ingin mencegah Adriana pergi tapi tidak ada yang berani angkat bicara.
Adriana mengendarai mobil nya ke suatu tempat yang cukup jauh.
"kerjakan apa yang aku suruh sekarang."kata Adriana menelepon seseorang yang tidak di ketahui.
bersamaan dengan itu helikopter terlihat sedang memutar di atas mansion mewah.
mansion tersebut adalah milik tuan Bernardi,tuan Bernardi adalah pengusaha yang cukup di segani di negara A dan di ketahui baru-baru ini AZ crop menolak kerjasama dengan nya
di dalam mansion tersebut sedang ada pesta yang di lakukan Bernardi bersama anak buah nya.
kembali ke Adriana saat ini Adriana sudah menghentikan mobilnya di depan mansion milik tuan Bernardi.
Adriana tersenyum mengerikan sebelumnya dia menyalakan telpon nya dan menelpon seseorang.
"hallo siapa ini?"tanya orang tersebut yang ternyata adalah tuan Bernardi.
"aku adalah malaikat maut mu."kata Adriana tertawa lalu mematikan telfonnya dan bersama dengan itu suara ledakan dari mansion mewah tersebut terdengar,api pun mulai berkobar melahap mansion mewah itu.
"aku tidak suka jika ada yang menyakiti orang-orang ku."kata Adriana melempar aksesoris berbentuk rubah berwarna merah lalu dia menyalakan mobilnya pergi dari sana.
kali ini Adriana menuju ke rumah keluarga Dea.
seakan tidak lelah Adriana masuk dan mengetuk pintu.
seseorang membukakan nya pintu dan dari penampilan orang tersebut dia merupakan pelayan dari keluarga Dea.
"saya mencari tuan Rendra."kata Adriana.
"apa anda mempunyai janji?"tanya pelayan tersebut.
"panggilkan saja aku jika tidak ingin aku membakarmu dengan rumah ini."kata Adriana.
"ba...baik nona."kata pelayan tersebut pergi.
Adriana tidak akan ingin menunggu dia masuk dan melihat pelayan tersebut sedang memberi tahu tuan Rendra yang sedang bercengkrama dengan istrinya dan Gabriella.
prok...prok...prok...
Adriana bertepuk tangan yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
"siapa kamu?"tanya tuan Rendra.
"ah aku tidak tahu harus memperkenalkan diri ku seperti apa tapi aku datang kesini sebagai kakak dari Dea Ananda Surendra."kata Adriana.
Rendra dan istrinya terkejut kecuali Gabriella yang memang sudah tahu jika Adriana kakak angkat Dea.
"tidak-tidak kamu bukan kakak dari Dea,Dea adalah anak ku dan aku tidak pernah memiliki merasa memiliki anak lagi selain Gabriella."kata Rendra.
"hahahaha apa kamu sadar atas ucapan mu itu tuan Surendra?"tawa Adriana menyeramkan.
"siapa kamu sebenarnya?"tanya istri rendah yang baru alias ibu dari Gabriella.
"aku sudah memperkenalkan diri bukan?"kata Adriana.
"ah iya aku kesini hanya ingin melihat keadaan keluarga ini sebelum benar-benar hancur oleh adik kesayangan ku."kata Adriana.
"tidak mungkin."kata istri Rendra.
"kenapa tidak mungkin?"tanya Adriana.
"ya Dea tidak mungkin menghancurkan keluarga nya sendiri,aku sangat tahu anak ku."kata Rendra.
"hei hei hei tua Bangka tidak tahu diri."kata Adriana sarkas.
"jangan pernah sekalipun kamu menyebut adikku adalah anak mu. apa kamu lupa telah membuangnya? papa macam apa kamu membuang anak mu gara-gara jalang tidak tahu diri."kata Adriana.
Adriana mendekati Gabriella dan membisikkan sesuatu.
"berita itu baru permulaan dari adik kesayangan keluarga AZ."kata Adriana berbisik pada Gabriella.
wajah Gabriella memucat.
jadi yang menyebarkan video dan foto-foto nya itu adalah Dea? kata Gabriella.
"hah sudahlah kalian membosankan, tunggu kejutan dari adik kesayangan ku besok pagi tua Bangka dan dua jalang sialan."kata Adriana pergi dari rumah itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
makasih banget atas support nya mood aku seketika balik lagi setelah baca komen kalian 🥺 aaa sayang kalian banyak-banyak maakan author yang moodyan ya😔
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
jangan lupa follow Ig author ya 👇
@ndiya252
annyeong👋