
"bagaimana apa kamu ingat sekarang?"tanya Adriana menyilangkan tangan nya di dada.
wajah farm seketika pucat mengetahui yang mengirimkan nya pesan adalah Adriana,Yuta yang melihat reaksi suaminya itu mencoba bertanya.
"sayang ada apa? kenapa wajah mu terlihat pucat."bisik Yuta.
"aku tidak apa-apa, mungkin aku hanya kelelahan maaf nona Adriana tuan Devano saya terpaksa harus meninggalkan kalian bersama anak dan istri saya." farm berdiri ingin pergi.
"duduk atau ku tembak kepala mu."kata Devano membuat farm kembali duduk.
Adriana tersenyum menanggapi kejadian tersebut.
"tuan Devano seperti nya anda sangat nyaman di sentuh perempuan lain selain istri anda." sindir Adriana.
membuat Rindi tersenyum puas lalu semakin erat memeluk tangan Devano.
"apa yang akan anda lakukan untuk ini?"tanya Devano tersenyum menantang kearah Adriana.
"dasar pasangan gila."gumam Riza dalam hati.
"hmmm apa yang akan saya lakukan ya?"tanya Adriana.
"bagaimana menurut mu Yuta? bagaimana jika ada ****** yang bergelayut manja pada suami mu?"Adriana beralih bertanya pada Yuta.
"ak..."
"kamu mengatai ku ******, sialan?"teriak Rindi tidak terima.
"aku tidak pernah menyebutkan nama tapi jika kamu merasa ya itu masalah mu."
"Dengar kan aku permainan kalian sungguh menggelikan."cibir Adriana.
"nona Adriana sebenarnya ada apa ini? aku sama sekali tidak mengerti."tanya Yuta.
"bukan kah Sumi mu yang sangat kamu cintai dan percaya ini sudah memberitahu mu jika dia berniat menjodohkan anak mu dengan Devano?"tanya Adriana.
"iya nona lalu apa masalah nya?"tanya Yuta.
"hmm kamu tanya apa masalah nya?."tanya Adriana balik.
"tuan Devano jika istri mu tahu apa yang akan dia lakukan?"tanya Adriana kini bertanya pada Devano.
"entah tapi dia sekarang sudah berubah mungkin dia akan memberi kan ku izin untuk menikah lagi."
mendengar hal tersebut membuat hati Adriana benar-benar marah di tambah lagi hormon hamil nya membuat dia tidak bisa mengontrol emosi nya.
namun tiba-tiba suara tendangan pintu membuat semua orang terkejut ternyata yang datang adalah Agus dan Jordi.
"sebenarnya ada apa ini kenapa orang-orang yang tidak boleh di usik berdatangan di sini?" Yuta sangat takut.
"siapa yang akan menikah lagi?"tanya Agus.
"kamu datang kak?"tanya Adriana lalu berlari kecil menghampiri Agus dan Jordi.
Devano yang melihat hal tersebut merasa khawatir dan ingin membantu Adriana.
"ka...kakak." farm, Yuta, Randi dan Rindi terkejut karena Adriana m manggil Agus dan Jordi AZ dengan sebutan kakak.
"kenapa lama sekali hmm?kami sudah menunggu mu sangat lama." Jordi menyentuh hidup Adriana.
"apa yang aku minta sudah kalian belikan."
"tentu saja apapun untuk mu."
"masukkan ke sini."
"apa kamu yakin Anya?"tanya Jordi.
"jika dia bilang masukkan ya masukkan saja apa susahnya."kesal Agus pada Jordi.
Jordi pergi keluar untuk mengambil sesuatu yang di inginkan Adriana.
"Dev karena kamu menginginkan aku yang dulu maka nikmati pertunjukan yang akan ku buat." ucap Adriana.
"maaf nona Adriana, maaf jika suami dan anak-anak saya menyinggung anda tolong maafkan mereka."Yuta memohon di kaki Adriana.
"bangun Yuta, kenapa kamu memohon untuk suami dan anak-anak yang tidak tahu diri seperti mereka?"kesal Adriana menatap Yuta.
"apa maksud anda nona, tentu saja karena mereka adalah keluarga satu-satunya yang saya punya anda tahu persis kehidupan saya di masa lalu dan anda yang menolong saya waktu itu."Yuta menangis.
"dan kamu tau persis seperti apa aku dulu bukan? aku tidak akan pernah mendengarkan permohonan seseorang untuk orang yang telah menyinggung ku jadi bangun sebelum aku kesal."
"tapi nona tolong kali ini saja, atau bunuh aku saja jangan suami dan anak-anak ku." Yuta masih memegang kaki Adriana.
"ya bunuh saja mama kami."ucap Randi tidak punya hati.
"iya lagi pula dia sudah tua dan sakit-sakitan hanya menyisakan kami saja." ucap Rindi.
"iya bunuh saja dia lalu lepaskan kami." ucap farm.
"ka... kalian."Yuta benar-benar hancur mendengar apa yang suami dan anak-anak nya katakan tubuh nya luruh seakan-akan tidak punya tenaga lagi.
"cepat bangun jangan memohon untuk orang-orang seperti dia."
"tidak nona bagaimana pun mereka tetap suami dan anak-anak ku."
"aishhh baiklah jika kamu ingin menjadi saksi kematian mereka aku akan mengabulkannya."Adriana melempar pisau yang ada di balik baju nya tepat di jantung farm.
"ka...kamu."farm terjatuh.
Adriana berjalan ke arah farm lalu menarik ke bawah pisau yang dia lempar tadi merobek tubuh farm membuat semua organ dalam tubuh tersebut terlihat dan farm mati seketika.
Rindi berteriak histeris melihat hal tersebut sedangkan Randi sudah berkeringat dingin.
Yuta hanya bisa menangis lemah.
Adriana tersenyum melihat karya nya itu.
"aku sangat tidak suka melihat orang yang tidak setia."ucap Adriana kembali ke samping Agus.
"apa sudah puas? sebaiknya kamu pulang bersama Jordi biar sisanya aku yang akan menangani nya."ucap Agus menghapus bekas darah farm di wajah Adriana.
"tidak ini bahkan belum setengah."
"hai Randi bukankah kamu berniat untuk mencicipi tubuh ku? kemarilah dan cicipi." ucap Adriana dengan nada menggoda membuat emosi Devano meledak lalu menembak Randi tepat di kepalanya.
karena Randi sudah berani berpikir untuk mencicipi tubuh istrinya itu.
"tuan Devano kenapa kamu menembak kakak ku, yang menggoda nya adalah istri mu."teriak Rindi.
"diam lah sebelum aku merobek mulut mu."ucap Devan dengan nada dingin.
Yuta kembali meraih kaki Adriana untuk memohon tapi Adriana tidak menanggapi nya sama sekali.
"bagaimana rindi? bagaimana rasanya saat seseorang mengambil apa yang kamu miliki?" tanya Adriana.
"kamu benar-benar iblis, kamu bukan manusia aku akan membunuhmu." Rindi mengambil pisau yang ada di dekatnya berlari ke arah Adriana ingin menusuk nya.
namun Adriana dengan cepat menembak tangan Rindi membuat pisau yang dia pegang jatuh.
"aaaaaakh."teriak Rindi.
Adriana berjalan menghampiri Rindi lalu membisikkan nya.
"jangan memancing ku kedalam permainan yang dulu sangat ku sukai, aku sangat ahli dalam permainan ini."
"ma... mama tolong Rindi ma."
"Rindi sayang.... nona Adriana aku mohon tolong maafkan anakku aku tidak punya siapa-siapa lagi sekarang." Yuta dengan tenaga yang di punya ingin menghampiri Adriana namun tiba-tiba nafasnya sesak tubuh nya semakin melemah penyakitnya kambuh dan tidak sadarkan diri.
"ma mama...hiks ...hiks..."
Agus mendekati Yuta untuk memeriksa keadaan nya namun sayangnya Yuta sudah meninggal.
"Anya dia sudah pergi."ucap Agus membuat Adriana terdiam sejenak.
"kamu terlalu baik untuk hidup bersama para parasit ini Yuta."ucap Adriana menatap mayat Yuta.
"tuan apa kamu tidak mau menghentikan nyonya Adriana?"Riza bertanya pada Devano.
"tidak bukan kah sudah ku bilang aku sangat ingin melihat nya seperti dulu lagi." ucap Devano tersenyum ke arah Adriana.
"sekarang kamu sendiri semua orang yang menyayangi mu sudah pergi." ucap Adriana menatap Rindi.
"bunuh saja aku cepat, aku mau menyusul mama ku hiks ..hiks.."
"apa sekarang kamu menyesal?"tanya Adriana.
"sayangnya meskipun kamu mati hari ini kamu tidak akan bertemu dengannya tapi tenang saja kamu pasti bertemu dengan papa mu dan saudara mu."
Jordi datang membawa sesuatu yang di minta Adriana.
ternyata dia membawa burung pemakan daging.
burung tersebut mulai memberontak mencium bau darah yang keluar dari ruangan tersebut.
"aku akan membantu mu memakamkan saudara dan papa mu." dan burung itu mulai memakan tubuh farm dan Randi.
sedangkan tubuh Yuta di bawa oleh Handry.
Adriana menembak kedua kaki Rindi agar dia tidak kabur dan menyaksikan kedua orang yang sangat dia cintai di makan burung tersebut.
"ayo sebaiknya kita keluar dari sini." ucap Agus.
akhirnya mereka semua keluar dan kembali ke penginapan masing-masing kecuali Devano dia pergi ke villa keluarga nya bersama Adriana dengan Devano yang menggendong Adriana.
lima menit setelah kepergian mereka, tubuh farm dan Randi sudah habis di makan burung tersebut namun sepertinya burung tersebut kurang puas dan mulai memakan tubuh Rindi.
Rindi tidak bisa berbuat apa-apa lagi dia hanya bisa berteriak hingga suara nya di dalam rumah itu hilang.
setelah kedua burung itu menyelesaikan tugasnya anggota Redfox membawanya kembali lalu membakar rumah tersebut dan melempar benda berbentuk rubah berwarna merah.