ADRIANA

ADRIANA
part 95



pagi hari pun tiba...


seperti biasa di kediaman keluarga AZ saat ini sedang acara sarapan bersama dengan keheningan.


semua orang hanya sibuk memakan sarapan mereka tanpa melihat satu sama lain.


setelah selesai sarapan mereka pergi ke pintu depan untuk bersiap pergi melakukan aktivitas masing-masing.


pagi ini Dea masuk kuliah dan di antar oleh Jordi, Adriana akan pergi ke rumah sakit bersama Agus untuk mengunjungi Jimi, Tirta dan Jidan pergi ke kantor.


di sana sudah terdapat lima mobil mewah,dan mereka masuk ke mobil masing-masing.


di dalam perjalanan Adriana mendapat telepon dari Devano.


"hallo honey."sapa Devano.


"hmm."jawab Adriana.


"apa jadwal mu hari ini?"tanya Devano.


"kenapa?"tanya Adriana.


"aku merindukanmu."kata Devano yang membuat Adriana tersenyum.


"tuan Devano yang terhormat hari ini calon istri mu akan pergi ke rumah sakit sebelum pergi ke kantor."kata Adriana.


"honey apa kamu bisa mengulang ucapan mu tadi?"kata Devano tersenyum tidak percaya mendengar ucapan Adriana.


"tidak."kata Adriana singkat.


"haaah rasanya aku ingin memakan mu saat ini juga dan memberikan dua puluh ponakan untuk saudara-saudara mu."kata Devano.


"apa kamu serius?"tanya Adriana tidak percaya.


"tentu saja."kata Devano.


"akan ku tunggu."kata Adriana tersenyum jail dan mematikan telpon nya.


sedangkan saat ini Devano terbelalak tidak percaya.


"baiklah kamu yang menantang ku honey."kata Devano tersenyum dan menjalankan mobilnya ke kantor karena sudah banyak pekerjaan yang menunggu nya disana.


Adriana saat ini sudah sampai di rumah sakit,dia turun dari mobilnya dan diam untuk menunggu Agus turun dari mobil nya.


"kak."panggil Adriana.


"ayo."kata Agus menggandeng tangan Adriana.


"kamu terlihat bahagia."kata Agus.


"benarkah?"tanya Adriana.


"hmm dan aku harap selama nya kamu merasa bahagia."kata Agus.


"aku juga aku berharap kakak dan yang lainnya bahagia."kata Adriana tersenyum.


sepanjang jalan banyak yang melihat Adriana dan Agus,banyak yang beranggapan mereka adalah sepasang kekasih karena pada saat pembukaan perusahaan Adriana tidak terlihat sama sekali.


"bukankah itu tuan muda Agus?"tanya netizen1.


"apa itu kekasih nya?"tanya netizen2.


"dia sangat cantik."kata netizen3.


Agus dan Adriana terus berjalan tanpa menghiraukan mereka hingga Agus dan Adriana sampai di ruangan Jimi.


di ruangan itu terlihat Jimi sedang memakan sarapannya di temani paman triyas.


"selamat pagi paman,selamat pagi kak Jimi."sapa Adriana yang membuat Triyas dan Jimi menoleh tidak percaya.


"Anya are you ok?"tanya Jimi.


"i'm ok."kata Adriana tersenyum.


"kak Agus."kata Jimi meminta penjelasan.


"ya dia sekarang sudah bahagia."kata Agus yang membuat Triyas bangkit dari duduknya dan memeluk Adriana.


"terimakasih, terimakasih."kata Triyas.


"paman."panggil Adriana.


"aku sangat senang karena akhirnya kamu bisa bahagia."kata Triyas.


"ini berkat paman dan yang lain."kata Adriana tersenyum.


"tetap seperti ini Anya."kata Jimi memeluk Adriana.


Adriana hanya tersenyum dan membalas pelukan Jimi namun tiba-tiba Jimi meringis kesakitan.


"are you ok?"tanya Adriana.


"luka ku sedikit sakit."kata Jimi.


"yak itu yang kakak bilang sembuh semalam? aishh kakak benar-benar."kata Adriana kesal.


Jimi hanya nyengir kuda.


"akan ku pastikan kakak di sini selama sebulan."kata Adriana.


"Anya...Anya... aku benar baik-baik saja, sebulan terlalu lama."kata Jimi yang membuat Agus dan Triyas tertawa.


"haah aku harus kekantor sekarang."kata Adriana.


"mau aku antar?"kata Jimi.


"yaak."kata Adriana menatap Jimi tajam.


"hahahaha aku hanya bercanda."kata Jimi.


aku pergi dulu semua bay-bay."kata Adriana keluar dari ruangan Jimi menuju parkiran dan pergi ke kantor.


di jalan Adriana mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang,dia menikmati jalanan dan bersenandung kecil.


"ternyata ini rasanya bahagia."kata Adriana tersenyum.


sesampainya di kantor semua menatap Adriana yang turun dari mobilnya.


"siapa dia?"netizen1.


"cantik sekali."netizen2.


Adriana terus berjalan tanpa memperdulikan tatapan orang-orang hingga dia sampai di resepsionis.


"permisi."kata Adriana.


"ada yang bisa saya bantu."kata resepsionis sopan.


"aku ingin bertemu dengan tuan Jidan dan tuan Tirta."kata Adriana.


"maaf apa nona sudah memiliki janji?"tanya resepsionis tersebut.


"tidak,tapi beritahu saja mereka jika aku datang."kata Adriana.


"tunggu sebentar nona saya akan menghubungi sekretaris nya,jika boleh tahu nama nona siapa?"tanya resepsionis.


"Anya."kata Adriana.


resepsionis tersebut menghubungi sekertaris Jidan dan memberi tahu jika ada yang mau bertemu dengan Jidan dan Tirta.


namun sekertaris tersebut bilang jika Tirta maupun Jidan sedang sibuk tidak bisa diganggu dan dia yang akan menemani Adriana.


"maaf nona tuan Tirta dan tuan Jidan sedang sibuk, sekertaris nya yang akan menemui nona."kata resepsionis tersebut.


Adriana mengernyitkan dahinya.


"baiklah."kata Adriana.


"silahkan nona saya akan mengantar anda ke ruang tunggu."kata resepsionis tersebut.


Adriana melihat resepsionis tersebut dan melihat namanya.


"terimakasih Nana."kata Adriana menyebut nama resepsionis tersebut.


"sudah kewajiban saya nona."kata Nana.


setelah menunggu cukup lama sekertaris Jidan dan Tirta masuk dan menemui Adriana.


"ah ternyata kamu yang ingin bertemu dengan tuan Tirta dan tuan Jidan."kata sekertaris tersebut menatap Adriana remeh.


Adriana tersenyum.


"jadi Dimana tuan Jidan dan tuan Tirta."kata Adriana.


"hahaha kamu tidak perlu memasang topeng disini aku tahu kamu kesini untuk menggoda tuan Tirta dan tuan Jidan kan?."kata sekertaris tersebut.


"itu bukan urusan mu."kata Adriana.


"jika dilihat-lihat dari penampilan mu memang seperti jalang."kata sekertaris tersebut yang membuat Adriana benar-benar kesal.


Adriana mengambil ponselnya dan menekan nomor telpon Jidan.


namun sebelum tersambung sekertaris tersebut merebut ponsel Adriana dan membuang nya tapi sekertaris tersebut tidak tahu jika telpon sudah tersambung.


Adriana benar-benar kesal sekarang, ternyata masih ada manusia seperti ini pikir nya.


"jangan coba-coba mengusikku jika tidak mau menyesal."kata Adriana memperingati.


"hahaha bisa apa kamu selain merayu pria kaya?"kata sekertaris tersebut yang dengan jelas bisa di dengar Jidan.


"haisss sial."umpat Adriana keluar dari ruang tunggu ingin pergi ke ruangan Jidan.


namun saat sudah di luar sekertaris tersebut menarik Adriana hingga jatuh.


"Upss maaf."kata sekertaris tersebut tertawa.


semua orang melihat ke arah Adriana dan sekertaris tersebut.


Adriana bangun dan mendekat ke arah sekertaris tersebut.


"kamu memang mencari mati."kata Adriana mendorong sekertaris tersebut hingga jatuh.


ya begitulah Adriana jika dia di jatuhkan lawannya maka dia harus menjatuhkan lawannya juga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


jangan lupa follow Ig author ya 👇


@ndiya252


annyeong👋